Ekspektasi Pelonggaran The Fed Jaga Momentum Positif Harga Emas

- Editor

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) dunia kembali bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di awal pekan, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang tetap memposisikan emas sebagai aset lindung nilai utama. Setelah mencetak level tertinggi tujuh minggu di $4.353 pada akhir pekan lalu, harga emas memang sempat mengalami koreksi ringan akibat aksi ambil untung. Namun, koreksi tersebut dinilai wajar dan tidak mengubah struktur tren utama yang masih mengarah ke atas. Saat ini, emas bergerak di kisaran $4.300–$4.315, dengan fokus pasar tertuju pada perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan kondisi global.

Berdasarkan analis dari Dupoin Futures Indonesia,  Andy Nugraha menilai bahwa pergerakan emas masih berada dalam fase bullish yang solid. Indikator teknikal, terutama kombinasi pola candlestick dan Moving Average, menunjukkan bahwa tekanan beli tetap dominan. Koreksi yang terjadi lebih mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah reli kuat, bukan sinyal pembalikan arah. Menurut Andy, struktur harga emas saat ini masih memberikan ruang bagi kelanjutan kenaikan selama area support utama mampu dipertahankan.

Baca Juga :  Puluhan Peserta Ikuti Sertifikasi IMDG Code Bersama Port Academy

Dari sisi proyeksi teknikal, Andy Nugraha menyampaikan bahwa apabila tekanan bullish kembali menguat, emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju area $4.378. Level tersebut dipandang sebagai target kenaikan terdekat yang dapat diuji dalam jangka pendek, terutama jika sentimen pasar kembali didominasi oleh pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan momentum dan terjadi koreksi lanjutan, maka area $4.290 menjadi zona support penting yang berpotensi menahan tekanan jual awal.

Secara fundamental, harga emas masih ditopang oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada tahun depan. Bank sentral AS pekan lalu telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,50%–3,75%, menandai pemangkasan terakhir tahun ini. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut di mata investor. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi AS, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang tertunda, yang dapat menjadi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Baca Juga :  Ada Keseruan Baru di Mall of Indonesia, Bisa Zycling Sampai Jajan CHAGEE

Selain faktor kebijakan, meningkatnya ketidakpastian global turut memperkuat peran emas sebagai aset safe haven. Ketegangan geopolitik dan insiden keamanan internasional mendorong investor mencari perlindungan nilai, sehingga aliran dana ke emas tetap terjaga. Meski demikian, pasar juga mencermati pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang masih menekankan pendekatan hati-hati dalam pelonggaran kebijakan. Nada hawkish dari pejabat bank sentral berpotensi memicu penguatan Dolar AS dan menekan harga emas dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai bahwa prospek harga emas hari ini masih condong positif, dengan tren naik tetap terjaga selama tidak terjadi tekanan fundamental yang signifikan. Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang mendukung, emas masih berpeluang melanjutkan penguatan, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi oleh pelaku pasar.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz
BINUS University Bersama BCA Berbagi Ilmu untuk Kesiapan Karier Binusian
Bagaimana Konflik Internasional Mempengaruhi Pair Forex Utama: Analisis Ketegangan Iran-AS terhadap EUR/USD
Layanan Lost and Found KAI Divre III Palembang Jaga Keamanan Barang Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 22 Persen di Triwulan I 2026
Bagaimana Supplier X Banner Menjamin Ketahanan Warna Banner
Syarat Lolos Bea Cukai: Panduan Aman Kirim Paket Ke Luar Negeri Tanpa Tertahan
Kinerja Positif Triwulan I 2026, KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang di Yogyakarta
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 17:01 WIB

Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Rabu, 8 April 2026 - 16:01 WIB

BINUS University Bersama BCA Berbagi Ilmu untuk Kesiapan Karier Binusian

Rabu, 8 April 2026 - 16:01 WIB

Bagaimana Konflik Internasional Mempengaruhi Pair Forex Utama: Analisis Ketegangan Iran-AS terhadap EUR/USD

Rabu, 8 April 2026 - 14:00 WIB

Layanan Lost and Found KAI Divre III Palembang Jaga Keamanan Barang Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

Rabu, 8 April 2026 - 13:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 22 Persen di Triwulan I 2026

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

Syarat Lolos Bea Cukai: Panduan Aman Kirim Paket Ke Luar Negeri Tanpa Tertahan

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

Kinerja Positif Triwulan I 2026, KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang di Yogyakarta

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idulfitri 2026: Pemulihan Jaringan Makin Cepat 60% di Periode Puncak, Gangguan Turun 20%

Berita Terbaru