Indigo dan Business Initiative Movement Gali Wawasan Baru untuk Startup Indonesia

- Editor

Senin, 16 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indigo dan Business Initiative Movement gelar diskusi panel untuk mendukung pengembangan startup Indonesia.

Inkubator dan akselerator startup digital milik Telkom Indonesia, Indigo, bersama dengan komunitas Business Initiative Movement (BIM) sukses menggelar diskusi panel bertajuk “Eksplorasi Ekosistem Startup Saat Ini: Peluang dan Tantangan”. Acara yang diselenggarakan secara hybrid di lantai 4 IndigoHub Bandung ini dihadiri oleh 51 peserta secara langsung dan banyak peserta lainnya hadir melalui live streaming di YouTube.

Diskusi ini melibatkan pembicara dari berbagai sektor, yakni Bobby Romadhoni (Business Community Lead Indigo di IndigoHub Bandung), Aprilia Amelia Hastutiani (ITB Innovation Park), Alif Bahayar (BLOCK71 Bandung), dan Dyan R. Helmi (ALKADRI Foundation). Berbagai pandangan tentang fleksibilitas, kolaborasi, dan strategi menghadapi kegagalan menjadi sorotan penting dalam membangun ekosistem startup yang kuat.

Image

Bobby Romadhoni membuka diskusi dengan menyoroti kenyataan bahwa kegagalan adalah bagian yang tak terhindarkan dalam dunia startup. Namun, ia menekankan bahwa penting untuk menghadapi kegagalan tersebut dengan strategi yang tepat, salah satunya adalah menetapkan target minimal yang ambisius sejak awal. Selain itu, Bobby juga menggarisbawahi pentingnya memiliki mindset yang berani mencoba dan siap belajar dari setiap kegagalan. Perspektif ini menjadi pengingat bagi para founder untuk tidak takut melangkah meski tantangan terus menghampiri.

Melanjutkan diskusi, Aprilia Amelia Hastutiani menambahkan bahwa fleksibilitas merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan di dunia startup. Ia menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi, baik dalam menghadapi perubahan internal perusahaan maupun tantangan eksternal. Menurut Aprilia, fokus pada profit memang penting, namun bisnis adalah proses yang panjang. Jika ingin berkembang dengan cepat, berjualan bisa menjadi pilihan, tetapi membangun bisnis memerlukan komitmen jangka panjang. Pernyataan ini memberikan panduan bagi para founder untuk memiliki visi yang jelas dalam perjalanan mereka.

Baca Juga :  Masjid Raya Baitul Khairat, Karya PTPP yang Mendapatkan 2 Rekor MURI dan Menjadi Simbol Kebanggaan dan Kebangkitan Sulawesi Tengah

Image

Sementara itu, Alif Bahayar memperkaya diskusi dengan membahas pentingnya kekuatan jaringan dalam membangun startup. Ia menjelaskan bahwa relasi yang kuat dapat membuka banyak peluang untuk kolaborasi dan ekspansi. Alif menegaskan bahwa networking adalah salah satu elemen penting untuk mencapai kesuksesan dalam dunia startup. Dengan demikian, para pelaku startup didorong untuk aktif membangun koneksi yang dapat mendukung perjalanan bisnis mereka.

Melengkapi diskusi, Dyan R. Helmi memberikan perspektif yang menarik tentang perjalanan menjadi pengusaha. Ia mengatakan, “Jika ingin kaya, menjadi pengusaha adalah jalan yang menarik, tetapi menjadi karyawan adalah jalur yang lebih mudah.” Dyan menjelaskan bahwa meskipun pengusaha memiliki fleksibilitas waktu, mereka juga dituntut untuk terus bekerja kapan saja. Menjadi pengusaha, menurutnya, adalah komitmen berkelanjutan yang memerlukan tekad kuat. Pernyataan ini menutup diskusi dengan refleksi mendalam tentang realitas dunia usaha.

Image

Acara diskusi panel “Eksplorasi Ekosistem Startup Saat Ini: Peluang dan Tantangan” memberikan wawasan yang komprehensif bagi para pelaku startup untuk memahami tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di tengah dinamika ekosistem startup Indonesia. Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, diskusi ini tidak hanya memberikan pandangan strategis, tetapi juga menjadi inspirasi bagi peserta untuk terus berinovasi dan membangun jaringan kolaborasi yang lebih luas.

Baca Juga :  Kedutan di Pipi Kanan Atas Artinya Apa? Ini Menurut Medis!

“Kolaborasi antara Indigo dan Business Initiative Movement dalam agenda ini adalah langkah nyata untuk memperkuat ekosistem startup Indonesia. Kami percaya, dengan berbagi wawasan, pengalaman, dan strategi, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung pertumbuhan inovasi lokal yang berkelanjutan.” — Patricia Eugene Gaspersz, Senior Manager Program Indigo.

Image

Sejak diluncurkan pada tahun 2013, Indigo telah membina lebih dari 200 startup digital di berbagai industri di Indonesia. Dengan menawarkan pendanaan, akses ke jaringan investor, pendampingan, dan peluang kolaborasi bersama Telkom, Indigo terus berkomitmen untuk mengakselerasi pertumbuhan startup digital di tanah air.

Indigo, bersama Business Initiative Movement, kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan startup lokal melalui program-program yang relevan dan berdampak nyata. Melalui kolaborasi ini, diharapkan ekosistem startup Indonesia dapat terus berkembang menjadi lebih inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus membuka jalan bagi kemajuan ekonomi digital di tanah air.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet
Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui
LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas
FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee
PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik
Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:00 WIB

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas

Minggu, 26 April 2026 - 19:00 WIB

FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Berita Terbaru