PLPA Naik 400% Setelah Listing di Indodax, Apakah Sudah Terlambat untuk Membeli?

- Editor

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Token lokal PLPA menjadi pusat perhatian di pasar kripto Indonesia setelah mencatat kenaikan lebih dari 400 persen setelah PLPA listing di Indodax. Dalam waktu singkat, harga PLPA melesat hingga Rp2.000 sebelum terkoreksi ke kisaran Rp1.100. Reli ini menjadikan PLPA sebagai salah satu aset dengan performa paling menonjol di pertengahan Oktober 2025.

Sebagai token dari ekosistem Bittime, momentum ini memperlihatkan bahwa proyek kripto lokal kini mulai mendapat ruang di pasar yang lebih luas. Pencatatan PLPA di Indodax memperluas eksposur dan akses bagi investor ritel sehingga mendorong lonjakan volume transaksi yang signifikan.

Momentum Listing dan Antusias Pasar yang Positif

Lonjakan harga PLPA terjadi bersamaan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan di kedua platform besar Indonesia. Data pasar menunjukkan volume transaksi mencapai lebih dari 14 juta PLPA dalam 24 jam, dengan nilai perdagangan setara Rp7,6 miliar.

Antusiasme investor juga tercermin dari reli cepat di grafik satu jam saat penulisan. Harga sempat menembus Bollinger Upper Band (Rp1.170) dan mencetak lonjakan volume yang kuat, menandakan arus beli yang agresif sejak awal sesi perdagangan. Euforia ini memberi sinyal bahwa minat terhadap token lokal masih sangat tinggi di tengah pasar yang cenderung datar.

Baca Juga :  Baru Berdiri 2019, Brand Somethinc Tembus Top Skincare Lokal: Ini 3 Strategi Jitunya!

Analisis Pergerakan Harga Jangka Pendek

Berdasarkan data grafik PLPA/IDR di Bittime saat penulisan, harga saat ini bergerak di sekitar Rp1.100, setelah sebelumnya mencapai puncak di Rp2.000. Indikator MACD masih berada di area positif (di atas 120), menunjukkan tren bullish jangka pendek meski momentum mulai melandai.

Sementara itu, Stochastic RSI berada di kisaran 78–87, menandakan kondisi overbought yang berpotensi diikuti konsolidasi harga. Garis Bollinger yang mulai melebar memperlihatkan volatilitas tinggi, yang umum terjadi setelah reli tajam. 

Untuk prediksi harga PLPA dalam waktu dekat, area Rp1.000 – Rp1.100 menjadi titik penting untuk melihat arah berikutnya. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang rebound menuju Rp1.400 – Rp1.600 masih kuat. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, koreksi ke area Rp900 – Rp950 bisa menjadi zona akumulasi baru bagi investor menengah.

Secara keseluruhan, tren jangka pendek PLPA tetap positif. Momentum kenaikan PLPA setelah listing di Indodax masih terlihat kuat, dengan potensi pembentukan pola harga baru setelah fase konsolidasi selesai.

Baca Juga :  Tanda Tangan di Cloud: Kemudahan dan Keamanan Dokumen Online

Apakah Sudah Terlambat untuk Membeli PLPA?

Pertanyaan apakah sudah terlambat untuk beli PLPA setelah mencapai ATH kini ramai di kalangan trader. Meski reli besar sudah terjadi, banyak yang melihat momentum PLPA belum sepenuhnya berakhir. Faktor utama yang bisa menjaga potensi kenaikan adalah keberlanjutan ekosistem Bittime dan dukungan komunitas yang kuat.

Bagi trader jangka pendek, volatilitas tinggi ini menjadi peluang untuk mengambil posisi cepat, sementara bagi investor menengah, fase konsolidasi setelah kenaikan justru bisa menjadi momen untuk akumulasi bertahap. Kuncinya ada pada manajemen risiko dan kesadaran bahwa reli pasca listing sering diikuti oleh periode stabilisasi harga.

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Seluruh data dan pergerakan harga bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dengan volatilitas yang tajam. Keputusan untuk membeli, menjual, atau menyimpan aset sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bittime Tanggapi Bitcoin Tembus $95.000 Akankah Jadi Sinyal Kebangkitan Menuju Rekor Baru?
Pemantauan Emisi Metana Berbasis Drone di Sektor Minyak dan Gas
Fenomena Antre di Tempat Makan Viral, Worth It atau Sekadar Ikut Tren?
PTPP Dinobatkan sebagai Best Green Contractor of the Year 2025, Satu-satunya BUMN Konstruksi Peraih Greenship Awards
KAI Daop 1 Jakarta Salurkan TJSL Rp1,9 Miliar Sepanjang 2025 untuk Pendidikan hingga Pelestarian Lingkungan
Antisipasi Libur Isra Miraj 15–18 Januari, KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 158 Ribu Tempat Duduk
Tingkatkan Kapasitas Pelayanan, KAI Services Gelar Training Untuk Prama Prami di Rangkaian Compartment
Riset Mikirduit: Sektor Perkapalan Jadi “Kuda Hitam” Investasi 2026-2027, Ini Saham Pilihannya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:56 WIB

Bittime Tanggapi Bitcoin Tembus $95.000 Akankah Jadi Sinyal Kebangkitan Menuju Rekor Baru?

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:50 WIB

Pemantauan Emisi Metana Berbasis Drone di Sektor Minyak dan Gas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:13 WIB

Fenomena Antre di Tempat Makan Viral, Worth It atau Sekadar Ikut Tren?

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:38 WIB

PTPP Dinobatkan sebagai Best Green Contractor of the Year 2025, Satu-satunya BUMN Konstruksi Peraih Greenship Awards

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:29 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Salurkan TJSL Rp1,9 Miliar Sepanjang 2025 untuk Pendidikan hingga Pelestarian Lingkungan

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:13 WIB

Tingkatkan Kapasitas Pelayanan, KAI Services Gelar Training Untuk Prama Prami di Rangkaian Compartment

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:40 WIB

Riset Mikirduit: Sektor Perkapalan Jadi “Kuda Hitam” Investasi 2026-2027, Ini Saham Pilihannya

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:30 WIB

Tokocrypto Edukasi Mahasiswa Lewat Web3 University Tour di 8 Kota Indonesia

Berita Terbaru