Banjir Bukan Konten, Balancia Dorong Perusahaan Swasta Bergerak Nyata

- Editor

Kamis, 1 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, 31 Desember 2025 — Di tengah banjir yang terus berulang dan perdebatan publik yang kerap berhenti pada siapa yang harus disalahkan, Balancia Ship Agency memilih mengambil langkah konkret. Melalui program Balancia Care, Balancia telah melaksanakan penanaman mangrove pada 30 Desember 2025 di kawasan Pesisir Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Aksi yang semula direncanakan menanam 2.000 mangrove tersebut berkembang di lapangan menjadi penanaman 10.000 mangrove, sebagai respons langsung terhadap urgensi pemulihan lingkungan yang kian mendesak.

Kegiatan ini dilaksanakan pascabanjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bagi Balancia, rangkaian bencana tersebut menjadi sinyal keras bahwa kerusakan ekosistem dari hulu hingga hilir telah dibiarkan terlalu lama. Ketika hutan di daratan terus digunduli dan daya resap alam melemah, dampaknya bermuara ke wilayah hilir dan pesisir yang kini dipaksa menjadi garis pertahanan terakhir.

“Awalnya kami merencanakan penanaman 2.000 mangrove. Namun dalam pelaksanaannya, kami memutuskan untuk memperluas skala aksi menjadi 10.000 mangrove sebagai bentuk komitmen yang lebih kuat terhadap upaya pemulihan lingkungan. Ini bukan soal angka, tetapi soal kesadaran bahwa krisis lingkungan tidak bisa ditangani setengah-setengah,” ujar Muhammad Candra Rambe, CEO Balancia Ship Agency.

Baca Juga :  Mengintip Peluang Bisnis 'Jasa Viral': Profesi Baru yang Menjanjikan di Balik Fenomena Media Sosial

Penanaman mangrove dilakukan bersama Pemuda Peduli Yogyakarta sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem yang selama bertahun-tahun tergerus oleh alih fungsi lahan dan eksploitasi tanpa kendali. Balancia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai seremoni, melainkan sebagai langkah konkret yang menunjukkan bahwa keputusan untuk bertindak dapat diambil tanpa menunggu momentum politik atau sorotan publik.

Sebagai anggota BIMCO dan FONASBA, dua asosiasi maritim internasional terkemuka, Balancia menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab industrinya. Keanggotaan tersebut mencerminkan komitmen Balancia untuk mendorong praktik pembangunan berkelanjutan demi masa depan industri maritim yang lebih bertanggung jawab.

Baca Juga :  PTPP Berhasil Mengantongi Rp15,28 Triliun Pada Penutupan Perolehan Nilai Kontrak Per Agustus 2025

“Kita sering berbicara tentang keberlanjutan, tetapi terlalu jarang menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Alam tidak membutuhkan narasi, ia membutuhkan dipulihkan,” tegas Candra.

Mangrove dipilih karena perannya yang krusial dalam sistem ekologi. Ekosistem ini terbukti mampu menahan abrasi, meredam gelombang, menurunkan risiko banjir, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon dalam jumlah besar. Ketika kerusakan di daratan dibiarkan, pesisir dan mangrove menjadi penyangga terakhir yang menanggung dampaknya.

Melalui aksi ini, Balancia secara terbuka mendorong perusahaan swasta, khususnya yang bergerak di sektor maritim, energi, dan industri berbasis sumber daya alam, untuk mengambil peran lebih nyata.

“Bukan soal siapa yang paling lantang bicara soal keberlanjutan, tetapi siapa yang benar-benar bersedia turun ke lapangan dan berbuat. Jika rencana bisa berubah menjadi aksi 10.000 pohon, seharusnya komitmen juga bisa diwujudkan secara nyata,” ujar Candra.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00 WIB

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Berita Terbaru