Minat Kemitraan Meningkat, Service Point KALOG Express Tumbuh 31% dalam 7 Bulan

- Editor

Kamis, 28 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik), anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), kian memperkuat komitmennya dalam mendukung distribusi logistik nasional, termasuk di lingkungan KAI Group. Melalui layanan bisnis retail KALOG Express, mencatat pertumbuhan signifikan dalam pengembangan jaringan layanan. Hingga Juli 2025, jumlah service point KALOG Express meningkat 31% dibanding akhir 2024, dari 196 menjadi 257 titik, yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Jawa, Bali, dan Sumatra.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta, menyampaikan, “Pertumbuhan service point ini merupakan bukti nyata kepercayaan mitra dan pelanggan kepada KAI Logistik, sekaligus mencerminkan kesadaran akan pentingnya layanan logistik yang terintegrasi dan andal. Kami mengapresiasi seluruh mitra yang telah bergabung, dan ke depan kami akan terus memperluas jangkauan demi memberikan kemudahan bagi pelanggan di seluruh wilayah.”

Baca Juga :  BRI Branch Office Jatinegara Region 6/Jakarta 1 Serahkan Satu Unit Mobil Ambulans untuk Masjid Abubakar Ash-Shiddiq Otista

Riyanta menegaskan, komitmen ini tidak hanya fokus pada penambahan jumlah titik layanan, tetapi juga pada pemberdayaan mitra dan peningkatan kualitas layanan di setiap lokasi. Peningkatan jumlah service point tersebut sekaligus mencerminkan tingginya minat masyarakat dan pelaku usaha untuk bermitra dengan KALOG Express. Melalui skema kemitraan ini, mitra lokal memperoleh peluang mengembangkan usaha, sekaligus menghadirkan akses layanan logistik yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran service point di berbagai daerah juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru serta mendorong pertumbuhan wirausaha di sektor logistik. Ekspansi ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan wirausaha nasional. Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman sebelumnya menargetkan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,6% pada 2029[1]. Kehadiran jaringan KALOG Express di berbagai wilayah diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga :  5 Dampak Tak Terduga yang Datang Kalau Konten Kamu Viral

“Hingga saat ini, layanan KALOG Express telah menjangkau 257 titik di Jawa, Bali, dan Sumatera. Target awal kami di 2025 adalah menambah 50 service point, namun hingga Juli jumlah tersebut telah terlampaui 22% dengan bertambahnya 61 titik baru. Antusiasme wirausaha untuk terjun di sektor logistik menjadi motivasi kami untuk terus memperluas jaringan,” lanjut Riyanta.

Pencapaian ini sejalan dengan strategi jangka panjang KAI Logistik dalam memperkuat konektivitas logistik nasional. Perluasan service point tidak hanya difokuskan pada daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga wilayah yang selama ini minim akses logistik, demi terciptanya pemerataan layanan Dengan langkah konsisten ini, KAI Logistik berkomitmen mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia.  

[1[ https://umkm.go.id/news/bgy3ifmiewoz0071s11t0pfn

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil
Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan
Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Dupoin Futures Gelar Market Hunt 2026 di Jakarta, Dorong Edukasi Trading dan Dukung Inklusi Keuangan

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Resiko yang Perlu Diwaspadai

Sabtu, 25 April 2026 - 09:01 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Berita Terbaru