Pefindo Teguhkan Peringkat PT Waskita Beton Precast Tbk di idB (Stabil)

- Editor

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, September 2025 — PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) kembali mendapatkan peringkat idB dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas seluruh obligasi, termasuk Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang masih beredar.

Peringkat tersebut menegaskan kembali kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap posisi WSBP yang mapan di industri pracetak nasional. Prospek stabil yang disematkan oleh Pefindo mencerminkan keyakinan atas keberlanjutan operasional Perseroan serta kondisi bisnis yang dinamis.

“Peringkat ini menunjukkan konsistensi posisi WSBP yang tetap di level single B (stable outlook), sejalan dengan capaian tahun sebelumnya. Kami melihat hal ini sebagai dasar untuk terus melakukan penguatan fundamental bisnis dan kinerja keuangan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

Sejalan dengan upaya penguatan fundamental bisnis, hingga saat ini WSBP telah melaksanakan pembayaran Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) sebanyak 5 tahap dengan total Rp429 miliar. Pembayaran ini mencakup kewajiban kepada Kreditur Perbankan (Tranche A) serta Kreditur Pemegang Obligasi dan Kreditur Dagang (Tranche B). Adapun pembayaran CFADS tahap berikutnya dijadwalkan pada 25 September 2025 sesuai kesepakatan restrukturisasi.

Baca Juga :  Berangkatkan Hampir 6 Juta Penumpang KA pada 2025, KAI Daop 4 Semarang Sampaikan Terima Kasih atas Kepercayaan Pelanggan

Selain itu, per 31 Agustus 2025, WSBP telah merealisasikan konversi utang Kreditur Dagang menjadi ekuitas (Tranche D) sebanyak 5 tahap dengan nilai sebesar Rp1,55 triliun, atau setara 90,23% dari total utang Kreditur Dagang yang akan dikonversi. Proses ini dilakukan sesuai dengan ketentuan homologasi serta telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Lebih lanjut, WSBP sebelumnya juga telah menyelesaikan konversi utang obligasi menjadi Obligasi Wajib Konversi (Tranche C) dengan total nilai sebesar Rp1,85 triliun pada 12 Desember 2023. Langkah konversi tersebut merupakan bagian penting dari implementasi restrukturisasi keuangan Perseroan yang disahkan melalui homologasi.

WSBP berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia melalui solusi terpadu yang mencakup produk Beton Precast dan Beton Readymix berkualitas, jasa konstruksi, serta penyewaan alat berat. Komitmen tersebut diperkuat dengan operasional seluruh Precast Plant dan Batching Plant WSBP yang aktif, serta dukungan dari jaringan area penjualan di berbagai wilayah yang proaktif menangkap peluang proyek-proyek baru. Dengan kapabilitas tersebut, WSBP terus berperan aktif dalam proyek strategis nasional, mulai dari pembangunan jalan tol, bendungan, hingga infrastruktur transportasi publik.

Baca Juga :  Keunggulan dan Fungsi Break Water HDPE untuk Proyek Perairan Modern

Ke depan, WSBP akan tetap fokus pada langkah-langkah strategis untuk memperbaiki struktur keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas kerja sama dengan mitra strategis. “Kami optimistis dapat menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan. Dengan dukungan pemegang saham, mitra kerja, dan pelanggan, WSBP akan terus menghadirkan solusi beton yang inovatif, berkelanjutan, dan andal,” tutup Fandy.

Sebagai bagian dari strategi berkelanjutan, WSBP senantiasa Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) secara konsisten, memperkuat manajemen risiko yang terukur, serta selektif dalam pemilihan proyek dengan pendanaan yang sehat. Langkah ini menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas usaha sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik
Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
OneCore CRM Dorong Transformasi Digital Sales, Jadi Enabler Pertumbuhan Bisnis di Tengah Tantangan Konversi Leads
Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?
Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Minggu, 26 April 2026 - 11:00 WIB

Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Sabtu, 25 April 2026 - 14:00 WIB

Perubahan Sentimen Pasar: Dari Risk-Off ke Risk-On, Apa Artinya bagi Trader?

Sabtu, 25 April 2026 - 12:01 WIB

Pasokan Pupuk Terjaga, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Aktivitas Positif Awal Tahun

Sabtu, 25 April 2026 - 11:01 WIB

Misi Pertama FINNS Search & Rescue Berhasil Evakuasi Darurat Dua Warga Australia dari Sumba Terpencil

Berita Terbaru