Alumni School of Information Systems BINUS UNIVERSITY Jadikan Hobi Sebagai Usaha: Simak Kisah Sukses Billy Adi Wijaya!

- Editor

Rabu, 2 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah tumbuhnya minat masyarakat untuk berwisata, bisnis peralatan travel semakin berkembang pesat. Salah satu produk yang paling dibutuhkan oleh para pelancong adalah koper, dari yang murah hingga yang mahal. Salah satu pebisnis yang melihat peluang itu adalah Billy Adi Wijaya, Alumni School of Information Systems BINUS University yang lahir pada tahun 1992, membangun bisnis koper merk Baller, yang sejauh ini berkembang dengan baik. 

Billy sempat membangun bisnis pembuatan pulpen sebelum memulai bisnis koper dari tahun 2011 hingga 2016, tetapi tidak berhasil. Setelah itu, ia yakin adanya peluang di industri pembuatan koper lokal. Billy menyatakan bahwa “Meskipun ada banyak produsen pakaian lokal yang berkembang pesat, belum ada produsen koper lokal yang mampu bersaing dengan koper merek asing”. 

Sejak awal 2019, ia telah memutuskan untuk memproduksi koper meski belum memiliki pengetahuan yang cukup luas mengenai industri tersebut. Namun, hal tersebut bukanlah menjadi hambatan, ia terus mempelajari cara membuat koper berkualitas tinggi dan membuat produk lokal yang sebanding dengan merek asing.

Perjalanan awal bisnis koper ini tidak selalu lancar. Salah satu masalah terbesar terjadi pada tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 muncul. Salah satu sektor ekonomi yang paling terpengaruh adalah travel. Penjualan Baller juga menurun. Bangganya, Billy tidak pernah patah semangat. Ia terus berusaha keras dan bersabar menunggu momentum dan akhirnya permintaan koper kembali meningkat setelah pandemi. Dari tahun 2020 hingga 2022, volume pengiriman koper meningkat secara signifikan, bahkan pada saat Lebaran 2023.

Baca Juga :  Qiscus Umumkan Transformasi AI untuk Akselerasi Pasar Asia Tenggara

Mereka menawarkan dua jenis koper: polikarbonat dan aluminium. Koper polikarbonat tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kabin hingga yang besar. Koper aluminium tanpa resleting memiliki dua kunci TSA dan berbagai ukuran. Adanya port pengisian USB di koper kabin adalah fitur yang menarik karena memungkinkan pengisian perangkat elektronik seperti tablet, ponsel, dan power bank dengan mudah.

Hingga saat ini, proses produksi masih dilakukan di luar negeri, yaitu di Vietnam dan China. Billy dan rekan-rekannya berkonsentrasi pada desain dan pengembangan produk. Keputusan untuk tetap menggunakan vendor luar didasarkan pada kualitas produksi dan teknologi yang lebih canggih di negara-negara tersebut dibandingkan dengan Indonesia. Saat ini, Baller memiliki kapasitas untuk memproduksi antara 10.000 dan 15.000 koper per tahun. Dari perspektif pemasaran, Billy membuat keputusan untuk menggunakan model direct to consumer (D2C). Sejauh ini, Baller dapat dibeli melalui situs web resmi mereka dan di beberapa toko online populer seperti Shopee, Tokopedia, dan Blibli.

Baca Juga :  Memahami Perbedaan Trafo CT dan Non CT di PT Bambang Djaja

Alumni School of Information Systems BINUS University, membuktikan bahwa usaha bisa berawal dari hobi. Dengan kecintaannya pada dunia traveling, Billy berhasil mengembangkan bisnis koper dengan merek Baller yang kini semakin dikenal. Melalui passion dan kreativitasnya, Billy menunjukkan bahwa hobi bisa menjadi fondasi kuat dalam membangun usaha yang sukses.

Di BINUS University, para mahasiswa dan alumni juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah hobi dan minat mereka menjadi bisnis nyata. Dengan dukungan pendidikan berkualitas dan ekosistem kewirausahaan yang kuat, setiap mahasiswa dapat mewujudkan ide kreatif mereka menjadi sebuah bisnis yang membanggakan.

Tak hanya itu, BINUS University juga menawarkan Enrichment Program. Melalui program ini, Binusian dapat #MulaiLebihAwal ke dunia kerja cukup dengan 2,5 tahun kuliah. Ini artinya, kamu memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya dan kamu bisa mendapatkan beasiswa hingga 100%

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

DPW APBMI Kalimantan Timur Bersinergi dengan Port Academy Gelar Diklat Foreman Bongkar Muat
VRITIMES Jalin Kemitraan Strategis dengan Arahjatim.com dan Sonaindonesia.com
Ibu Susi Pudjiastuti sebagai ketua umum stand up paddle indonesia periode 2025 – 2028
Ethereum Berpeluang ke $3,000 Jika Level Ini Tertembus
Kenapa Bisnis Perlu Menggunakan CRM Omnichannel?
Jennifer dan Rachel: Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Raih Penghargaan di The World Universities Debating Championships 2025, Harumkan Nama Indonesia
Perjalanan Ramah Lingkungan dan Gaya Masa Depan di ASHTA District 8
Debut Pi Network (PI) di Crypto Exchange dan Potensi Setelahnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Februari 2025 - 05:58 WIB

DPW APBMI Kalimantan Timur Bersinergi dengan Port Academy Gelar Diklat Foreman Bongkar Muat

Sabtu, 22 Februari 2025 - 03:57 WIB

VRITIMES Jalin Kemitraan Strategis dengan Arahjatim.com dan Sonaindonesia.com

Sabtu, 22 Februari 2025 - 02:29 WIB

Ibu Susi Pudjiastuti sebagai ketua umum stand up paddle indonesia periode 2025 – 2028

Sabtu, 22 Februari 2025 - 02:00 WIB

Ethereum Berpeluang ke $3,000 Jika Level Ini Tertembus

Sabtu, 22 Februari 2025 - 01:02 WIB

Kenapa Bisnis Perlu Menggunakan CRM Omnichannel?

Jumat, 21 Februari 2025 - 17:06 WIB

Perjalanan Ramah Lingkungan dan Gaya Masa Depan di ASHTA District 8

Jumat, 21 Februari 2025 - 16:00 WIB

Debut Pi Network (PI) di Crypto Exchange dan Potensi Setelahnya

Jumat, 21 Februari 2025 - 10:00 WIB

Sinyal Likuiditas Menguat, BTC Siap Tembus $111.000?

Berita Terbaru

Bisnis

Ethereum Berpeluang ke $3,000 Jika Level Ini Tertembus

Sabtu, 22 Feb 2025 - 02:00 WIB

Bisnis

Kenapa Bisnis Perlu Menggunakan CRM Omnichannel?

Sabtu, 22 Feb 2025 - 01:02 WIB