Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pola Tumpangsari Sawit–Padi

- Editor

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini menjalar hingga ke tengah-tengah kebun sawit. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, anak usaha Holding Perkebunan PTPN III (Persero), memanfaatkan lahan peremajaan sawit rakyat untuk menanam padi gogo. Program ini telah memasuki tahap panen di dua daerah, Aceh dan Jambi, di Oktober 2025 ini.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Tanam Padi PTPN (TAMPAN), yakni menanam padi di sela tanaman sawit muda yang belum menghasilkan. Pola ini bukan hanya bertujuan mengoptimalkan lahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar perkebunan.

“Transformasi yang kami jalankan tidak semata pada digitalisasi atau efisiensi bisnis. Kami ingin memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar kebun. Padi gogo di sela sawit muda terbukti bisa mendukung ketahanan pangan,” ujar Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

PalmCo mencatat, sampai pertengahan Oktober, intercropping padi gogo telah diterapkan di tujuh regional kerja PalmCo, mencakup Sumatera Utara, Riau, Jambi, Aceh, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Total luas lahan mencapai lebih dari 500 hektare, baik melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), tumpangsari, maupun kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Baca Juga :  PTPN Group Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Timur

Panen Perdana di Aceh dan Jambi

Panen perdana dilakukan di lahan Universitas Al Muslim (Umuslim) Bireuen, Aceh, seluas 30 hektare pada awal Oktober. Tanaman padi gogo di lahan tersebut merupakan hasil kerja sama PalmCo dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen dan civitas akademika Umuslim.

Rektor Umuslim, Dr. Marwan, mengatakan, hasil panen menunjukkan bahwa padi gogo mampu beradaptasi dengan baik di tanah kering kawasan Bireuen. “Hasilnya menjanjikan. Ini bukan hanya riset akademik, tetapi juga kontribusi nyata untuk masyarakat sekitar,” sebutnya.

Sementara itu, di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, panen dilaksanakan pada Mei lalu di areal Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya Makmur seluas 5 hektare. Dari lahan itu, diperoleh produksi sekitar 10 ton gabah, dengan produktivitas rata-rata 2 ton per hektare.

Sinergi Sawit dan Pangan

Program tumpangsari padi gogo menjadi salah satu upaya perusahaan perkebunan BUMN dalam mengembangkan integrasi sawit–pangan. Pola ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Ketua RSI sekaligus Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Peranginangin, menyebut program TAMPAN dijalankan melalui sinergi lintas sektor, termasuk dukungan dari Kementerian Pertanian. “Penanaman padi gogo di areal PSR merupakan bentuk nyata optimalisasi lahan dan bagian dari komitmen kami terhadap kedaulatan pangan,” ucapnya.

Baca Juga :  KAI Divre III Palembang Perpanjang Fasilitas Reduksi bagi Anggota TNI

Selain program di Aceh dan Jambi, PalmCo juga menyalurkan 3,7 ton benih padi gogo melalui TJSL untuk lahan seluas 110 hektare di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Bantuan itu diserahkan bersama Pemerintah Kabupaten setempat dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Menuju Lumbung Pangan di Tengah Perkebunan

Padi gogo yang ditanam di sela tanaman sawit belum menghasilkan diharapkan menjadi model pertanian terpadu yang berkelanjutan. Selain mengoptimalkan pemanfaatan lahan, sistem ini memberi tambahan penghasilan bagi petani dan masyarakat sekitar kebun.

Langkah ini, menurut pengamat pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Iskandar Zulkarnain, mencerminkan pergeseran paradigma di sektor perkebunan. “Sawit tidak lagi semata komoditas ekspor, tetapi juga ruang bagi diversifikasi pangan. Jika dikembangkan konsisten, ini bisa menjadi model lumbung pangan baru di daerah,” ujarnya.

Melalui program intercropping padi gogo, PTPN IV PalmCo menunjukkan bahwa kebun sawit tak selalu identik dengan monokultur. Dari sela batang sawit muda, tumbuh harapan baru bagi kedaulatan pangan Indonesia.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru