BRI Manajemen Investasi dan KSPM FEB UI Gelar Pelatihan Kursus Sekolah Pasar Modal

- Editor

Jumat, 29 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam upaya mendorong literasi investasi di kalangan generasi muda, BRI Manajemen Investasi (BRI-MI), bekerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (KSPM FEB UI), menggelar pelatihan Sekolah Pasar Modal. Kegiatan edukatif ini berlangsung pada tanggal 25 November 2024, di Aula Manajemen FEB UI, Depok, Jawa Barat.

Jakarta
Dalam upaya mendorong
literasi investasi di kalangan generasi muda, BRI Manajemen Investasi (BRI-MI),
bekerja sama dengan Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi & Bisnis
Universitas Indonesia (KSPM FEB UI), menggelar pelatihan Sekolah Pasar Modal.
Kegiatan edukatif ini berlangsung pada tanggal 25 November 2024, di Aula
Manajemen FEB UI, Depok, Jawa Barat.

Kepala
Divisi Corporate Secretary & Communication BRI-MI, Bagus Setyawan
mengatakan, kegiatan ini menunjukkan berkomitmen BRI-MI dalam mencetak generasi
muda yang memiliki wawasan yang baik dalam mengambil keputusan keuangan,
sejalan dengan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Dengan
bekal literasi investasi yang memadai, para peserta diharapkan mampu
memaksimalkan potensi investasi mereka, sekaligus melindungi diri dari jebakan
penipuan atau investasi bodong yang semakin marak di Indonesia,” ujar Bagus.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Bangun Gedung, Ini Alasan Proyek Waringin Megah Bisa Lebih Cepat dan Aman

Ia
menambahkan bahwa kegiatan ini tak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi
juga momentum bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman,
dan membangun langkah awal yang solid dalam perjalanan investasi mereka.

Usung
Tema BRI-MI Youth Investment Talk

Adapun
sesi pelatihan ini mengusung tema BRI-MI Youth Investment Talk, dengan harapan
mampu meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya pengelolaan
keuangan yang bijak dan strategi investasi yang tepat. 

Acara
diisi oleh fasilitator dari unit Bisnis dan Analis BRI-MI, yaitu Tunggul S.
Sitindjak selaku Kepala Divisi Retail Digital Partnership, dan Muhammad Naufal
Yunas selaku Equity Research Analyst. Masing-masing fasilitator memaparkan
seputar literasi keuangan dan pemahaman tentang investasi di pasar modal.

“Kami
menyambut baik kolaborasi acara bersama dengan KSPM UI. Tentunya, kegiatan
literasi seperti ini dapat meningkatkan wawasan investasi yang dimiliki oleh
rekan rekan mahasiswa dan mahasiswi FEB UI,” ujar Tunggul.

Adapun
dalam pemaparannya, Tunggul menyoroti produk pasar uang, seperti Reksa Dana
Seruni Pasar Uang II (SPU II). Ia memaparkan bahwa produk tersebut cocok untuk investor
pemula yang ingin berinvestasi namun masih ingin tetap menjaga nilai
investasinya.

Baca Juga :  Pesatnya Pertumbuhan Konten Kreator, URALA Indonesia Ajak Masyarakat Waspadai Penipuan

“Reksa
dana pasar uang merupakan pilihan yang tepat bagi mahasiswa yang ingin memulai
perjalanan investasi dengan risiko rendah. Produk ini dirancang untuk menjaga
stabilitas nilai investasi sambil memberikan peluang imbal hasil yang
kompetitif,” ujarnya.

Sejalan
dengan Tunggul, Naufal mengatakan bahwa investasi menjadi salah satu kunci
penting bagi anak muda untuk mewujudkan finansial yang sehat masa depan. Namun,
ia menambahkan untuk mencapai hal tersebut, masih terdapat tantangan yang perlu
diketahui dan diperhatikan oleh anak anak muda.

“Dengan
tingginya antusiasme tersebut, terdapat tantangan besar yang dihadapi oleh anak
muda yang perlu kami sampaikan, yakni risiko rendahnya literasi keuangan dan
ancaman investasi bodong yang terus bermunculan,” tutup Naufal.

Untuk informasi lebih lanjut tentang
BRI Manajemen Investasi dan produk-produknya, kunjungi instagram resmi BRI-MI
di @brimi.official atau melalui website resmi BRI-MI di https://bri-mi.co.id/.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru