Weaving Culture: Merajut Budaya dengan Inovasi Kontemporer

- Editor

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 September 2025 – Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menjadi saksi peluncuran koleksi terbaru hasil kolaborasi antara Torajamelo, Bell Living Lab, dan Pendopo dalam acara bertajuk “Weaving Culture: Into Contemporary with Local Innovation.” Acara ini tidak hanya memperkenalkan produk baru yang memadukan warisan budaya dengan inovasi ramah lingkungan, tetapi juga menghadirkan diskusi inspiratif mengenai masa depan tenun Indonesia di tengah perkembangan zaman.

Kolaborasi “Nava”: Tradisi Bertemu Inovasi

Kolaborasi ini dinamai “Nava”, dari bahasa Sanskerta yang berarti baru. Nava menghadirkan semangat segar dalam memadukan warisan tenun tradisional dengan material inovatif berbasis limbah kopi yang dikembangkan oleh Bell Living Lab. Material vegan berbahan biji kopi ini menjadi alternatif kulit yang ramah lingkungan, sekaligus mendukung komitmen Torajamelo terhadap praktik slow fashion dan keberlanjutan.

“Kami selalu ingin bergerak menuju material yang lebih etis dan bebas dari bahan berbasis hewan. Saat mengetahui Bell Living Lab mengembangkan alternatif kulit dari biji kopi, kami langsung tertarik. Kolaborasi ini, yang kami namai Nava, adalah langkah awal untuk terus menghadirkan produk yang menggabungkan warisan budaya dengan inovasi lokal,” jelas Aparna Saxena, CEO Torajamelo.

Baca Juga :  Bank Raya Raih “Most Trusted” Company di CGPI Award 2024 Buktikan Tata Kelola Perusahaan yang Transparan dan Akuntabel

Pembukaan oleh Tokoh-Tokoh Penting

Acara dibuka dengan sambutan dari Putu Laura, Head of Pendopo, yang menegaskan komitmen Pendopo dalam menjembatani tradisi dan gaya hidup modern.

“Peluncuran koleksi ini mencerminkan visi Pendopo untuk menjembatani tradisi dan gaya hidup modern. Karya-karya ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perajin lokal, komunitas, dan lingkungan,” ujar Putu Laura.

Sementara itu, Bijay Selvaraj, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India, mengapresiasi kekayaan tradisi tekstil Indonesia dengan membandingkan pengalamannya di berbagai negara.

“Pengalaman saya di berbagai negara menunjukkan bahwa setiap kain tradisional menyimpan cerita sejarah dan identitas. Di Indonesia, saya terpesona oleh keberagaman warna dan keindahan busana tradisional. Perpaduan antara tradisi dan modernitas seperti yang kita saksikan hari ini sangat penting agar warisan budaya tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” ungkap Bijay Selvaraj.

Diskusi Panel: Menjaga Relevansi Tenun

Sesi diskusi dipandu oleh Joshua Matulessy (JFlow) dan menghadirkan Putu Laura, Aparna Saxena, serta Arka Irfani (Founder Bell Living Lab). Panelis menekankan pentingnya menghadirkan tenun dalam bentuk produk turunan yang fungsional bagi generasi muda tanpa kehilangan nilai budaya.

Baca Juga :  Workshop Gratis dan Terbatas: Praktik Sustainability Report untuk Perusahaan Keuangan

Menurut Aparna, menjaga relevansi berarti memahami audiens yang terus berkembang:

“Tidak semua orang akan membeli selembar kain tenun mahal, tetapi mereka bisa membawa sepotong budaya melalui produk sehari-hari yang fungsional, estetik, dan penuh cerita,” ujar Aparna.

Sementara itu, Arka Irfani menambahkan visi Bell Living Lab untuk menghadirkan material berkelanjutan dari limbah pertanian, khususnya kopi, yang dapat menjadi solusi nyata bagi industri kreatif sekaligus mendukung konservasi dan keberagaman hayati.

Workshop: Dompet Kulit Vegan dari Kopi

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Bell Living Lab juga menggelar workshop membuat dompet kulit vegan dari biji kopi. Peserta diajak merasakan langsung bagaimana limbah kopi dapat diolah menjadi material baru yang bernilai tinggi sekaligus ramah lingkungan.

Dengan akses gratis untuk publik, kegiatan ini berhasil menarik minat pecinta budaya, pegiat mode berkelanjutan, hingga mahasiswa kreatif yang ingin belajar langsung dari para praktisi.

Weaving Culture menjadi bukti nyata bahwa ketika tradisi, inovasi, dan keberlanjutan bertemu, lahirlah karya yang tidak hanya indah tetapi juga bermakna bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Grand Launching Asuransi MODI (Mobile Digital Insurance) Dari BRI Life, Integrasikan Proteksi dalam Gaya Hidup Modern
BRI Finance Dorong Kemandirian Finansial Perempuan di Momentum Hari Kartini
BRI Finance Optimalkan Potensi Pasar Daerah melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi
Menuju Usia ke-45, BINUS University Raih Global Most Innovative Knowledge Enterprise (MIKE) Award 2025: Wujudkan Dampak Berkelanjutan
Ketegangan Amerika-Iran Kembali Memanas, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Aset Investasi
Krakatau Steel Soroti Pergeseran Peta Baja Global, Dorong Penguatan Struktur Pasar Domestik yang Sehat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca
KAI Hadirkan KA Sangkuriang Rute Bandung – Ketapang, Perkuat Konektivitas Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 23:01 WIB

Grand Launching Asuransi MODI (Mobile Digital Insurance) Dari BRI Life, Integrasikan Proteksi dalam Gaya Hidup Modern

Selasa, 21 April 2026 - 21:01 WIB

BRI Finance Dorong Kemandirian Finansial Perempuan di Momentum Hari Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 21:01 WIB

BRI Finance Optimalkan Potensi Pasar Daerah melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

Menuju Usia ke-45, BINUS University Raih Global Most Innovative Knowledge Enterprise (MIKE) Award 2025: Wujudkan Dampak Berkelanjutan

Selasa, 21 April 2026 - 20:00 WIB

Ketegangan Amerika-Iran Kembali Memanas, Bittime Soroti Pentingnya Diversifikasi Aset Investasi

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

KAI Hadirkan KA Sangkuriang Rute Bandung – Ketapang, Perkuat Konektivitas Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Selasa, 21 April 2026 - 17:00 WIB

Sinyal Bahaya untuk Nvidia? Google Siapkan Gebrakan Besar di AI

Berita Terbaru