Bitcoin Koreksi Hingga Sentuh $93.000, Bittime Ajak Perluas Diversifikasi Aset Investasi dan Tingkatkan Strategi Investasi Terukur

- Editor

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 17 November 2025 – Nilai aset Bitcoin kembali melemah dalam seminggu terakhir, dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling bersinggungan, dan sempat turun ke kisaran bawah sekitar US$ 93.000. Bittime, platform crypto exchange terdepan di Indonesia memandang bahwa momen koreksi ini, dapat jadi peluang untuk memperluas diversifikasi aset investasi.

Setelah sebelumnya memuncak di kisaran US$ 125.000 pada Oktober lalu, Bitcoin jatuh hingga 10,57% dalam seminggu terakhir. Dikutip dari The Economic Times,  koreksi ini tidak hanya terjadi secara teknikal, tetapi juga karena perubahan ekspektasi makroekonomi dan kondisi sentimen pasar yang semakin berhati-hati.

Terpantau, index Fear dan Greed terhadap kondisi psikologi pasar pada kapitalisasi market Coinmarketcap, sentimen pasar kini menyentuh level Extreme fear. Hal ini menunjukkan terdapat tekanan jual yang besar pada pasar aset Bitcoin, dampak sentimen pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Pasar memperkirakan kemungkinan pemangkasan sangat besar, tetapi kini peluangnya jauh lebih kecil. Karena itu hal tersebut mendorong terjadinya tekanan jual. Sedangkan secara teknikal, Bitcoin telah menembus level support penting. Menandakan bahwa zona “pantulan” yang sebelumnya dipercaya sebagai daerah pembeli mulai rapuh.

Baca Juga :  Ramadhan Penuh Berkah, Grup PT Pelindo Sinergi Lokaseva Salurkan Lebih dari 4.000 Bantuan Sosial bagi Masyarakat

Sebagai salah satu Top 3 platform exchange aset kripto di Indonesia, Bittime melihat bahwa meskipun volatilitas meningkat, momen ini bisa menjadi titik awal yang tepat. Di mana, situasi ini memberi kesempatan guna memperluas diversifikasi aset dan memperkuat strategi investasi dengan landasan yang lebih kuat.

Ryan Lymn, CEO Bittime, membagikan bahwa koreksi harga pada pasar aset kripto justru dapat menjadi momentum “Begin Investing Today”. Turunnya harga aset justru dapat jadi peluang untuk memulai langkah kecil investasi aset kripto dan membangun strategi investasi berkelanjutan.

“Di tengah situasi makro yang menuntut kewaspadaan, Bittime memastikan bahwa generasi muda dan investor aset kripto Indonesia memiliki akses ke platform yang terpercaya, cepat, efisien, dan murah. Sehingga, para investor dan trader Indonesia dapat memanfaatkan momentum pasar dengan maksimal sesuai dengan tingkat risiko masing-masing,” jelas Ryan.

Ia menambahkan, dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi global, termasuk kebijakan moneter, likuiditas global, dan regulasi yang semakin ketat. Bittime berkomitmen untuk menjadi wadah terpercaya dan efisien bagi masyarakat Indonesia untuk dapat mengamankan, sekaligus mengembangkan nilai asetnya.

Baca Juga :  UMKM Dapat Kelola Jaringan Internet Bisnis Secara Efisien dan Gratis

Dengan filosofi BIT: Begin Investing Today dan TIME: Trustworthy, Immediate, Minimized, dan Effortless, Bittime mengajak untuk mulai berinvestasi dan memperluas diversifikasi aset. Sebab, pihaknya percaya fondasi investasi yang kuat tidak dibangun saat pasar sedang melonjak, melainkan ketika kondisi menuntut kehati-hatian dan strategi yang matang.

Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Investasi bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi tentang melindungi nilai aset yang sudah dimiliki.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan
Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen
Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali
Sistem Teknologi LRT Jabodebek Jadi Kunci Keselamatan Operasional untuk Kenyamanan Pelanggan
Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional
AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web
Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha
“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:00 WIB

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan

Senin, 27 April 2026 - 20:00 WIB

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Senin, 27 April 2026 - 19:00 WIB

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Senin, 27 April 2026 - 17:00 WIB

Sistem Teknologi LRT Jabodebek Jadi Kunci Keselamatan Operasional untuk Kenyamanan Pelanggan

Senin, 27 April 2026 - 17:00 WIB

Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WIB

Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University

Berita Terbaru