Outlook EV 2026, Transformasi Indonesia Jadi Produsen Global

- Editor

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) nasional diprediksi bakal memasuki fase konsolidasi pada 2026. Berakhirnya masa berlaku sejumlah insentif impor di penghujung 2025 menjadi momentum krusial bagi pendalaman struktur ekosistem industri otomotif berbasis baterai domestik.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar otomotif 2025 menunjukkan performa solid dengan penjualan wholesales mencapai 803.687 unit.

Dari jumlah tersebut, segmen kendaraan ramah lingkungan (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV) tumbuh signifikan hingga 122.686 unit atau menguasai 15,3% pangsa pasar.

Sebagai informasi, insentif impor kini hanya dialokasikan bagi produsen yang memiliki komitmen manufaktur di Indonesia. Saat ini, setidaknya ada tujuh pabrikan yang terpantau gencar membangun fasilitas produksi lokal, yakni VinFast, Volkswagen (VW), BYD, Citroen, AION, Maxus, dan Geely.

Menanggapi berakhirnya “subsidi” impor, Direktur Eksekutif CEP, Kholid Syeirozi menymapikan bahwa hal ini merupakan momentum Transformasi Indonesia Jadi salah satu Produsen kendaraan listrik global.

Baca Juga :  Peringati Hari Kartini, KAI Daop 8 Surabaya Sapa Pelanggan serta Bagikan Ratusan Bunga dan Suvenir

Dengan kebijakan ini, pasar akan melakukan penyesuaian secara alamiah melalui hukum skala industri. Dia mencontohkan bagaimana pergerakan harga jenama seperti Wuling yang kian kompetitif seiring dengan besarnya volume pasar dan efisiensi biaya teknologi.

“Awalnya memang butuh afirmasi melalui insentif fiskal, namun seiring market yang membesar, harga akan turun secara alamiah. Kendaraan listrik harus siap bersaing secara kinerja dan harga dengan kendaraan konvensional (ICE),” kata Kholid.

Kholid berharap kondisi ekonomi makro saat ini dapat terus stabil agar mendukung tren industrialisasi ini semakin baik. Jika daya beli masyarakat terjaga, permintaan akan tetap tumbuh, dana akan memperkuat industri hulu hingga hilir yang menjadi penopang dari kendaraan listrik.

Di level strategis, Indonesia melalui pemerintah melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) Anggota dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus memperkuat integrasi ekosistem baterai kendaraan listrik.

Baca Juga :  Bittime Resmi Luncurkan Fleksibel Staking dengan Top-Traded Assets, Hadirkan APY Tertinggi di Indonesia

Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL dikembangkan melalui 6 (enam) proyek, yama mana 5 (lima) proyek di Kawasan FHT Halmahera Timur dan 1 (satu) proyek di Karawang.

Head of Transportation and Sustainable Mobility, Institute for Essential Services Reform (IESR) Faris Adnan, menekankan bahwa keberadaan pabrik baterai domestik adalah syarat mutlak terciptanya ekosistem EV di Indonesia.

Faris mengingatkan pentingnya penerapan standar Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) agar produk baterai Indonesia kompetitif di pasar global, khususnya Eropa yang akan menerapkan “paspor baterai” pada 2030.

“Integrasi rantai pasok ini akan meningkatkan efisiensi produksi karena dekat dengan sumber daya alam,” papar Faris.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web
Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha
“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”
Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University
Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia–India
Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka
Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan
Lewat Program Ikonik, Pertamina Foundation Nyalakan Semangat Menjaga Bumi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 15:01 WIB

AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WIB

Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia–India

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Lewat Program Ikonik, Pertamina Foundation Nyalakan Semangat Menjaga Bumi

Senin, 27 April 2026 - 11:00 WIB

Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026

Berita Terbaru

Bisnis

Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Senin, 27 Apr 2026 - 14:00 WIB

Bisnis

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Senin, 27 Apr 2026 - 13:00 WIB