Bittime Listing SUN dan VELO, Perkuat Ekosistem Aset Kripto Indonesia

- Editor

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 23 September 2025 – Pasar aset kripto Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya dua token baru yang menarik perhatian para investor, yaitu SUN dan VELO. Keduanya bukan sekadar aset yang diperdagangkan, melainkan token yang memiliki fungsi penting dalam dunia blockchain. Kehadiran mereka memberikan peluang langsung bagi para investor untuk berinteraksi langsung dengan proyek-proyek yang berfokus pada utilitas, tata kelola, dan solusi nyata di dunia digital.

SUN adalah token bawaan dari SUN.io, sebuah platform yang beroperasi dibawah jaringan TRON yang menawarkan berbagai layanan, mulai dari pertukaran stablecoin, penambangan token, hingga mekanisme tata kelola komunitas. Keunggulannya terletak para pemegang token SUN yang memiliki hak suara dalam menyarankan protokol, memungkinkan mereka untuk secara aktif membentuk masa depan platform.

Selain itu, SUN juga berfungsi sebagai instrumen untuk memperoleh imbalan dari staking dan berpartisipasi dalam penyediaan likuiditas, yang secara langsung memberikan insentif bagi partisipasi aktif komunitas. Dengan demikian, nilai SUN tidak hanya bergantung pada spekulasi pasar, melainkan pada utilitasnya yang mendalam dalam mendukung dan mengembangkan ekosistem decentralized finance atau DeFi di jaringan TRON. 

Baca Juga :  500 Orang Siap Dimodalin! Rizki Aditama dan FOREXimf Luncurkan Setra Capital Program : Revolusi Pendanaan Trader Pertama di Indonesia!

Di sisi lain, VELO token asli dari Velo Labs, sebuah jaringan keuangan berbasis blockchain yang didesain untuk memfasilitasi transfer nilai yang aman dan efisien antar bisnis. Sebagai inti dari Velo Protocol, token ini memungkinkan penerbitan kredit digital yang didukung oleh jaminan yang terikat pada mata uang fiat. 

Lebih dari sekadar alat tukar, VELO juga berfungsi sebagai jaminan dalam ekosistem dan memberikan akses bagi penggunanya untuk berpartisipasi dalam layanan keuangan platform, mempermudah perpindahan aset antar blockchain yang berbeda. Velo Labs berkomitmen untuk membangun kerangka kerja yang fleksibel dan terpercaya untuk transfer nilai digital di seluruh dunia. 

Meskipun keduanya berasal dari ekosistem yang berbeda, SUN dan VELO memiliki kesamaan mendasar yaitu, keduanya adalah token utilitas dan tata kelola. Baik SUN maupun VELO melampaui fungsi mata uang digital biasa, karena keduanya memberikan hak kepada para pemegangnya untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan proyek. Kesamaan kedua adalah fokusnya pada pembangunan ekosistem yang kuat. 

Baca Juga :  Kinerja SPU Syariah Pasar Uang Syariah BRI-MI Tumbuh Positif di Tengah Ketidakpastian Pasar

Melihat hal ini, Bittime, platform crypto exchange yang resmi dan berlisensi di Indonesia, resmi melisting kedua token tersebut pada platformnya. Dengan menghadirkan kedua token ini, Bittime tidak hanya menyediakan beragam pilihan bagi para investor, tetapi juga memperlihatkan evolusi aset kripto yang terus berinovasi, menggabungkan teknologi canggih dengan ekspresi budaya yang unik.

Langkah ini menjadi bukti bahwa Bittime terus mengikuti perkembangan industri kripto global, menghadirkan aset-aset berkualitas yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang dan peran yang jelas dalam ekosistem digital.

Tentu perlu dipahami bahwa seperti bentuk investasi lain, memilih aset kripto yang akan diinvestasikan, sebaiknya berdasarkan literasi dan pemahaman yang memadai, bukan sekadar euforia pasar.

Seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime. 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Sabtu, 25 April 2026 - 08:00 WIB

Didorong Kementan, Holding Perkebunan Nusantara Percepat Hilirisasi Gambir Nasional

Berita Terbaru