Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka

- Editor

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (27/4) diperkirakan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan pada awal sesi. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai bahwa pergerakan harga emas saat ini mulai mengarah pada potensi kenaikan, meskipun sebelumnya sempat mengalami penurunan yang cukup tajam.

Pada awal perdagangan pagi, harga emas dibuka dengan kondisi gap down yang memicu penurunan secara cepat. Tekanan jual sempat mendominasi pasar, sehingga harga bergerak turun menuju area support terdekat. Penurunan ini mencerminkan respons pasar terhadap sentimen jangka pendek yang mendorong aksi jual.

Namun, setelah mencapai area support tersebut, tekanan jual mulai berkurang. Harga tidak melanjutkan penurunan lebih dalam, melainkan mulai bergerak stabil. Kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa pasar mulai menemukan titik keseimbangan setelah pergerakan turun yang cukup agresif.

Secara teknikal, harga kemudian membentuk swing low di area support tersebut. Ini merupakan salah satu sinyal penting yang menunjukkan bahwa level tersebut cukup kuat untuk menahan penurunan. Dengan terbentuknya titik ini, peluang bagi harga untuk bergerak naik kembali mulai terbuka.

Baca Juga :  Strategi Omnichannel & Peran Marketing di Era Digital

Selain itu, indikator teknikal juga menunjukkan adanya bullish divergence. Kondisi ini terjadi ketika harga masih bergerak turun, tetapi indikator justru mulai mengarah naik. Sinyal ini biasanya menjadi tanda bahwa tekanan jual mulai melemah dan potensi pembalikan arah mulai muncul.

Melihat kombinasi sinyal tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk naik dalam jangka pendek. Target kenaikan terdekat berada di level 4.733, yang menjadi area resistance pertama yang akan diuji oleh pasar. Jika harga mampu melewati level tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan menuju level 4.767 semakin terbuka.

Meski demikian, kenaikan ini masih perlu dikonfirmasi oleh kekuatan pasar. Pergerakan setelah penurunan tajam biasanya tidak langsung berbalik secara kuat, sehingga masih ada kemungkinan harga bergerak naik secara bertahap.

Dari sisi fundamental, potensi penguatan emas juga didukung oleh kondisi dolar AS yang mulai melemah. Ketika dolar mengalami tekanan, harga emas biasanya mendapatkan dorongan karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor yang mendukung. Ketika yield turun, minat investor terhadap emas meningkat karena perbedaan imbal hasil dengan instrumen lain menjadi lebih kecil.

Baca Juga :  Penuhi Kebutuhan Tren Snack Box Event, Lokasoka Hadirkan “It by Lokasoka”: Pesan Hari Ini, Besok Diantar!

Permintaan terhadap aset safe haven juga turut memberikan dukungan. Dalam kondisi pasar yang belum stabil, investor cenderung mencari instrumen yang lebih aman, seperti emas. Hal ini bisa membantu harga emas untuk kembali menguat setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan risiko yang ada. Kebijakan suku bunga dari Federal Reserve yang masih berada di level tinggi dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas. Jika dolar kembali menguat atau yield obligasi naik, tekanan terhadap emas bisa kembali muncul.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas saat ini mulai menunjukkan peluang rebound setelah penurunan di awal sesi. Selama harga mampu bertahan di atas area support, potensi kenaikan menuju level 4.733 hingga 4.767 masih terbuka.

Dalam kondisi pasar yang masih dinamis, pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati pergerakan harga serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”
Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University
Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia–India
Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan
Lewat Program Ikonik, Pertamina Foundation Nyalakan Semangat Menjaga Bumi
Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026
Optimalkan Momentum BRI Consumer Expo 2026, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Otomotif di Surabaya
Telkom AI Connect Edukasi 450+ Siswa SD Tanamkan Pola Pikir Wirausaha Sejak Dini
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia–India

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan

Senin, 27 April 2026 - 11:00 WIB

Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:00 WIB

Optimalkan Momentum BRI Consumer Expo 2026, BRI Finance Perluas Akses Pembiayaan Otomotif di Surabaya

Senin, 27 April 2026 - 11:00 WIB

Telkom AI Connect Edukasi 450+ Siswa SD Tanamkan Pola Pikir Wirausaha Sejak Dini

Berita Terbaru

Bisnis

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Senin, 27 Apr 2026 - 13:00 WIB

Bisnis

Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka

Senin, 27 Apr 2026 - 12:00 WIB

Bisnis

Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan

Senin, 27 Apr 2026 - 12:00 WIB