Hadiri Forum OKI, Menteri Pekerjaan Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Sejumlah Anggota Negara

- Editor

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeddah, Arab Saudi 23 Oktober 2025 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan para mitra internasional dan sejumlah menteri dari negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Pertemuan ini digelar di sela-sela kehadirannya dalam The 5th Islamic Conference of Ministers Responsible for Water di Jeddah, Arab Saudi, pada 21–22 Oktober 2025.

Langkah
diplomasi bilateral ini dimanfaatkan Menteri Dody untuk memperkuat kerja sama
teknis serta menjajaki peluang pembiayaan inovatif di sektor Sumber Daya Air.

Kementerian PU, menurut Dody, membuka peluang seluasnya
bagi investasi luar di sektor infrastruktur air. Hal ini didorong oleh
kenyataan terbatasnya kemampuan pendanaan pemerintah untuk membiayai seluruh
proyek infrastruktur air yang dibutuhkan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami
mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk
memperkuat ketahanan air dan iklim,” jelas Menteri Dody di Jeddah.

Adapun Konferensi Menteri OKI ke-5 yang dihadiri Menteri
Dody mengusung tema “From Vision to Impact”. Forum ini mempertemukan para
menteri negara anggota OKI serta lembaga internasional untuk memperkuat kerja
sama di bidang Sumber Daya Air.

Baca Juga :  75% Lulusan Tembus Kampus Luar Negeri, BINUS SCHOOL Serpong Wisuda 193 Siswa

Dalam pidato utamanya di forum tersebut, Menteri Dody
mengajak seluruh negara untuk memandang investasi di sektor air sebagai
investasi yang merujuk pada martabat, stabilitas, dan perdamaian dunia.

“Setiap investasi di bidang air adalah investasi untuk
martabat, stabilitas, dan perdamaian, ekonomi kepercayaan yang sesungguhnya.
Air bukan hanya sumber daya, air adalah fondasi ketahanan pangan, transformasi
energi, dan kehormatan manusia,” kata Menteri Dody di hadapan para Menteri OKI.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa di bawah kepemimpinan
Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah melaksanakan Visi Asta Cita. Dalam
visi tersebut, pembangunan infrastruktur air menjadi prioritas utama sebagai
landasan kedaulatan pangan dan energi nasional.

Sebagai tindak lanjut konkret dari penyelenggaraan World
Water Forum ke-10 di Bali pada Mei 2024 lalu, Menteri Dody menyampaikan bahwa
Indonesia telah mendirikan Pusat Keunggulan untuk Ketahanan Air dan Iklim
(Center of Excellence for Water and Climate Resilience).

Baca Juga :  Emas Tertekan di Bawah $4.000, Pasar Tunggu Keputusan The Fed dan Pertemuan AS–Tiongkok

Ia pun mengundang seluruh negara anggota OKI untuk
berkolaborasi melalui platform tersebut guna memperkuat inovasi, penelitian,
dan peningkatan kapasitas di sektor air.

“Kami mengundang semua negara untuk bergabung, bukan
sebagai pengamat, melainkan sebagai mitra. Bersama-sama, kita ubah gagasan
menjadi tindakan dan kolaborasi menjadi berkah bagi umat,” tutur Menteri Dody.

Dalam kesempatan itu, Menteri Dody juga menyampaikan
apresiasi atas peran Kerajaan Arab Saudi sebagai tuan rumah. Indonesia,
tegasnya, siap mendukung penyelenggaraan World Water Forum ke-11 di Riyadh,
Arab Saudi, pada tahun 2027 mendatang.

Kehadiran Menteri PU Dody Hanggodo dalam forum OKI di
Jeddah ini menjadi agenda penting untuk menegaskan komitmen Indonesia sekaligus
menggalang kerja sama praktis melalui serangkaian pertemuan bilateral dengan
negara-negara anggota OKI.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak –
Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Berita Terbaru