Bappebti Optimis Derivatif Kripto Tumbuh Pesat, Tokocrypto Siap Uji Coba

- Editor

Kamis, 10 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) optimis dengan potensi perdagangan derivatif kripto di Indonesia. Menurut Kepala Bappebti, Kasan, instrumen derivatif ini diproyeksikan dapat mendorong peningkatan transaksi hingga lima kali lipat dari volume perdagangan kripto saat ini.

“Kami melihat bahwa pasar aset kripto di Indonesia terus berkembang, dengan minat yang semakin tinggi dari masyarakat terhadap instrumen investasi digital. Produk derivatif akan memberikan fleksibilitas tambahan bagi investor dalam memanfaatkan pergerakan harga. Ini akan membuka lebih banyak peluang bagi investor untuk berpartisipasi di pasar kripto, terutama di tengah volatilitas harga yang tinggi,” ujar Kasan.

Kasan menambahkan bahwa meskipun saat ini perdagangan derivatif kripto di Indonesia masih dalam tahap uji coba, Bappebti telah mengkalkulasi potensi pasar dengan matang, termasuk memperhitungkan dinamika di pasar global. Pada tahap awal, produk derivatif akan difokuskan pada aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), namun ke depannya akan dievaluasi kemungkinan untuk memperdagangkan token lain jika permintaan terus meningkat.

Baca Juga :  Edukasi Tentang Proses PLTA, UBP Jatigede Sambut Siswa-Siswi Pramuka Se-Kecamatan Jatigede

“Penting bagi kami untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pengembangan produk derivatif ini mematuhi standar regulasi dan keamanan yang ketat, guna melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat,” ujar Kasan.

Tokocrypto Siap Menguji Produk Derivatif Kripto

CMO Tokocrypto, Wan Iqbal. Sumber: Tokocrypto.

Sementara itu, CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, mengungkapkan bahwa Tokocrypto juga sedang dalam tahap pengkajian untuk meluncurkan produk derivatif di platform mereka. 

“Kami saat ini sedang mengkaji kemungkinan untuk menawarkan produk derivatif di platform kami. Pertimbangan utama dalam proses ini adalah mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh Bappebti dan memastikan bahwa semua produk yang kami tawarkan sesuai dengan standar hukum dan keamanan yang berlaku,” ujar Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan bahwa analisis mengenai potensi pasar menjadi faktor kunci dalam pengembangan produk ini. Produk derivatif menawarkan peluang bagi investor untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga aset kripto, tetapi risiko yang ditimbulkan juga cukup besar karena volatilitas harga kripto yang tinggi.

Baca Juga :  Dukung Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem, Kementerian PU Fokuskan Pembangunan di 10 Desa Prioritas

“Kami perlu memastikan bahwa kami dapat menyediakan edukasi dan sumber daya yang cukup untuk membantu pengguna memahami cara kerja produk ini serta risiko yang terlibat. Kami ingin memastikan bahwa semua fitur dan produk yang ditawarkan di Tokocrypto dapat memberikan nilai tambah dan pengalaman yang aman bagi pengguna,” tambahnya.

Menurut Iqbal, Tokocrypto berkomitmen untuk mengelola risiko secara hati-hati dan menyediakan produk yang inovatif, namun tetap aman dan transparan. Keputusan untuk meluncurkan produk derivatif akan dilakukan setelah kajian komprehensif terkait regulasi, permintaan pasar, dan kesiapan platform dalam mengelola risiko tersebut.

Dengan perkembangan ini, baik Bappebti maupun Tokocrypto menunjukkan optimisme terhadap masa depan perdagangan derivatif kripto di Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan peluang baru bagi para investor, sambil tetap menjaga keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bangun Rumah 2 Lantai Lebih Aman dengan Kombinasi Besi yang Tepat
Kanopi Pabrik Ambruk? Ini Kesalahan Pemilihan Besi yang Sering Terjadi
Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton
Kejadian Perlintasan Meningkat di 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan dan Tidak Beraktivitas di Jalur KA
Bittime Mining Points 2.0 Resmi Berakhir Bittime Raih Antusiasme dan Respon Positif Investor
Kemudahan Akses New Era of Real World Assets (RWA) Kini Tersedia di Bittime
Perkuat Dukungan Infrastruktur Air Krakatau Pipe Resmi Memulai Pengiriman Perdana Proyek Karian
Kenapa Harga Besi Murah Justru Bikin Biaya Membengkak?
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 00:00 WIB

Bangun Rumah 2 Lantai Lebih Aman dengan Kombinasi Besi yang Tepat

Rabu, 29 April 2026 - 00:00 WIB

Kanopi Pabrik Ambruk? Ini Kesalahan Pemilihan Besi yang Sering Terjadi

Rabu, 29 April 2026 - 00:00 WIB

Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

Selasa, 28 April 2026 - 21:00 WIB

Kejadian Perlintasan Meningkat di 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan dan Tidak Beraktivitas di Jalur KA

Selasa, 28 April 2026 - 20:01 WIB

Kemudahan Akses New Era of Real World Assets (RWA) Kini Tersedia di Bittime

Selasa, 28 April 2026 - 19:01 WIB

Perkuat Dukungan Infrastruktur Air Krakatau Pipe Resmi Memulai Pengiriman Perdana Proyek Karian

Selasa, 28 April 2026 - 19:01 WIB

Kenapa Harga Besi Murah Justru Bikin Biaya Membengkak?

Selasa, 28 April 2026 - 19:01 WIB

Bank Neo Commerce Dukung Tren Padel Jakarta lewat The Royals Battle presented by neobank

Berita Terbaru