Krakatau Steel Group Dukung Ketahanan Pangan & Budaya Bersih

- Editor

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon, 4 Agustus 2025 — Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan budaya kerja berkelanjutan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di bawah kepemimpinan Akbar Djohan sebagai Direktur Utama, melakukan program pembangunan greenhouse hidroponik bersama pesantren di Cilegon. Selain itu dalam waktu yang relatif bersamaan bersama anak usahanya, PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) melaksanakan program budaya kerja bersih yang bertajuk GREGET (Gerakan Rapi Elok Gotong Royong Eco-Friendly Tertib ), suatu gerakan budaya bersih dan pemilahan sampah di lingkungan PT KTI.

Inisiatif
ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan
berkelanjutan dan transformasi sosial-ekonomi masyarakat sekitar wilayah Cilegon.

Greenhouse Hidroponik Dorong Ketahanan Pangan
dan Kemandirian Pesantren

PT
Krakatau Steel (Persero) Tbk membangun greenhouse hidroponik di dua
pesantren, yaitu Pesantren Amalul Ummah dan Pesantren Al-Markas, dengan
teknologi pertanian modern yang hemat air dan efisien lahan. Tak hanya
membangun fasilitas, perusahaan juga memberikan pelatihan budidaya, manajemen
usaha, dan strategi pemasaran kepada para santri. Produk hasil panen tersebut nantinya
akan diserap oleh jaringan hotel dan restoran KS Group, serta dapat dipasarkan
secara mandiri oleh pesantren.

Baca Juga :  Catat, Ini Deretan Meme Coin Potensial di Bulan April

“Krakatau
Steel Group berkomitmen untuk mendukung program asta cita pemerintah.
Pembangunan Greenhouse adalah contoh nyata komitment KS Group dalam
mendukung ketahanan pangan. Dengan sinergi antara korporasi, lembaga pendidikan
pesantren, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta ekosistem pertanian yang
tangguh dan mandiri, mendukung cita-cita ketahanan pangan nasional yang lebih
kuat.” ujar Agus Nizar Vidiansyah, sebagai Direktur SDM PT Krakatau Steel
Persero (Tbk) pada saat ground breaking pembangunan Greenhouse
tanggal akhir Juli 2025.

GREGET: Gerakan Budaya Bersih dan Pemilahan Sampah di Lingkungan PT KTI

Diawal
Agustus 2025, KTI  meluncurkan GREGET
yang melibatkan seluruh karyawan dan jajaran direksi dalam kegiatan
bersih-bersih serentak di lingkungan kerja. Kegiatan ini juga menjadi media
sosialisasi sistem pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu yang mulai
diterapkan di seluruh area kantor.

Baca Juga :  Mengenal Fear and Greed Index Bitcoin: Panduan Lengkap untuk Investor Pemula

“Diharapkan
dengan adanya GREGET Jumat bersih ini di lingkungan PT Krakatau Tirta Industri,
dijaga oleh teman-teman PT KTI, dinikmati kebersihannya oleh teman-teman PT KTI,
dan dilakukan secara gotong royong,” ujar Hikmah Widyanti, Direktur Keuangan
& SDM PT KTI.

Nunung
Cahyanto Setyawan, Kepala Dinas HSE (Health, Safety, and Environment) PT
KTI, menambahkan bahwa GREGET bertujuan membentuk kebiasaan kerja yang tertib
dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. “Kegiatan GREGET Jumat bersih ini,
merupakan kegiatan sosialisasi kepada karyawan untuk melakukan ataupun peduli
terhadap pemilahan sampah,” ungkapnya.

Komitmen ESG dan Transformasi Berkelanjutan

Kedua
kegiatan tersebut mencerminkan semangat Krakatau Steel Group dalam menciptakan
nilai bersama (shared value) antara korporasi dan komunitas. Sebagai
bagian dari komitmen prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance),
Krakatau Steel Group akan terus mendorong program-program yang mendukung
ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan perekonomian masyarakat
dan karyawan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Upgrade Cara Tinggal di Kota: Kawasan Aria Puri by GREENWOODS Luncurkan Tipe Signature
Prospek Karir Lulusan Software Engineering
Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun
Tiket KA Lebaran 2026 dan Tiket Diskon 30% KA Ekonomi Komersial dari Daop 2 Bandung Terus Diminati
Jangan Salah Pilih Supplier Baja, Ini yang Harus Anda Perhatikan!
Pagar Industri Lebih Awet Pakai Kawat Loket Galvanis? Ini Faktanya
Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:01 WIB

Upgrade Cara Tinggal di Kota: Kawasan Aria Puri by GREENWOODS Luncurkan Tipe Signature

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:00 WIB

Prospek Karir Lulusan Software Engineering

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:00 WIB

Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun

Sabtu, 28 Februari 2026 - 02:00 WIB

Tiket KA Lebaran 2026 dan Tiket Diskon 30% KA Ekonomi Komersial dari Daop 2 Bandung Terus Diminati

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:01 WIB

Pagar Industri Lebih Awet Pakai Kawat Loket Galvanis? Ini Faktanya

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:01 WIB

Besi UNP untuk Gudang: Salah Ukuran Bisa Berisiko Besar

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:01 WIB

Kenapa Banyak Proyek Gagal Karena Salah Pilih IWF? Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Bisnis

Prospek Karir Lulusan Software Engineering

Sabtu, 28 Feb 2026 - 10:00 WIB