Kendala di Rumah Saat Musim Hujan, Sudah Siapkan Biayanya?

- Editor

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musim hujan tak hanya menghambat mobilitas di jalanan ibu kota. Bagi banyak pemilik rumah, hujan deras bisa juga berarti atap bocor, dinding lembap, saluran mampet, dan tagihan perbaikan yang tiba-tiba muncul.

Masalah rumah di musim hujan sering kali datang bersamaan dan tanpa peringatan. Kalau tidak siap secara fisik maupun finansial, hujan bisa berubah jadi beban, bukan berkah.

Yuk, kita bahas apa saja kendala umum yang muncul di musim hujan, serta bagaimana cara mengatasinya, termasuk solusi finansial kalau biaya perbaikan datang tiba-tiba.

1. Atap bocor jadi masalah klasik 

Salah satu masalah yang hanya terjadi pada musim hujan adalah atap bocor. Di samping banjir, atap bocor jadi yang paling umum dan paling cepat merusak suasana hati di musim hujan.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari genteng bergeser, lapisan waterproofing menipis, atau sambungan talang air yang retak. Masalah kecil ini bisa berkembang jadi kerusakan besar bila dibiarkan. Plafon bisa berjamur, kabel listrik lembap, sampai struktur kayu lapuk.

Sebenarnya kamu bisa lakukan pencegahan dengan pemeriksaan rutin sebelum musim hujan tiba. Periksa sambungan genteng, lapisan anti-air, serta talang air. Bila ditemukan retakan kecil, segera tambal menggunakan sealant atau lapisan cat pelapis kedap air.

Namun bila kerusakannya sudah parah, terkadang perbaikan kecil tidak cukup. Mau tidak mau kamu harus melakukan renovasi cukup besar. Tentunya biayanya juga akan lebih mahal.  

2. Tembok lembap dan cat mengelupas

Selain atap, tembok rumah juga sering jadi korban musim hujan. Kelembapan tinggi menyebabkan dinding berkeringat, cat mengelupas, dan muncul bercak hitam jamur. Selain mengganggu estetika, kondisi ini bisa memicu masalah kesehatan, terutama bagi penghuni dengan alergi atau asma.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN I Regional 7 Salurkan Bantuan untuk 200 Keluarga Risiko Stunting di Lampung

Penyebab utamanya adalah rembesan air dari luar dinding, ventilasi kurang, atau material bangunan yang tidak tahan air. Kalau dinding sudah terlanjur rusak, perlu dilakukan pelapisan ulang total. Biayanya bisa cukup besar, apalagi jika area yang terdampak luas.

3. Saluran air tersumbat dan banjir di halaman

Musim hujan juga identik dengan saluran air tersumbat. Daun kering, sampah plastik, atau lumpur sering menutup lubang selokan. Air hujan pun meluap dan menciptakan banjir di depan rumah.

Selain mengganggu kenyamanan, genangan air yang dibiarkan bisa menjadi sarang nyamuk dan merusak pondasi rumah. Namun jika struktur saluran sudah tidak optimal atau selokan utama di lingkungan tersumbat, kamu mungkin butuh perbaikan besar dengan jasa profesional.

4. Banyak rayap dan jamur mulai

Musim hujan jadi waktu favorit bagi rayap dan jamur berkembang biak. Kondisi lembap membuat mereka lebih aktif, terutama di area kayu seperti kusen pintu, plafon, atau lemari. Jika serangan sudah meluas, kamu mungkin perlu jasa pest control profesional .

Biaya Tak Terduga dan Keuangan yang Terseret

Empat hal di atas butuh dicegah atau diatasi. Namun, tidak semua orang punya cukup dana darurat khusus perawatan rumah. Padahal, rumah juga butuh “perawatan” sama seperti kendaraan. Jika dibiarkan, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi kerugian besar.

Baca Juga :  Perhatikan Ketentuan Baru Membawa Powerbank di Kereta Api

Untuk itu, ketika kamu tidak punya dana yang cukup, kamu bisa punya opsi pinjaman cepat dan transparan.

Sebagai alternatif, kini banyak bank dengan layanan digital yang menawarkan pinjaman cepat dengan bunga transparan dan proses mudah. Cocok untuk kebutuhan mendesak tanpa harus mengorbankan rencana keuangan jangka panjang. Salah satu pinjaman cepat cair yang bisa kamu gunakan adalah Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce. 

Neo Pinjam punya kelebihan, yaitu: 

– Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

– Pinjaman online dengan pilihan tenor fleksibel minimal 3 bulan – maksimal 24 bulan

– Bunga mulai dari 0,06% flat per hari (setara dengan maksimum APR 21,9% per tahun)

– Tidak ada biaya tersembunyi atau penalti pelunasan lebih awal

Ditambah, pinjaman aman ini juga bebas biaya admin saat pencairan. Meskipun mudah dan cepat, pengajuan kamu tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.

Download neobank di PlayStore atau App Store dan ajukan Neo Pinjam sekarang. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru