KLTC® Tunjuk Saskia Ratry Arsiwie sebagai Komisaris Utama, Perkuat Fokus pada Pengembangan Keluarga dan SDM

- Editor

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLTC® resmi menunjuk Saskia Ratry Arsiwie sebagai Komisaris Utama untuk memperkuat fokus pengembangan SDM melalui pendekatan keluarga dan perkembangan anak. Dengan latar belakang sebagai konsultan ilmu keluarga & perkembangan anak, Saskia membawa perspektif bahwa kualitas individu dan kepemimpinan tidak terlepas dari fondasi yang dibangun sejak usia dini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi KLTC® dalam menghadirkan pengembangan SDM yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Indonesia.

Yogyakarta, 10 April 2026 — Kuncoro Leadership Training & Consulting® (KLTC® Group) resmi menunjuk Saskia Ratry Arsiwie sebagai Komisaris Utama sebagai bagian dari langkah strategis dalam memperkuat fokus pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya pada aspek keluarga dan perkembangan anak. Penunjukan ini menjadi langkah penting dalam memperluas pendekatan KLTC® yang selama ini dikenal melalui program pelatihan kepemimpinan dan pengembangan profesional.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu kualitas SDM di Indonesia semakin menjadi perhatian. Banyak organisasi mulai menyadari bahwa tantangan dalam kepemimpinan, produktivitas, hingga dinamika tim tidak hanya dipengaruhi oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh faktor yang lebih mendasar, seperti pola pikir, emosi, dan karakter individu. Faktor-faktor ini sering kali terbentuk sejak usia dini, dalam lingkungan keluarga.

Melihat hal tersebut, KLTC® menilai bahwa pengembangan SDM tidak dapat dilakukan secara parsial. Pelatihan di usia dewasa memang penting, namun tanpa fondasi yang kuat sejak awal, proses pengembangan sering kali tidak memberikan dampak yang optimal. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih komprehensif menjadi kebutuhan, dengan mengintegrasikan aspek keluarga sebagai bagian dari ekosistem pengembangan manusia.

Saskia Ratry Arsiwie dikenal sebagai konsultan di bidang ilmu keluarga dan perkembangan anak, dengan latar belakang akademik dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Selama ini, ia aktif mengembangkan berbagai inisiatif edukasi yang berfokus pada peran keluarga dalam membentuk pola pikir, regulasi emosi, serta kemampuan sosial anak yang akan memengaruhi kualitas individu di masa depan. Salah satunya melalui platform yang ia dirikan pada tahun 2022 yaitu Sekolah Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (SIKPA).

Baca Juga :  HUT ke-80 KAI: Daop 1 Jakarta Gelar Bakti Sosial Donor Darah di Sejumlah Stasiun

Melalui pendekatannya, Saskia melihat bahwa banyak tantangan yang muncul di dunia kerja, termasuk dalam kepemimpinan, berakar dari pengalaman awal individu. Cara seseorang berkomunikasi, mengambil keputusan, menghadapi tekanan, hingga membangun relasi, sering kali dipengaruhi oleh pola asuh dan lingkungan tumbuh kembangnya.

“Ketika kita berbicara tentang pengembangan SDM, kita sering kali langsung fokus pada pelatihan di usia dewasa. Padahal, fondasi utamanya sudah terbentuk jauh sebelumnya, yaitu di dalam keluarga. Jika fondasi ini tidak diperkuat, maka pengembangan di tahap berikutnya akan menjadi sangat menantang,” ujar Saskia saat ditemui di Yogyakarta.

Sebagai Komisaris Utama, Saskia diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pengembangan program dan arah strategis KLTC®. Tidak hanya memperkuat pendekatan yang sudah ada, tetapi juga memperluas cakupan pengembangan SDM dengan memasukkan dimensi keluarga dan perkembangan anak sebagai bagian integral.

Langkah ini juga mempertegas posisi KLTC® sebagai lembaga yang tidak hanya berfokus pada pelatihan kepemimpinan dalam konteks profesional, tetapi juga pada pembangunan manusia secara utuh. Dengan menggabungkan pendekatan leadership, psikologi, dan keluarga, KLTC® berupaya menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan dalam menjawab tantangan pengembangan SDM di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, KLTC® bersama Saskia Ratry Arsiwie akan mengembangkan program yang secara spesifik menghubungkan antara pola asuh dalam keluarga, proses pendidikan, hingga pembentukan kepemimpinan di usia dewasa. Program-program ini tidak hanya berbentuk pelatihan, tetapi juga edukasi keluarga, modul pembelajaran, serta pendekatan praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua, pendidik, maupun profesional. Dengan demikian, pengembangan SDM tidak lagi dimulai saat seseorang sudah bekerja, tetapi sejak fondasi awal kehidupannya terbentuk.

Baca Juga :  Program Bakti Sosial MIND ID Hadirkan Manfaat Bagi Desa Ciderum

Saskia Ratry Arsiwie menyampaikan bahwa pendekatan ini penting untuk menjawab akar permasalahan yang selama ini sering terlewat.
“Banyak intervensi dilakukan saat seseorang sudah dewasa, padahal pola pikir, cara bertindak, cara mengelola emosi, dan cara membangun relasi sudah terbentuk sejak kecil. Ke depan, kami ingin KLTC® tidak hanya hadir di ruang training, tetapi juga masuk ke ruang keluarga dan pendidikan sebagai tempat awal pembentukan manusia,” ujarnya.

Ke depan, KLTC® akan mulai mengembangkan inisiatif yang lebih terstruktur untuk menjembatani tiga ruang utama pembentukan individu: keluarga, pendidikan, dan dunia kerja. Ketiga aspek ini akan dihubungkan dalam satu alur pengembangan yang berkesinambungan, sehingga proses belajar tidak terputus di satu fase saja, tetapi terus berlanjut seiring pertumbuhan individu.

Pendekatan ini sekaligus menggeser cara pandang terhadap kepemimpinan. Leadership tidak lagi diposisikan sebagai hasil akhir dari pelatihan singkat, melainkan sebagai proses yang dibentuk secara bertahap melalui pengalaman hidup, lingkungan, dan interaksi sejak dini. Dengan perspektif ini, kepemimpinan menjadi sesuatu yang ditumbuhkan, bukan sekadar diajarkan.

Penunjukan Saskia Ratry Arsiwie sebagai Komisaris Utama menjadi bagian dari langkah transformasi tersebut, sekaligus mempertegas arah baru KLTC® dalam membangun pengembangan SDM yang lebih kontekstual, berakar, dan berorientasi jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik
Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Minggu, 26 April 2026 - 11:00 WIB

Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil

Berita Terbaru