Bittime Tanggapi Bitcoin Tembus $95.000 Akankah Jadi Sinyal Kebangkitan Menuju Rekor Baru?

- Editor

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 14 Januari 2026 – Aset kripto nomor satu di dunia, Bitcoin, akhirnya menunjukkan pergerakan positif yang signifikan setelah sempat tertahan dalam fase konsolidasi. Bertepatan dengan ini, Bittime tegaskan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. 

Harga Bitcoin kini telah berhasil melampaui zona $95.000 dan menunjukkan ketahanan yang cukup kuat di level tersebut. Momentum ini pun membuat banyak pihak mulai melihat kembali prediksi optimis dari para pengamat pasar global sebagai sesuatu yang sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Seiring dengan meningkatnya kekuatan beli, target harga yang sebelumnya dianggap spekulatif kini mulai memiliki dasar teknis yang lebih kuat. Salah satunya adalah pandangan dari Tom Lee yang memproyeksikan adanya rekor tertinggi baru pada akhir Januari 2026. 

Dukungan terhadap kenaikan harga ini juga diperkuat oleh data ketersediaan pasokan di dalam jaringan. Saat ini, sebagian besar pemegang Bitcoin berada dalam posisi keuntungan karena harga beli rata-rata mereka berada di bawah harga pasar saat ini. 

Baca Juga :  Integrasikan API Tanda Tangan ke Aplikasi Anda dengan Mudah

Khususnya bagi pasar Indonesia, dampak psikologis menjadi faktor yang paling terasa. Reli harga ini biasanya memicu fenomena “takut ketinggalan” atau FOMO di kalangan investor milenial dan Gen Z, yang merupakan basis terbesar pengguna aset kripto di tanah air. 

Di sisi lain, sebagai salah satu platform perdagangan aset kripto berlisensi di Indonesia, Bittime turut menegaskan pentingnya literasi agar masyarakat mampu memilah informasi secara bijak di tengah sinyal pasar yang beragam. 

Diharapkan dengan literasi yang baik, para investor aset kripto dapat mengelola portofolio mereka secara lebih strategis dan tetap tenang dalam menghadapi dinamika pasar yang sering kali tidak terduga, ungkap Efma Pasangka, PR & Marcom Manager Bittime.

Baca Juga :  Komitmen Transparansi: KAI Daop 1 Jakarta Selenggarakan Seleksi Kesehatan Rekrutmen Bersama BUMN

Dalam hal ini, investasi jangka panjang seperti memanfaatkan fitur fleksibel staking belakangan menjadi salah satu strategi investasi yang kini banyak dilirik oleh investor. Fitur yang tersedia di platform Bittime ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan aset dan mendapatkan imbal hasil atau bunga harian secara otomatis, namun tetap memberikan kebebasan penuh untuk menarik aset tersebut kapan saja tanpa adanya periode penguncian.

Hal ini dipandang menjadi salah satu strategi investasi yang menggabungkan fleksibilitas pergerakan pasar dan pengembangan nilai aset disaat bersamaan. Namun, seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru