ASEAN Sparks Siap Mempercepat Inovasi Energi Terbarukan di Asia Tenggara

- Editor

Rabu, 14 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program ASEAN Sparks resmi dimulai! Digagas oleh ASEAN Centre for Energy dengan dukungan dari Japan-ASEAN Integrated Fund dan United Nations Industrial Development Organization, program ini akan berlangsung dalam tiga fase untuk memberdayakan startup yang berfokus pada energi terbarukan di Asia Tenggara agar dapat berkembang, memperluas koneksi, dan menciptakan dampak nyata. Pendaftaran untuk ASEAN Sparks: Ignite dibuka sampai 22 Mei 2025!

JAKARTA, 6 Mei 2025ASEAN Centre for Energy (ACE), dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Jepang melalui Japan-ASEAN Integrated Fund (JAIF), menghadirkan program akselerasi bagi para pendiri startup dan inovator di Asia Tenggara: ASEAN Sparks.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan iklim dan energi melalui pengembangan startup teknologi sejak tahap paling awal. ASEAN Sparks memberikan akses terhadap sumber daya, keahlian, dan jaringan yang dibutuhkan untuk berkembang, sekaligus mendorong lingkungan yang inklusif dan mendukung solusi energi terbarukan yang berdampak pada negara-negara ASEAN.

Bekerja sama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), ASEAN Sparks dikemas dalam tiga fase terstruktur: Ignite, Catalyse, dan Elevate.

Mempersiapkan Masa Depan Energi ASEAN yang Cerah

Perjalanan ASEAN Sparks dimulai dari fase Ignite, yang fokus pada pengembangan solusi tahap awal dan membekali para startup founders dengan keterampilan dasar untuk memperkuat ide bisnis mereka. Peserta terpilih akan melanjutkan ke fase Catalyse, di mana mereka akan mendapatkan pendampingan intensif, pelatihan kesiapan pasar, serta dukungan pengembangan bisnis yang lebih strategis.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat di Malang Sudah Dimanfaatkan, Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Langsung Fasilitasnya

Program ini akan mencapai puncaknya di fase Elevate, di mana startup terbaik akan mempresentasikan solusi mereka dalam acara Grand Pitching Day di ASEAN Energy Business Forum ke-25 (AEBF-25) di Kuala Lumpur, Malaysia. Di sana, mereka akan bertemu calon investor, mitra korporasi, hingga pemerintah dan stakeholders lainnya untuk membuka peluang pendanaan, kerja sama, dan ekspansi lintas negara.

Mempercepat Pertumbuhan Inovasi untuk Menghadapi Tantangan Iklim Kawasan

Menanggapi meningkatnya tantangan iklim di Asia Tenggara, ASEAN Sparks berfokus pada enam pilar utama energi: Energy Efficiency, Renewable Energy, Smart Grids, Energy Storage, Clean Mobility,  dan Teknologi Iklim & Energi Lainnya.

“Program ini sejalan dengan APAEC (Rencana Aksi Kerja Sama Energi ASEAN), khususnya dalam meningkatkan peran sektor swasta dan lembaga keuangan,” ujar Dr. Zulfikar Yurnaid, Acting Manager of Energy Efficiency and Conservation (CEE) Department, ASEAN Centre for Energy. “Dengan mendorong inovasi dan kewirausahaan di sektor energi bersih, ASEAN Sparks secara langsung mendukung pengembangan inovasi dan pengimplementasian solusi hemat energi di kawasan ASEAN.”

Membangun Ekosistem Kolaboratif & Inklusif

Lebih dari sekadar akselerasi, ASEAN Sparks juga bertujuan memperkuat ekosistem inovasi dengan menghubungkan berbagai stakeholders, mulai dari para experts dan mentor hingga startup dan pembuat kebijakan, dalam kolaboratif yang saling mendukung.

Baca Juga :  Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi, Tantangan serta Peluang Investasi di Era Digital

Agar pelaksanaan program berjalan konsisten dan selaras, seluruh expert yang terlibat akan mendapatkan sertifikasi berdasarkan kerangka kerja ASEAN Sparks. Langkah ini bertujuan membangun pemahaman bersama terhadap metodologi dan tujuan dampak program, sehingga pendampingan yang diberikan tetap kohesif dan berdampak tinggi di setiap tahap.

Startup akan dinilai berdasarkan tingkat kesiapan teknologi dan bisnis, termasuk kekuatan tim, potensi dampak, serta kelayakan pasar dan skalabilitas solusi yang ditawarkan.

Saatnya Jadi Bagian dari Perubahan

ASEAN Sparks hadir sebagai platform inklusif bagi para inovator energi untuk berkolaborasi mewujudkan target iklim global, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 7: Affordable and Clean Energy dan SDG 13: Climate Action.

Sepanjang program, peserta akan dibimbing oleh mentor dan pelatih profesional untuk mengembangkan solusi mereka, baik dari sisi teknologi, model bisnis, maupun dampaknya.

Program ASEAN Sparks akan berlangsung dari Juni hingga Oktober 2025. Pendaftaran untuk fase pertama, ASEAN Sparks: Ignite, dibuka hingga 22 Mei 2025.

Tertarik untuk ikut membawa dampak positif bagi Asia Tenggara? Kunjungi go.aseanenergy.org/ApplySPARKS untuk mendaftar dan mendapatkan informasi lebih lengkap.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru