Emas Tetap Menarik Sebagai Aset Safe Haven, Peluang Kenaikan XAU/USD Masih Terbuka

- Editor

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan di hari Senin, 9 Februari 2026 diperkirakan masih berada dalam rentang fluktuatif, namun dengan kecenderungan melanjutkan penguatan. Setelah mengalami tekanan cukup signifikan pada sesi sebelumnya, emas kini memasuki fase konsolidasi yang dinilai sebagai bagian dari proses penyesuaian pasar. Berdasarkan kajian Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Andy Nugraha, penurunan lebih dari 1% yang terjadi pada sesi Amerika Utara hari Rabu tidak serta-merta mengubah arah tren utama emas yang masih condong ke atas.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas sempat mencapai level tertinggi dalam tiga hari terakhir di sekitar US$5.091 per ounce. Namun, penguatan tersebut diikuti oleh aksi koreksi sehingga XAU/USD kembali bergerak di area US$4.901. Tekanan tersebut muncul seiring dengan penguatan Dolar AS secara moderat serta beragamnya sentimen yang berkembang di pasar keuangan global. Meski demikian, koreksi tersebut dinilai masih wajar dalam konteks tren naik yang sedang berlangsung.

Secara teknikal, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan harga emas masih berada dalam jalur bullish. Pola candlestick yang terbentuk pada timeframe harian, ditambah dengan posisi harga yang masih bertahan di atas indikator Moving Average utama, menunjukkan bahwa dominasi pembeli belum sepenuhnya melemah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa minat beli masih cukup kuat, meskipun pasar sempat diwarnai aksi ambil untung setelah reli tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Perusahaan Konstruksi Tiongkok di Pasar Infrastruktur Indonesia

Berdasarkan analisis teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan dua kemungkinan skenario pergerakan emas hari ini. Pada skenario positif, apabila tekanan beli kembali menguat dan harga mampu bertahan di atas area support penting, maka XAU/USD berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance di kisaran US$5.086. Level ini menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah emas mampu melanjutkan tren naiknya dalam jangka pendek. Sebaliknya, apabila harga gagal mempertahankan momentum dan kembali terkoreksi, maka potensi penurunan terdekat diperkirakan menuju area support di sekitar US$4.841.

Dari sisi fundamental, pergerakan emas juga mendapat dukungan pada sesi awal perdagangan Asia hari Kamis. Harga XAU/USD sempat kembali menguat hingga mendekati level US$5.005, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya setelah insiden penembakan drone Iran oleh militer Amerika Serikat di wilayah Laut Arab. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik antara AS dan Iran, meskipun kedua negara telah menyatakan akan melanjutkan dialog diplomatik melalui pertemuan di Oman.

Baca Juga :  Jasa Video Profesional: Solusi Konten Berkualitas Tinggi untuk Branding Bisnis

Namun demikian, prospek penguatan emas tidak lepas dari berbagai tantangan eksternal. Penguatan Dolar AS masih menjadi faktor yang berpotensi menahan laju kenaikan harga emas, tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang berada di level 97,67. Selain itu, perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve juga turut memengaruhi pergerakan emas. Pasar saat ini memperkirakan peluang penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan Juni berada di kisaran 46%, seiring munculnya pandangan bahwa bank sentral AS akan bersikap lebih hawkish.

Data ekonomi AS yang beragam turut memperkuat volatilitas pasar. Laporan ketenagakerjaan ADP menunjukkan penambahan tenaga kerja yang lebih rendah dari ekspektasi, sementara PMI Jasa AS justru mencatatkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan. Menurut Andy Nugraha, kombinasi data yang tidak sepenuhnya sejalan tersebut menciptakan ketidakpastian yang mendorong pergerakan harga emas menjadi lebih dinamis. Dengan latar belakang tersebut, harga emas hari ini diperkirakan masih bergerak fluktuatif namun tetap menyimpan potensi penguatan, sehingga pelaku pasar diimbau untuk menerapkan strategi yang disiplin serta manajemen risiko yang terukur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru