Cadangan Rahasia 600 Ribu Bitcoin Venezuela Terungkap, Dampak Penangkapan Maduro terhadap Pasar Aset Kripto Global?

- Editor

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 05 Januari 2026 – Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dalam operasi militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat pada awal Januari 2026,  diberitakan telah membuka rahasia besar mengenai kekayaan aset digital Venezuela. Bittime tegaskan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang.

Sebelumnya, selama bertahun-tahun, spekulasi mengenai cadangan Bitcoin negara tersebut terus beredar, namun laporan intelijen terbaru kini memberikan gambaran yang jauh lebih jelas dan mengejutkan. Venezuela diduga kuat telah mengumpulkan “cadangan bayangan” sebesar 600.000 hingga 660.000 BTC. 

Besarnya kepemilikan ini menempatkan Venezuela sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia, bahkan mampu bersaing dengan raksasa institusional global seperti BlackRock dan MicroStrategy. 

Pengungkapan ini diperkirakan akan mengubah dinamika pasokan serta sentimen pasar aset kripto secara sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data yang dihimpun oleh berbagai sumber intelijen keuangan, akumulasi masif ini bukan terjadi secara instan, melainkan dimulai sejak tahun 2018 melalui strategi yang sangat terencana untuk menghindari sanksi internasional.

Baca Juga :  Rekomendasi Underpad Anjing Seharian di Dalam Rumah

Setelah kegagalan aset kripto Petro yang didukung pemerintah, ketergantungan rezim terhadap aset digital justru semakin meningkat. Perusahaan minyak negara, Petróleos de Venezuela atau PDVSA, mulai diinstruksikan untuk menerima pembayaran ekspor minyak mentah dalam bentuk USDT guna memitigasi risiko pembukaan rekening bank tradisional oleh otoritas Amerika Serikat. 

Keuntungan dari transaksi minyak ini kemudian dialihkan ke Bitcoin untuk menghilangkan jejak dan mengurangi paparan terhadap dolar AS. Selain itu, tindakan tegas pemerintah terhadap operasi penambangan Bitcoin ilegal di dalam negeri turut menambah cadangan negara hingga mencapai estimasi 3% dari total pasokan Bitcoin yang beredar di seluruh dunia.

Di sisi lain, kondisi geopolitik yang memanas ini membawa dampak yang nyata bagi pasar aset kripto di Indonesia, ketidakpastian politik di Venezuela sebagai salah satu pemilik cadangan minyak terbesar di dunia berisiko memicu kenaikan harga energi yang dapat merambat ke pasar keuangan domestik.

Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak mentah global seringkali memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah dan meningkatkan kekhawatiran akan inflasi akibat naiknya biaya logistik dan transportasi. Bagi para investor di tanah air, situasi ini menuntut strategi investasi yang lebih cerdas agar tetap bisa meraih keuntungan. 

Baca Juga :  UMKM Dapat Kelola Jaringan Internet Bisnis Secara Efisien dan Gratis

Salah satu solusi yang kini banyak dilirik oleh investor lokal adalah memanfaatkan fitur Flexible Staking yang tersedia di platform Bittime. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan aset kripto mereka dan mendapatkan imbal hasil atau bunga harian secara otomatis, namun tetap memberikan kebebasan penuh untuk menarik aset tersebut kapan saja tanpa adanya periode penguncian.

Namun, seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, KAI Daop 4 Semarang Gelar Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Cepu
Suplai Beton Readymix WSBP Dorong Progres Jembatan Musi V, Struktur Utama Kini Telah Tersambung
Jelang Rilis NFP, Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan Berkelanjutan
Dirut Jasa Marga: Sukses Melayani 5,8 Juta Kendaraan Lewati Jalan Tol Jasa Marga Group Periode Libur Nataru 2025/2026
Pengaruh Centang Biru WhatsApp untuk Tingkatkan Penjualan
Lintasarta Perkuat Kolaborasi dengan Starlink untuk Pemerataan Akses Digital Nasional
KAI Daop 1 Dukung Program Angkutan Motor Gratis DJKA Kemenhub, Angkut 4.144 Unit Sepeda Motor Selama Nataru 2025/2026
NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A Dibuka 6 Januari 2026, Kini Lebih Fleksibel!
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:09 WIB

Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, KAI Daop 4 Semarang Gelar Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Cepu

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Suplai Beton Readymix WSBP Dorong Progres Jembatan Musi V, Struktur Utama Kini Telah Tersambung

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:04 WIB

Jelang Rilis NFP, Harga Emas Tunjukkan Sinyal Penguatan Berkelanjutan

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:39 WIB

Dirut Jasa Marga: Sukses Melayani 5,8 Juta Kendaraan Lewati Jalan Tol Jasa Marga Group Periode Libur Nataru 2025/2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 08:56 WIB

Lintasarta Perkuat Kolaborasi dengan Starlink untuk Pemerataan Akses Digital Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 08:23 WIB

KAI Daop 1 Dukung Program Angkutan Motor Gratis DJKA Kemenhub, Angkut 4.144 Unit Sepeda Motor Selama Nataru 2025/2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 08:05 WIB

NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A Dibuka 6 Januari 2026, Kini Lebih Fleksibel!

Rabu, 7 Januari 2026 - 06:05 WIB

Ketepatan Waktu KA Berangkat Capai 99,57 Persen, KAI Daop 2 Bandung Operasikan 3.258 Perjalanan Selama Angkutan Nataru 2025/2026

Berita Terbaru