Harga Emas Berpeluang Kembali Naik, Investor Cermati Arah Kebijakan The Fed

- Editor

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan hari ini masih berlangsung dinamis dengan kecenderungan bergerak tidak stabil. Setelah sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di atas area US$5.500 per ounce, harga emas mengalami tekanan koreksi yang cukup dalam. Penurunan tersebut dipicu oleh kombinasi penguatan dolar Amerika Serikat serta melemahnya minat terhadap aset safe haven, seiring dengan rilis sejumlah data ekonomi AS dan perkembangan terbaru terkait kebijakan moneter Federal Reserve. Meski sempat tertekan, emas mulai menunjukkan upaya pemulihan terbatas yang mengindikasikan adanya ketertarikan beli dari pelaku pasar di level harga yang lebih rendah.

Berdasarkan analisis yang disampaikan oleh Andy Nugraha dari Dupoin Futures, koreksi harga emas yang terjadi saat ini masih dapat dikategorikan sebagai fase penyesuaian yang wajar. Dalam perspektif tren jangka menengah hingga panjang, arah pergerakan emas dinilai masih berada dalam struktur bullish. Tekanan jual yang muncul lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, setelah pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang berpotensi lebih ketat dalam waktu dekat. Selain itu, mencuatnya nama figur beraliran hawkish seperti Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed turut menambah tekanan sementara terhadap emas, karena memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar.

Baca Juga :  DJKA dan KAI Lakukan Rampcheck Standar Pelayanan Minimum LRT Jabodebek untuk Memastikan Kesiapan Menjelang Angkutan Nataru 2025/2026

Meski sentimen tersebut memberi dampak negatif dalam jangka pendek, Andy Nugraha menegaskan bahwa tekanan yang ada belum cukup kuat untuk membalikkan tren utama emas secara keseluruhan. Apabila kondisi pasar kembali kondusif dan minat risiko mulai membaik, harga emas berpeluang melanjutkan pergerakan naik. Dalam skenario positif, XAU/USD diproyeksikan dapat mengarah ke area 5.282 pada pekan depan. Level tersebut dipandang sebagai target teknikal penting, khususnya jika harga mampu bertahan di atas area support dinamis dan dorongan beli kembali menguat.

Namun demikian, Dupoin Futures juga mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mengantisipasi kemungkinan skenario negatif. Jika harga emas mengalami pembalikan arah yang lebih dalam dan menembus level kunci di sekitar 4.368, maka tekanan jual lanjutan berpotensi membawa harga turun menuju area 4.033 pada pekan mendatang. Skenario ini bisa terjadi apabila dolar AS melanjutkan penguatannya, didukung oleh data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis lebih solid dari perkiraan pasar. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, sehingga menekan pergerakan harga emas.

Dari sisi fundamental, prospek emas untuk jangka menengah hingga panjang masih dinilai cukup menjanjikan. Salah satu faktor utama yang menopang outlook positif ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang tahun 2026. Penurunan suku bunga umumnya akan menekan imbal hasil riil dan mengurangi opportunity cost dalam memegang emas, sehingga membuat logam mulia ini kembali menarik bagi investor. Selain itu, permintaan emas sebagai aset lindung nilai masih relatif kuat, terutama dari investor institusional dan bank sentral global yang terus melakukan diversifikasi cadangan devisa mereka.

Baca Juga :  Inovasi dan Keunikan dalam Pembangunan Terowongan Karya Anak Bangsa di Samarinda yang digarap oleh PTPP

Sejumlah bank besar dunia juga masih mempertahankan proyeksi positif terhadap harga emas dalam jangka tahunan, meskipun volatilitas jangka pendek cukup tinggi akibat dinamika kebijakan moneter. Hal ini menunjukkan bahwa secara fundamental, permintaan terhadap emas masih dianggap solid dan tidak mudah tergerus oleh sentimen sesaat.

Ke depan, arah pergerakan harga emas diperkirakan akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi utama Amerika Serikat, seperti laporan ketenagakerjaan, inflasi, serta perkembangan CPI dan real yield. Data-data tersebut berpotensi menjadi pemicu pergerakan signifikan, terutama jika hasilnya menyimpang jauh dari ekspektasi pasar. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan fundamental dan teknikal secara berimbang sebagai dasar dalam menentukan strategi transaksi emas di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

40 Tahun Berkiprah, Waringin Megah General Contractor Perkuat Regenerasi dan Daya Saing Bisnis
KAI Daop 4 Semarang Perkuat Layanan Kesehatan Pegawai melalui Kolaborasi dengan Primaya Hospital
Akomodir Transportasi Lebaran, KAI Divre III Palembang Bersama Pemprov Sumsel, dan Bank Sumsel Babel Gelar Mudik Gratis Lebaran 2026
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga
Pengiriman Logistik Jelang Ramadan Diprediksi Naik Hingga 30%, Bagaimana Kesiapan Customer Service Anda?
Kementerian PU Berhasil Fungsikan Kembali 143 SPAM di Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Libur Imlek 2026, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 234 Ribu Tempat Duduk
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 01:00 WIB

40 Tahun Berkiprah, Waringin Megah General Contractor Perkuat Regenerasi dan Daya Saing Bisnis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 01:00 WIB

KAI Daop 4 Semarang Perkuat Layanan Kesehatan Pegawai melalui Kolaborasi dengan Primaya Hospital

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:00 WIB

Akomodir Transportasi Lebaran, KAI Divre III Palembang Bersama Pemprov Sumsel, dan Bank Sumsel Babel Gelar Mudik Gratis Lebaran 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:01 WIB

PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:00 WIB

Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:00 WIB

Kementerian PU Berhasil Fungsikan Kembali 143 SPAM di Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:01 WIB

Libur Imlek 2026, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 234 Ribu Tempat Duduk

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:01 WIB

Pemesanan Tiket Kereta Api Reguler Lebaran Dibuka Bertahap, H2 Lebaran Masih Tersedia

Berita Terbaru