KAI Catat Pertumbuhan Positif: Lebih dari 16 Juta Ton Barang Terangkut pada Januari–Maret 2025, Didominasi Batu Bara

- Editor

Senin, 7 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angkutan Pupuk Meningkat, Perkuat Langkah Pemerintah Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada sektor angkutan barang selama kuartal pertama 2025. Sepanjang periode Januari hingga Maret, KAI berhasil mengangkut 16.072.802 ton barang (unaudited), meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 15.614.559 ton.

Pertumbuhan ini tak lepas dari strategi KAI dalam meningkatkan frekuensi perjalanan dan memperluas rute layanan angkutan barang. Optimalisasi penggunaan gerbong khusus, terutama untuk pengangkutan batu bara di wilayah KAI Divre III Palembang dan KAI Divre IV Tanjungkarang, menjadi langkah konkret perusahaan dalam menjawab tingginya permintaan terhadap moda logistik berbasis rel.

“Komoditas batu bara masih mendominasi dengan total angkutan mencapai 13.299.409 ton atau 82,75% dari total volume barang yang diangkut. Sebagian besar distribusi batu bara ini dipusatkan di wilayah Sumatera bagian selatan, guna memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menopang sistem kelistrikan nasional. Capaian ini menunjukkan kenaikan 8% dibandingkan dengan volume batu bara yang diangkut pada kuartal pertama tahun 2024 sebesar 12.362.860 ton,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Baca Juga :  Apa Itu WDP ML dan Kenapa Pemain Sering Menumpuknya?

Tak hanya batu bara, sejumlah komoditas lainnya juga menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan. Angkutan barang retail tumbuh 13%, dari 52.712 ton pada Januari–Maret 2024 menjadi 59.362 ton pada periode yang sama tahun ini. Sementara itu, angkutan pupuk mencatat lonjakan signifikan hingga 138%, dari 2.845 ton menjadi 6.780 ton. Peningkatan ini sejalan dengan tren kenaikan perjalanan KA Pupuk dan menunjukkan kontribusi KAI dalam memperkuat sistem distribusi sarana pertanian nasional.

“Peningkatan volume angkutan pupuk ini memiliki arti strategis karena turut mendukung program swasembada pangan nasional. Dengan memastikan distribusi pupuk yang lancar ke berbagai daerah, KAI berperan dalam menjamin ketersediaan bahan penunjang pertanian, yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan nasional,” tambah Anne.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan layanan, KAI terus melakukan perbaikan infrastruktur dan penguatan operasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggantian bantalan rel menjadi bantalan sintetis, yang tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta barang, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  VIDAA Secara Resmi Diakui sebagai Sistem Operasi TV Tercepat di Pasaran

Moda transportasi kereta api memang memiliki keunggulan dalam mendukung sistem logistik yang efisien dan berkelanjutan. Dengan kapasitas angkut yang besar dalam satu kali perjalanan, kereta api dapat menurunkan biaya per unit logistik, mengurangi kemacetan lalu lintas jalan raya, serta menekan tingkat polusi dan kerusakan infrastruktur jalan.

“Sejalan dengan komitmen terhadap keberlanjutan, KAI juga mengakselerasi implementasi transformasi digital di sektor logistik melalui anak perusahaannya KAI Logistik. Sejak tahun 2024, digitalisasi diterapkan di berbagai lini layanan, baik internal maupun eksternal, guna mendukung efisiensi operasional sekaligus memperkuat prinsip green logistics,” tukas Anne.

KAI juga terus mengembangkan solusi logistik terintegrasi sebagai bentuk adaptasi terhadap dinamika kebutuhan industri dan pelanggan. Dengan layanan yang semakin mudah diakses dan disesuaikan, KAI berharap dapat memberikan nilai tambah dalam proses distribusi barang bagi berbagai sektor usaha.

“Dengan berbagai inisiatif tersebut, KAI berkomitmen untuk mendukung sistem logistik nasional yang efisien, andal, dan ramah lingkungan. Ini merupakan bagian dari kontribusi kami dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia,” tutup Anne.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Tempa Perspektif Bisnis Global di Asia, Mahasiswa BINUS @Alam Sutera Ikuti Study Abroad di National Chengchi University, Taiwan
Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan
Penyebab Perut Kucing Membesar dan Cara Mengatasinya
Bitcoin Uji US$75.000 di Tengah Ketegangan Iran dan Lonjakan Risiko Energi Global
Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness untuk Wisatawan Indonesia
LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan
MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang
Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 08:00 WIB

Tempa Perspektif Bisnis Global di Asia, Mahasiswa BINUS @Alam Sutera Ikuti Study Abroad di National Chengchi University, Taiwan

Minggu, 19 April 2026 - 08:00 WIB

Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan

Sabtu, 18 April 2026 - 19:02 WIB

Bitcoin Uji US$75.000 di Tengah Ketegangan Iran dan Lonjakan Risiko Energi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

Adyatama Tour Gandeng Amazing Thailand, Tawarkan Gratis Thai Wellness untuk Wisatawan Indonesia

Sabtu, 18 April 2026 - 14:00 WIB

LRT Jabodebek Jaga Ketepatan Waktu di Atas 99% di Tengah Tingginya Mobilitas Perkotaan

Sabtu, 18 April 2026 - 12:01 WIB

MIND ID Perkuat Keunggulan Kompetitif Industri, Melalui Ekosistem Industri EV Battery di Karawang

Sabtu, 18 April 2026 - 08:00 WIB

Saat Rupiah Melemah dan Biaya Hidup Naik, Banyak Orang Diam-Diam Memilih Cara Ini untuk Bertahan

Sabtu, 18 April 2026 - 07:00 WIB

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Berita Terbaru

Bisnis

Indikator Penting dalam Menilai Kinerja Perusahaan

Minggu, 19 Apr 2026 - 08:00 WIB