Kelangkaan Chip Memori Global Kian Parah, Permintaan AI Tekan Pasokan hingga 2026

- Editor

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Micron Technology menyatakan bahwa kelangkaan chip memori global kini memasuki fase yang semakin parah dan bahkan bersifat “belum pernah terjadi sebelumnya.” Kondisi ini dipicu oleh lonjakan permintaan memori berperforma tinggi, khususnya high-bandwidth memory (HBM), yang menjadi komponen krusial dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Permintaan dari sektor AI menyerap kapasitas industri memori secara masif, sehingga menimbulkan kekurangan pasokan bagi segmen tradisional seperti smartphone dan komputer pribadi (PC).

Dalam pernyataannya, Micron menegaskan tekanan pasokan tersebut diperkirakan akan berlanjut setidaknya hingga setelah 2026. Antrean panjang dari produsen perangkat yang berlomba mengamankan pasokan chip memori menjadi indikasi bahwa ketidakseimbangan antara permintaan dan suplai masih akan berlangsung dalam jangka menengah. Fokus industri pada pemenuhan kebutuhan akselerator AI membuat kapasitas produksi yang tersedia bagi produk konsumen semakin terbatas.

Dampak dari kondisi ini mulai terasa di berbagai lini industri teknologi. Sejumlah produsen smartphone dilaporkan memangkas target pengiriman karena kenaikan biaya memori, sementara produsen PC juga memperingatkan potensi gangguan pasokan yang dapat memengaruhi harga dan ketersediaan produk di pasar. Situasi tersebut berpotensi menekan margin keuntungan produsen perangkat sekaligus mendorong kenaikan harga bagi konsumen akhir.

Baca Juga :  BINUS UNIVERSITY Naik 20 Peringkat Se-Asia dalam Pemeringkatan QS World University Rankings Asia

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, Micron mengambil langkah strategis dengan memprioritaskan pelanggan utama di sektor AI, termasuk perusahaan seperti Nvidia. Bahkan, Micron memutuskan untuk menghentikan bisnis memori konsumen bermerek Crucial, guna mengalihkan kapasitas produksi ke segmen yang dinilai memiliki nilai strategis lebih tinggi. Langkah ini mencerminkan perubahan fokus industri memori yang kini semakin terpusat pada kebutuhan AI dan pusat data.

Di sisi ekspansi, Micron mempercepat investasi besar-besaran untuk meningkatkan kapasitas manufaktur. Perusahaan mengumumkan proyek investasi senilai US$100 miliar di New York, serta mengakuisisi fasilitas manufaktur di Taiwan. Ekspansi ini bertujuan memperluas kapasitas DRAM dan memastikan pasokan memori berperforma tinggi dapat memenuhi permintaan AI yang terus melonjak. Namun, pembangunan fasilitas baru membutuhkan waktu, sehingga tekanan pasokan diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Bagi pasar keuangan, kondisi ini menjadi faktor penting yang memengaruhi kinerja saham-saham sektor semikonduktor, khususnya emiten memori dan perusahaan yang terlibat dalam rantai pasok AI. Investor mencermati bagaimana kelangkaan chip dapat berdampak pada pendapatan, margin, serta strategi jangka panjang perusahaan teknologi global.

Baca Juga :  Lenerp Hadir di Pameran Casablanca: Solusi Terintegrasi untuk Mengelola Ekspedisi dengan Mudah

Bagi investor Indonesia yang ingin memantau perkembangan sektor teknologi global, pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital dapat diakses melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memungkinkan investor mengikuti dinamika pasar global secara real-time dalam satu aplikasi yang praktis.

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di saham global maupun aset kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan yang aman dan tepercaya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, aset pengguna juga mendapatkan perlindungan dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman bagi investor pemula maupun berpengalaman.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga tersedia di Play Store dan App Store, membantu investor menjelajahi peluang investasi di tengah transformasi industri teknologi global yang terus berkembang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik
Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Minggu, 26 April 2026 - 11:00 WIB

Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil

Berita Terbaru