Harga Emas Masih Kuat, Tren Kenaikan Berlanjut di Tengah Tekanan Global

- Editor

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan
harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada
dalam jalur penguatan, seiring berlanjutnya tren kenaikan yang telah
berlangsung selama beberapa sesi terakhir. Logam mulia tersebut kembali
menunjukkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya
ketidakpastian global, baik dari sisi geopolitik maupun kondisi ekonomi
internasional. Pada perdagangan awal, harga emas tercatat menyentuh area
tertinggi baru di kisaran $5.220 per troy ounce, mencerminkan sentimen pasar
yang masih sangat positif terhadap emas.

Analis Dupoin
Futures
, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa penguatan emas ini telah terjadi
selama tujuh hari berturut-turut, dengan kenaikan terakhir lebih dari 0,60%.
Menurutnya, lonjakan harga emas tidak lepas dari meningkatnya ketegangan
geopolitik global yang mendorong investor untuk mencari aset aman guna
melindungi nilai portofolio mereka. Situasi ini diperparah oleh kekhawatiran
pasar terhadap potensi intervensi di pasar valuta asing, khususnya wacana untuk
menopang nilai tukar Yen Jepang, yang semakin memperkuat daya tarik emas
sebagai instrumen safe-haven.

Dari sisi
teknikal, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan harga emas masih menunjukkan
kecenderungan yang sangat kuat. Pola candlestick yang terbentuk mengindikasikan
dominasi pembeli, sementara indikator Moving Average mempertegas bahwa arah
tren jangka pendek hingga menengah tetap berada dalam fase bullish. Selama
harga mampu bertahan di atas area support utama, momentum kenaikan dinilai
masih cukup solid untuk mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Jejak Prestasi 2025: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Cyber Security BINUS UNIVERSITY Tembus Black Hat Europe

Lebih
lanjut, Andy memproyeksikan bahwa apabila tekanan beli tetap terjaga, XAU/USD
berpeluang melanjutkan penguatan hingga mendekati level psikologis $5.300.
Level ini dinilai penting karena dapat menjadi konfirmasi lanjutan atas
kekuatan tren naik yang sedang berlangsung. Namun demikian, ia juga
mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap terbuka, terutama jika harga gagal
melanjutkan kenaikan. Dalam skenario korektif, area $5.155 dipandang sebagai
support terdekat yang berpotensi menjadi tujuan penurunan harga sebelum kembali
menentukan arah berikutnya.

Sementara
itu, dinamika pasar global turut memperkuat sentimen positif terhadap emas.
Pergerakan harga menunjukkan bahwa pelaku pasar masih sangat sensitif terhadap
isu-isu risiko global, mulai dari eskalasi perang dagang hingga ketidakpastian
arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelemahan dolar AS menjadi salah satu
faktor utama yang menopang harga emas, di mana Indeks Dolar AS (DXY) terus
tertekan dan mencatatkan level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi
ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif
lebih murah bagi investor global.

Sentimen
terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat
yang menyebut bahwa nilai dolar masih berada pada level yang “cukup kuat”.
Pernyataan tersebut justru dinilai pasar sebagai sinyal ketidakselarasan
kebijakan, sehingga mendorong tekanan lanjutan pada DXY dan mempercepat aliran
dana ke aset aman seperti emas.

Baca Juga :  Demo Day Wirausaha Merdeka UNTAG 2024: Wadah Inovasi dan Kolaborasi Wirausahawan Mahasiswa di Seluruh Indonesia

Selain
faktor geopolitik dan nilai tukar, perhatian investor saat ini juga tertuju
pada keputusan Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan rilis hari ini.
Meskipun bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada
kisaran saat ini, pasar akan mencermati dengan seksama pernyataan Ketua The
Fed, Jerome Powell, guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.
Nada pernyataan yang dovish berpotensi memperpanjang pelemahan dolar dan
mendorong emas ke level yang lebih tinggi, sementara sikap hawkish dapat memicu
koreksi jangka pendek.

Tekanan
ekonomi global juga tercermin dari rilis data ekonomi AS terbaru, di mana Indeks
Kepercayaan Konsumen tercatat mengalami penurunan tajam dan berada di level
terendah sejak 2014. Data tersebut memperkuat kekhawatiran terhadap prospek
ekonomi dan mendorong investor untuk meningkatkan eksposur pada aset lindung
nilai.

Dengan
mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, prediksi harga emas
hari ini masih mengarah pada bias bullish jangka pendek, dengan $5.300 sebagai
target kenaikan utama dan $5.155 sebagai level support krusial. Pelaku pasar
diimbau untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik, data ekonomi, serta
kebijakan bank sentral yang berpotensi memicu volatilitas harga emas sepanjang
perdagangan hari ini.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet
Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui
LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas
FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee
PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik
Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:00 WIB

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas

Minggu, 26 April 2026 - 19:00 WIB

FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Berita Terbaru