Belanja Jadi Bitcoin? Jepang Uji Program Tukar Poin ke BTC & XRP!

- Editor

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SBI Group, konglomerat keuangan besar di Jepang, baru saja meluncurkan program inovatif yang memungkinkan pemegang kartu kredit APLUS menukarkan poin reward menjadi aset kripto seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan XRP. Ini adalah pertama kalinya aset digital dimasukkan ke dalam katalog redeem APLUS yang sejauh ini hanya berisi cashback atau poin partner.

Dalam program ini, 2.100 poin APLUS setara dengan 2.000 ¥ (sekitar US$13) yang dapat dikonversi langsung ke BTC, ETH, atau XRP melalui rekening SBI VC Trade pengguna. Meskipun jumlahnya tergolong kecil, hanya belasan dolar per transaksi. Harapannya program ini menjadi pintu masuk yang mudah untuk memperkenalkan kripto kepada masyarakat umum tanpa risiko besar.

Langkah ini menandakan dorongan kuat menuju adopsi kripto secara mainstream di Jepang, sejalan dengan sikap regulasi negara tersebut yang cukup progresif terhadap aset digital . Dengan memasukkan kripto sebagai opsi redeem reward, SBI tidak hanya mendorong conversion, tetapi juga meningkatkan literasi digital finansial lewat figur nyata seperti BTC, ETH, dan XRP.

Program ini juga menggambarkan strategi rendah risiko namun berdampak jangka panjang dari SBI. Integrasi aset digital ke dalam sistem reward sehari-hari memberi eksposur langsung kepada konsumen, meski nominalnya kecil. Lebih jauh, ini memperluas jangkauan produk SBI VC Trade dan mengokohkan hubungan mereka dengan Ripple, terutama lewat XRP yang menjadi salah satu aset utama di SBI sejak 2018.

Di sisi korporasi, langkah ini bisa menjadi katalis percepatan inovasi reward konsumen dan membuka jalan bagi institusi keuangan lainnya untuk mengikutinya. Jika program ini berhasil diterima luas, bukan tidak mungkin konsep tukar poin menjadi kripto akan berkembang ke bank atau penyedia kartu kredit lain menjadikan aset digital bagian dari kehidupan finansial sehari-hari masyarakat Jepang.

Baca Juga :  Dupoin Raih Top 3 Pialang dengan Volume Transaksi Terbesar November 2025 versi JFX

Meskipun program tukar poin kartu kredit menjadi aset kripto yang diluncurkan oleh SBI Group ini masih terbatas dari segi skala dan nilai transaksinya, langkah tersebut memiliki makna strategis yang cukup besar. Ini bukan sekadar program reward biasa, melainkan sinyal kuat bahwa korporasi besar di Jepang mulai mengadopsi pendekatan yang lebih aktif terhadap aset digital. Dengan hanya 2.100 poin setara ¥2.000 (sekitar US$13), pengguna mungkin belum melihat nilai besar secara finansial, namun nilai simbolisnya terhadap integrasi kripto dalam kehidupan sehari-hari sangat penting.

Inisiatif ini mencerminkan bagaimana perusahaan-perusahaan Jepang kini lebih terbuka terhadap teknologi blockchain dan aset digital. Jika sebelumnya kripto masih dipandang sebagai instrumen investasi spekulatif yang terbatas pada kalangan tertentu, kini mulai bergeser menjadi bagian dari ekosistem keuangan yang lebih luas. SBI Group sebagai pemain utama dalam industri keuangan Jepang memanfaatkan posisinya untuk memimpin narasi baru bahwa kripto bisa terintegrasi dalam sistem reward konsumen yang selama ini sudah mapan.

Lebih dari itu, langkah ini juga menunjukkan sinyal positif terhadap sentimen pro-kripto di kalangan korporasi Jepang. Seiring dengan meningkatnya dukungan dari lembaga keuangan dan perusahaan teknologi, bukan tidak mungkin gelombang adopsi ini akan mendorong perubahan dalam pendekatan regulasi nasional. Jika inisiatif seperti ini mendapat respons yang baik dari pasar, maka tekanan untuk memperjelas dan mempermudah regulasi kripto bisa meningkat secara alami. Pemerintah dan otoritas keuangan Jepang mungkin akan melihat potensi manfaat ekonomi dari adopsi kripto yang lebih luas dan mempertimbangkan kebijakan yang lebih akomodatif.

Dalam konteks regional maupun global, Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan pendekatan paling progresif terhadap aset digital. Maka ketika perusahaan-perusahaan besar seperti SBI mulai bereksperimen dengan model-model integrasi kripto dalam sistem konvensional, hal ini tidak hanya akan menginspirasi perusahaan lokal lain, tetapi juga bisa menjadi contoh untuk negara lain di Asia. Ekspansi serupa, baik oleh SBI maupun perusahaan lain, sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat jika tren ini terus berlanjut.

Baca Juga :  Mengungkap Perkembangan AI di Indonesia: Tren, Tantangan, dan Masa Depan Cerah!

Dengan demikian, meskipun langkah awal ini masih tergolong kecil dan bersifat uji coba, potensi dampaknya terhadap masa depan industri kripto di Jepang tidak bisa diabaikan. Inisiatif ini bisa menjadi pemicu perubahan besar dalam cara masyarakat umum melihat dan menggunakan aset digital, sekaligus membuka jalan bagi ekosistem keuangan yang lebih terdesentralisasi, inklusif, dan modern. Jika berhasil, bukan tidak mungkin kripto akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan finansial sehari-hari masyarakat Jepang—bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai alat yang fungsional dan bernilai nyata.

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena, Karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00 WIB

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Berita Terbaru