Krakatau Steel Tekankan Peran Negara Sebagai Wasit dan Entrepreneur untuk Dongkrak Daya Saing Industri Baja Nasional

- Editor

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepastian Regulasi dan Penegakan Hukum yang Adil Jadi Katalis Penting untuk Tingkatkan Kinerja dan Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang Perusahaan

Jakarta, 13 Januari 2026 – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa penguatan peran negara sebagai regulator sekaligus wasit yang menjamin ekosistem persaingan usaha yang sehat dan adil merupakan kunci pemulihan fundamental industri baja nasional. Hal ini disampaikan dalam sesi talkshow pada acara peluncuran buku karya Dr. Anggawira di Jakarta, Jumat (9/1) lalu.

Pernyataan strategis ini
menegaskan komitmen Krakatau Steel Group untuk terus mendorong transformasi
industri yang didukung oleh kerangka regulasi dan penegakan hukum yang
konsisten, yang pada gilirannya diyakini akan memperbaiki kinerja operasional
dan meningkatkan nilai Perusahaan. “Keberhasilan industri strategis seperti
baja sangat ditentukan oleh keseimbangan peran negara dalam ekosistem pasar.
Negara harus hadir secara seimbang, bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga
sebagai wasit yang menjamin persaingan usaha berjalan adil. Dalam
kerangka mixed economy, BUMN, sektor swasta, dan koperasi merupakan
bagian dari fungsi negara sebagai entrepreneur yang saling melengkapi, bukan
saling meniadakan,” tegas Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman
Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Lebih lanjut, Dirut Krakatau Steel Group menyoroti bahwa persaingan
global saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh efisiensi korporasi, melainkan
juga oleh ketegasan dan keberpihakan kebijakan negara. Kepastian hukum dan
kebijakan yang adil menjadi fondasi penting untuk meningkatkan utilisasi
industri, memperkuat efisiensi, serta menjaga keberlanjutan kinerja bisnis. 

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Melalui SGN dan Ditjenbun Bersinergi dengan Kejati Jatim Tertibkan Distribusi Gula Rafinasi

Tantangan dan Peluang: Utilisasi dan Penyerapan Pasar Domestik 

Data yang disampaikan mengungkap potensi peningkatan kinerja yang
signifikan. Saat ini, tingkat utilisasi rata-rata kapasitas industri baja
nasional masih berada di kisaran 53%, sementara penetrasi impor baja mencapai
40–55% dari kebutuhan nasional, senilai sekitar Rp80 triliun per tahun.

Konsumsi
baja global pada 2024 tercatat mencapai 1,7 miliar ton, dengan porsi terbesar
diserap sektor infrastruktur dan konstruksi sebesar 52%, diikuti bahan baku
peralatan mesin 16%, komponen otomotif 12%, produk metal 10%, alat transportasi
5%, kelistrikan 3%, dan peralatan rumah tangga 2%.

Karakteristik
tersebut menjadikan industri baja memiliki multiplier
effect
ekonomi yang tinggi, baik dalam penciptaan lapangan kerja di
sepanjang rantai pasok maupun dalam mendorong pertumbuhan industri hilir dan
sektor terkait lainnya.

Kondisi
ini menegaskan bahwa persaingan industri baja global saat ini tidak lagi semata
ditentukan oleh efisiensi korporasi, melainkan juga oleh ketegasan dan
keberpihakan kebijakan negara. Bagi
Krakatau Steel, kepastian hukum dan kebijakan yang adil menjadi fondasi penting
dalam meningkatkan utilisasi industri, memperkuat efisiensi, serta menjaga
keberlanjutan kinerja bisnis.

Baca Juga :  Awal Juli Ramai! KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 251 Ribu Pelanggan Selama Libur Sekolah

 “Dengan ekosistem yang lebih sehat dan kompetitif, serta dukungan
regulasi yang tepat, industri baja nasional memiliki ruang yang sangat besar
untuk meningkatkan utilisasi dan menangkap pangsa pasar domestik. Ini akan
menjadi katalis utama bagi perbaikan fundamental dan pertumbuhan profitabilitas
Krakatau Steel ke depannya,” jelas Dr. Akbar Djohan.

Kontribusi Nyata dan Sinergi untuk Indonesia

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Krakatau Steel aktif mendukung program
pemerintah, termasuk pengembangan konsep rumah modular yang dapat
digunakan sebagai hunian darurat, klinik, atau pusat kegiatan masyarakat.
Inovasi ini merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita dan
menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memberikan solusi cepat dan nyata bagi
masyarakat, sekaligus membuka segmen bisnis baru yang prospektif dalam
kemakmuran bangsa.

Dr. Akbar Djohan menutup dengan menekankan semangat kolaborasi. “Sinergi
dan kolaborasi antara negara sebagai wasit dan entrepreneur dengan seluruh
pelaku usaha harus terus diperkuat. Bagi Krakatau Steel, ini adalah spirit
untuk terus berkontribusi bagi kemajuan industri baja nasional dan menciptakan
nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemegang
saham.”

Dengan langkah strategis, dukungan regulasi yang lebih kuat, dan
komitmen pada sinergi nasional, Krakatau Steel Group optimis dapat meningkatkan
kinerja operasional dan finansialnya, yang pada akhirnya akan berkontribusi
positif terhadap peningkatan nilai perusahaan di pasar modal.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia
Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan
Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT
Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC
Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA
Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:00 WIB

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia

Rabu, 22 April 2026 - 19:00 WIB

Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Rabu, 22 April 2026 - 18:00 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global

Rabu, 22 April 2026 - 17:00 WIB

Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan

Rabu, 22 April 2026 - 17:00 WIB

Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT

Rabu, 22 April 2026 - 16:00 WIB

Harga Bitcoin Rebound, Tokocrypto Ingatkan Investor Tetap Disiplin Lewat DCA

Rabu, 22 April 2026 - 15:02 WIB

Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik

Rabu, 22 April 2026 - 15:01 WIB

Semarak Hari Kartini, Pekerja BRI Branch Office Kramat Berlomba Tampilkan Pakaian Nasional Terbaik

Berita Terbaru