Emas Bergerak Positif di Tengah Ekspektasi Pelonggaran Suku Bunga

- Editor

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali menjadi pusat perhatian pasar di awal pekan setelah mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat lalu. Logam mulia ini menembus area psikologis $4.200 dan kini bergerak stabil mendekati level $4.230 per troy ounce pada sesi Asia Senin (1/12). Kenaikan ini terjadi dalam kondisi minim katalis ekonomi, namun ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve menjadi faktor dominan yang menjaga momentum bullish di pasar emas.

Menurut analisis dari Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, kondisi teknikal XAU/USD menunjukkan sinyal penguatan yang semakin solid. Harga emas kini bergerak di atas beberapa indikator Moving Average utama, dan pola candlestick bullish harian mulai membentuk struktur tren berlanjut. “Selama harga emas bertahan di atas area penting $4.200, peluang untuk melanjutkan kenaikan tetap besar. Potensi kenaikan berikutnya mengarah ke resistance kunci di $4.324,” ujar Andy.

Baca Juga :  Pelindo Multi Terminal Parepare Terapkan Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Nusantara

Namun, Andy juga mengingatkan adanya peluang koreksi teknikal dalam jangka pendek. Jika pasar merespons data ekonomi AS dengan sentimen risk-off, emas berpotensi kembali terkoreksi menuju area support $4.208 sebelum melanjutkan arah berikutnya. Level tersebut kini menjadi acuan harga terdekat untuk mengukur apakah momentum bullish masih terjaga.

Dari sentimen fundamental, pelaku pasar masih fokus pada prospek kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan Desember melonjak ke 87%, jauh lebih tinggi dibandingkan pekan lalu yang berada di 71%. Ekspektasi ini menekan dolar AS yang bergerak melemah di 99,49, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik tipis ke 4,023%. Meski kenaikan yield biasanya menekan emas, pasar tampaknya lebih fokus pada prospek pelonggaran kebijakan jangka panjang.

Baca Juga :  FBI Bekuk Hacker Pembuat Pengumuman Palsu Terkait ETF Bitcoin

Selain faktor moneter, dinamika geopolitik turut memberikan warna pada sentimen pasar. Optimisme awal terkait upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Ukraina dapat menurunkan permintaan terhadap aset safe haven, meskipun diskusi masih berada pada tahap negosiasi intensif.

Di sisi lain, rilis data PMI Manufaktur ISM AS untuk bulan November yang dijadwalkan hari ini akan menjadi fokus utama pasar. Jika data menunjukkan ekonomi AS masih dalam tekanan, harga emas berpeluang melanjutkan reli. Sebaliknya, hasil yang lebih kuat dari perkiraan dapat memicu penguatan dolar AS dan memicu pullback jangka pendek pada emas.

Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung, tren emas saat ini masih cenderung bullish. Namun, pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan volatilitas menjelang rilis data AS dan perkembangan kebijakan The Fed.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:00 WIB

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB