Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Banjir di Banjar, Menteri Dody: Fokus Pulihkan Akses dan Lindungi Warga

- Editor

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJAR, 10 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merespons cepat kondisi darurat banjir yang melanda Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Langkah ini diambil guna memitigasi dampak bencana serta mempercepat pemulihan aktivitas sosial ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

Menteri
Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa prioritas utama penanganan saat
ini adalah pemulihan konektivitas dan perlindungan keselamatan warga.

“Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan
mobilitas warga segera pulih. Kita semua ingin memastikan warga terdampak
bencana tidak berlama-lama dalam kondisi sulit,” ujar Menteri Dody saat
meninjau langsung lokasi banjir di Kabupaten Banjar, Jumat (9/1/2026).

Berdasarkan data lapangan, banjir di Kecamatan Sungai
Tabuk, Kabupaten Banjar, dipicu oleh curah hujan tinggi yang mencapai
intensitas 95,8 hingga 135 mm/hari, yang diperparah oleh fenomena pasang air
Sungai Barito.

Kondisi hidrologis tersebut mengakibatkan genangan di
sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan, meliputi Kabupaten Banjar,
Tapin, Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai
Selatan, Tanah Laut, serta Kota Banjarbaru. Dampak banjir dilaporkan telah
menggenangi kawasan permukiman, lahan persawahan, hingga sejumlah fasilitas
umum vital.

Baca Juga :  Minat Kemitraan Meningkat, Service Point KALOG Express Tumbuh 31% dalam 7 Bulan

Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU melalui
Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III telah memobilisasi satu unit
ekskavator ke lokasi. Alat berat ini difungsikan untuk melakukan pembersihan
dan normalisasi aliran sungai, mulai dari bagian hulu hingga hilir.

Tim di lapangan juga melakukan pembersihan material
penghambat aliran air, seperti sampah, tanaman eceng gondok, dan ranting pohon
yang kerap memperparah luapan air saat intensitas hujan meningkat. Upaya ini
bertujuan memperlancar debit air dan mengurangi durasi serta ketinggian
genangan.

Selain penanganan darurat, Menteri Dody menekankan
pentingnya infrastruktur pengendali banjir jangka panjang. Saat ini,
Kementerian PU tengah mempercepat pembangunan Bendungan Riam Kiwa sebagai
solusi strategis untuk mereduksi risiko banjir berulang di masa depan.

“Kita percepat pembangunan Bendungan Riam Kiwa yang
ditargetkan mampu mengurangi potensi banjir tahunan di Kabupaten Banjar dan
Barito Kuala hingga sekitar 70 persen,” tambah Menteri Dody.

Baca Juga :  Peringati Hari Lingkungan Hidup 2025, Pelindo Solusi Logistik Perkuat Komitmen Hijau Lewat Program Tanam Pohon Green Belt

Bendungan Riam Kiwa didesain memiliki volume tampungan
sebesar 69 juta meter kubik dengan tinggi bendungan mencapai 51 meter.
Bendungan ini diproyeksikan memberikan manfaat reduksi banjir Sungai Martapura
bagi area permukiman seluas 2.736 hektare dan persawahan seluas 14.999 hektare.

Selain fungsi pengendalian banjir, bendungan ini juga
memiliki potensi irigasi seluas 1.800 hektare, penyediaan air baku sebesar
1.000 liter/detik, serta potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Kementerian PU berkomitmen untuk terus melakukan
percepatan penanganan infrastruktur terdampak bencana dengan mengedepankan
aspek keselamatan, pemulihan konektivitas, serta keberlanjutan logistik demi
menopang kembali roda perekonomian masyarakat Kalimantan Selatan.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo
Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru