Ini Cara Pertamina NRE Percepat Komersialisasi Energi Bersih

- Editor

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 16 Oktober 2025 — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyadari besarnya tantangan dalam melakukan transisi energi, salah satunya adalah komersialisasi. Dalam ajang Asia Pacific Oil and Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2025 yang digelar pada 14–16 Oktober di Grand Sheraton Hotel, Jakarta, Pertamina NRE berbagi cara yang dilakukannya untuk mempercepat komersialisasi energi bersih.

Dalam forum internasional ini, CEO Pertamina NRE, John Anis, menjadi salah satu panelis dalam panel “Navigating the Transition: Business Models and Policies for Sustainable Energy Commercialisation.” Ia menekankan pentingnya strategi bisnis yang inovatif dan kebijakan adaptif untuk mempercepat komersialisasi energi bersih, bersama para pemimpin industri energi dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga :  Wajib Sertifikasi Halal: Jadi High Cost Economy & Birokrasi atau Jaminan Kelangsungan Agama?

John menegaskan bahwa transisi energi adalah tantangan global yang memerlukan pendekatan kolaboratif dan keberanian untuk berinovasi. Menurutnya, ketidakpastian regulasi, risiko teknologi, dan keterbatasan pembiayaan masih menjadi hambatan utama, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor dan lintas negara untuk menciptakan ekosistem energi berkelanjutan yang tangguh.

Sebagai langkah nyata, Pertamina NRE mengembangkan model bisnis baru yang fleksibel dan adaptif guna meningkatkan kepastian investasi di sektor energi bersih. Model ini tidak hanya memperkuat daya saing industri energi Indonesia, tetapi juga membuka peluang kemitraan global yang dapat mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan.

Pertamina NRE juga memperluas kolaborasi internasional melalui transfer teknologi, investasi lintas negara, dan riset bersama untuk mempercepat dekarbonisasi. Langkah ini menegaskan peran Pertamina NRE sebagai mitra strategis dunia dalam mendorong transformasi energi menuju masa depan rendah karbon.

Baca Juga :  Waspadai Peretasan! Begini Cara Melindungi Akun Akulaku

“Energi bersih bukan sekadar pilihan, melainkan keniscayaan masa depan,” tegas John. “Pertamina NRE siap menjadi bagian dari solusi global dalam memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.”

“Membangun masa depan energi hijau membutuhkan aksi bersama pemerintah, pelaku industri, investor, dan masyarakat. Dengan kolaborasi, inovasi, dan kebijakan yang progresif, kita dapat menciptakan kemajuan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia,” tutupnya dengan optimis.

###

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru