Pengguna LRT Jabodebek Tembus 127 Ribu, Jadi Alternatif Mobilitas di Tengah Penyesuaian Operasional Bekasi

- Editor

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lonjakan penumpang dipicu oleh beralihnya masyarakat ke LRT Jabodebek akibat adanya insiden dan penyesuaian operasional kereta di lintas Bekasi Timur. Jarak Stasiun Bekasi Timur ke Stasiun Jati Mulya yang hanya 2,7 km sangat memudahkan akses masyarakat.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pengguna LRT Jabodebek tertinggi sejak beroperasi pada Selasa (28/4), dengan total 127.089 pengguna. Capaian ini menegaskan peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi publik yang semakin diandalkan masyarakat perkotaan.

Di tengah dinamika operasional transportasi di wilayah Bekasi, manajemen menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi pada lintas kereta di Bekasi Timur dan berharap proses penanganan berjalan optimal. Seiring adanya penyesuaian operasional perjalanan kereta di wilayah tersebut, sebagian masyarakat beralih menggunakan LRT Jabodebek sebagai salah satu alternatif transportasi, khususnya bagi pengguna dari kawasan Bekasi dan sekitarnya.

Kemudahan akses menjadi faktor pendukung. Jarak antara Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Jati Mulya yang sekitar 2,7 kilometer memungkinkan masyarakat untuk melanjutkan perjalanan dengan lebih praktis menggunakan LRT Jabodebek menuju Jakarta maupun kawasan lainnya.

Baca Juga :  Peran Customer Relationship Management dan Tugas Customer Service

Tingginya mobilitas juga tercermin dari stasiun dengan volume pengguna tertinggi, yaitu:

* Dukuh Atas: 18.764 pengguna

* Harjamukti: 13.308 pengguna

* Kuningan: 12.597 pengguna

* Jati Mulya: 10.067 pengguna

* Cikoko: 10.025 pengguna

Sementara itu, tren positif berlanjut pada Rabu (29/4) hingga pukul 12.00 WIB dengan total sementara 50.735 pengguna, didominasi oleh:

* Harjamukti: 10.313 pengguna

* Jati Mulya: 7.268 pengguna

* Cikunir 1: 4.991 pengguna

* Bekasi Barat: 4.233 pengguna

* Cikoko: 3.980 pengguna

Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa peningkatan ini menunjukkan peran LRT dalam menjaga kesinambungan mobilitas masyarakat.

“LRT Jabodebek hadir sebagai bagian dari sistem transportasi yang saling terhubung. Dalam situasi penyesuaian operasional, kami berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki alternatif perjalanan yang selamat, nyaman, dan andal dengan waktu tempuh yang pasti,” ujarnya.

Baca Juga :  Proxethix Mengungkap Model Ekonomi: Bagaimana Token PREI Menggerakkan Infrastruktur AI yang Berdaulat

Keunggulan LRT Jabodebek juga didukung oleh lokasi stasiun yang berada di titik strategis seperti kawasan bisnis dan perkantoran di Pancoran, Rasuna Said, dan Setiabudi, serta kawasan dengan mobilitas tinggi seperti Ciliwung dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Selain itu, integrasi antarmoda menjadi faktor penting dalam mendukung kemudahan perjalanan. LRT Jabodebek terhubung dengan berbagai moda transportasi lain seperti KRL, MRT, TransJakarta, Kereta Cepat Whoosh, serta layanan angkutan lanjutan (feeder), sehingga memungkinkan perjalanan yang lebih terintegrasi tanpa ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, LRT Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem transportasi perkotaan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

KAI akan terus mengoptimalkan layanan LRT Jabodebek guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang dinamis.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00 WIB

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Berita Terbaru