Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan

- Editor

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (17/4) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dalam mendukung perdagangan biomassa berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang melalui partisipasi aktif dalam Business Forum on Palm Biomass Collaboration Japan–Indonesia di acara International Biomass Expo 2026, Tokyo. Forum dihadiri oleh 100 orang yang terdiri dari para pengusaha power plant sebagai pengguna biomassa dan trader of biomass.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna sebagai narasumber menyoroti pentingnya peran TIC dalam memastikan kualitas, keberlanjutan, dan transparansi rantai pasok biomassa, khususnya untuk memenuhi kebutuhan energi rendah karbon di Jepang yang terus meningkat.

“Sebagai negara yang sedang mempercepat transisi menuju energi rendah karbon, Jepang membutuhkan pasokan biomassa yang tidak hanya stabil, tetapi juga terverifikasi secara kualitas dan keberlanjutannya. Di sinilah peran SUCOFINDO sebagai lembaga TIC menjadi sangat krusial,” ujar Sandry Pasambuna.

Baca Juga :  Bittime Tekankan Pentingnya Literasi Aset Kripto di Tengah Volatilitas Pasar

Menurutnya, Indonesia sendiri memiliki potensi biomassa yang besar, khususnya dari limbah kelapa sawit seperti Palm Kernel Shell (PKS), Empty Fruit Bunch (EFB), dan serat sawit, yang memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan, biaya kompetitif, serta kedekatan geografis dengan Jepang. Namun, kepercayaan terhadap kualitas dan keberlanjutan produk menjadi fondasi utama dalam memastikan kelancaran perdangan biomassa di pasar global. Tanpa sistem pengujian dan verifikasi yang andal, berbagai risiko seperti ketidaksesuaian spesifikasi, sengketa kualitas, hingga kurangnya bukti keberlanjutan dapat terjadi.

“Melalui layanan TIC, SUCOFINDO memastikan setiap produk biomassa yang diekspor telah melalui proses pengujian laboratorium dan inspeksi independen, mencakup parameter penting seperti kadar air, nilai kalor, kandungan sulfur, hingga kadar abu. Hal ini memberikan jaminan kualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan bagi pembeli global,” jelas Sandry Pasambuna.

Lebih lanjut, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga berkomitmen untuk memperkuat rantai pasok biomassa dari hulu ke hilir dengan layanan terintegrasi di sektor kelapa sawit, mulai dari pengujian laboratorium Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, Pre-shipment inspection untuk ekspor CPO dan produk sawit, Sertifikasi Green Gold Label (GGL) yang menjamin ketertelusuran (traceability), hingga penelusuran rantai pasok yang memastikan kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan produk. PT SUCOFINDO (PERSERO) juga telah bekerja sama dengan Japan Quality Assurance Organization (JQA) untuk turut memberikan pendampingan dan solusi strategis bagi pelaku industri dalam memenuhi persyaratan pasar global, termasuk untuk pengembangan biomassa sebagai sumber energi terbarukan.

Baca Juga :  Ingin Slow Living di Desa, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

“Melalui berbagai layanan tersebut, SUCOFINDO berkomitmen memperkuat daya saing produk sawit Indonesia sekaligus menjadi mitra terpercaya dalam mendorong perdagangan yang transparan, berkelanjutan, dan bernilai tambah,” tutup Sandry Pasambuna.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal
Update Penanganan Gogosan di Petak Jalan Cibeber–Lampegan, Sejumlah Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan Demi Keselamatan
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu
BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?
Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia
Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan
Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri
Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 22:00 WIB

Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal

Senin, 20 April 2026 - 21:00 WIB

Update Penanganan Gogosan di Petak Jalan Cibeber–Lampegan, Sejumlah Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan Demi Keselamatan

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

Senin, 20 April 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 18:00 WIB

Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri

Senin, 20 April 2026 - 18:00 WIB

Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Senin, 20 April 2026 - 17:00 WIB

Menara Jakarta: Apartemen Siap Huni di Kawasan Superblock Strategis Kemayoran

Berita Terbaru