Sambut POJK 35/2025, BRI Finance Terapkan Pembiayaan DP 0% Berbasis Manajemen Risiko

- Editor

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 4 Februari 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menyambut baik penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35 Tahun 2025 yang memberikan relaksasi uang muka (down payment/DP) hingga 0% bagi perusahaan pembiayaan yang memenuhi kriteria tertentu. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah antisipatif regulator dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan sektor pembiayaan serta memperkuat daya dorong industri otomotif nasional di tengah dinamika perekonomian yang masih berkembang.

Relaksasi DP tersebut dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi perusahaan pembiayaan untuk menjangkau segmen konsumen yang memiliki kapasitas pembayaran memadai namun terkendala keterbatasan dana awal. Dalam perspektif BRI Finance, kebijakan ini berpotensi meningkatkan aksesibilitas pembiayaan secara inklusif sekaligus menjaga momentum pemulihan permintaan kendaraan, khususnya pada segmen retail dan produktif.

Namun demikian, BRI Finance menegaskan bahwa implementasi kebijakan DP 0% akan dilakukan secara selektif, terukur, dan berbasis manajemen risiko yang kuat. Perusahaan berkomitmen untuk tetap menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan pembiayaan dengan kualitas aset, serta memastikan keberlanjutan kinerja keuangan dalam jangka panjang. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.

Baca Juga :  Hisense dan Yayasan Medicom Charity Menandatangani MoU untuk Penyaluran Donasi Medical Monitor di Indonesia

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menekankan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko merupakan prasyarat utama dalam mengoptimalkan kebijakan relaksasi DP tersebut.

“BRI Finance mengimplementasikan skema DP 0% dengan pendekatan manajemen risiko yang komprehensif. Hal ini dilakukan melalui penajaman proses seleksi debitur dengan analisis kelayakan yang lebih ketat, penyesuaian struktur dan skema pembiayaan, serta pengendalian tenor dan plafon pembiayaan, khususnya untuk produk multiguna dan konsumtif,” ujar Wahyudi.

Lebih lanjut, Wahyudi menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten melakukan pemantauan terhadap kualitas portofolio pembiayaan guna memastikan risiko kredit tetap berada dalam batas yang dapat diterima. “Kami memastikan bahwa setiap langkah ekspansi pembiayaan tetap selaras dengan profil risiko perusahaan, sehingga pertumbuhan yang dicapai bersifat sehat, berkelanjutan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Baca Juga :  FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee

Dari sisi segmentasi, BRI Finance memproyeksikan pembiayaan kendaraan roda empat sebagai segmen yang paling optimal dalam memanfaatkan kebijakan relaksasi DP 0%. Segmen ini dinilai memiliki profil risiko yang relatif lebih terkelola, didukung oleh karakteristik konsumen dan nilai aset yang lebih stabil. Meski demikian, pembiayaan kendaraan roda dua tetap menjadi bagian dari portofolio perusahaan, khususnya untuk kebutuhan produktif, dengan penerapan seleksi yang lebih ketat dan pengawasan berkelanjutan guna mengantisipasi potensi peningkatan risiko gagal bayar.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, BRI Finance juga terus memperkuat sinergi dengan ekosistem BRI Group, termasuk optimalisasi data, penguatan sistem penilaian kredit, serta peningkatan kapabilitas digital dalam proses pembiayaan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung implementasi kebijakan DP 0% secara prudent sekaligus memperkuat posisi BRI Finance sebagai perusahaan pembiayaan yang adaptif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB