Saat Pasar Goyang, Emas Terbang ke $4.132. Safe Haven Kembali Bersinar!

- Editor

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas kembali menjadi sorotan dunia setelah menembus rekor tertinggi baru di $4.132 per ons pada Selasa (14/10). Kenaikan tajam ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Di saat yang sama, minat masyarakat terhadap investasi emas digital di Indonesia juga melonjak. Kini, berinvestasi emas tidak lagi sulit berkat hadirnya aplikasi investasi seperti Nanovest, yang memungkinkan kamu berinvestasi di Emas Digital, Saham Amerika Serikat, dan Aset Kripto dalam satu platform.

Melalui Nanovest, siapa pun bisa memulai investasi dari nominal kecil dengan cara yang mudah dan aman. Aset kamu juga terlindungi dari risiko cybercrime berkat Asuransi Sinarmas, sehingga kamu bisa berinvestasi tanpa rasa khawatir. Selain itu, Nanovest sudah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) — menjadikannya pilihan terpercaya bagi investor pemula maupun berpengalaman.

Harga Emas Sentuh Rekor Baru $4.132

Reli emas mencapai puncaknya pada perdagangan Selasa (14/10) ketika harga emas dunia menembus level psikologis $4.100 untuk pertama kalinya. Kenaikan tajam ini dipicu oleh ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga.

Baca Juga :  XRP Melonjak 300% dalam Sebulan, Kini Masuk Top 5 Kripto Berdasarkan Market Cap

Kondisi ini membuat investor global berlomba-lomba mencari perlindungan di aset yang lebih stabil. Kontrak Comex gold untuk pengiriman Oktober naik $132,70 atau 3,3%, mencatat kenaikan harian terbesar dalam sejarah dari sisi nilai dolar maupun persentase sejak April lalu.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 56%, menandai salah satu reli paling spektakuler dalam dekade terakhir. Melemahnya dolar AS dan perlambatan ekonomi global juga memperkuat dorongan investor menuju aset safe haven seperti emas.

Prospek Masih Bullish Hingga 2026

Meskipun beberapa analis memperkirakan potensi koreksi jangka pendek setelah reli tajam ini, prospek jangka menengah masih terlihat kuat.

Bank of America (BoA) memproyeksikan harga emas bisa mencapai $5.000 per ons pada 2026, sementara Standard Chartered merevisi proyeksi harga rata-rata emas 2025 menjadi $4.488 per ons. Bank tersebut menilai bahwa “koreksi ringan justru akan menyehatkan tren jangka panjang.”

Sementara itu, Julius Baer menegaskan bahwa faktor fundamental seperti melambatnya pertumbuhan ekonomi AS dan siklus suku bunga yang menurun tetap menjadi pendorong utama reli emas. Ditambah dengan permintaan tinggi dari bank sentral dan likuiditas global yang meluas, emas kembali menegaskan perannya sebagai aset perlindungan utama di tengah gejolak geopolitik dan moneter dunia.

Baca Juga :  Penyebab Perut Kucing Membesar dan Cara Mengatasinya

Safe Haven Kembali Jadi Primadona

Kenaikan harga emas ke level rekor ini menegaskan bahwa investor global tengah berada dalam mode “cari aman”. Saat pasar saham dan kripto menunjukkan volatilitas tinggi, emas kembali menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai kekayaan.

Di Indonesia sendiri, tren investasi emas digital juga meningkat signifikan. Banyak investor muda mulai memanfaatkan platform seperti Nanovest untuk memiliki eksposur terhadap emas digital maupun aset global lainnya.

Bagi kamu yang baru ingin memulai, Nanovest sudah tersedia di Play Store dan App Store. Cukup dengan ponsel, kamu bisa membeli emas digital, saham-saham top AS seperti Apple atau Tesla, hingga aset kripto populer seperti Bitcoin dan Ethereum. Semua dalam satu aplikasi yang aman, transparan, dan sudah diawasi oleh OJK.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:00 WIB

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB