Bittime Tegaskan Pentingnya Literasi Digital Menjelang Dinamika Bitcoin Terhadap Consumer Price Index (CPI)

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 10 Maret 2026 – Pasar aset kripto mengawali pekan ini dengan tren positif yang mencatatkan penguatan harga, menjelang Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat 2026. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange yang mengusung Trustworthy, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar.

Menurut data dari CoinPedia, pasar aset kripto telah menunjukkan reaksi yang kuat terhadap data inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Di mana, pada 13 Februari 2026, kemarin, ketika CPI Januari tercatat sebesar 2,4%, sedikit di bawah ekspektasi, bertepatan dengan aset Bitcoin ($BTC) yang melonjak sekitar 5%, naik dari titik terendah harian $65.889 menjadi hampir $70.500.

Pada saat yang sama, Ethereum ($ETH) dan XRP ($XRP) juga bereaksi kuat. Kedua koin tersebut naik sekitar 5% hingga 8% dalam satu hari, dengan $ETH bergerak di atas $2.100 dan $XRP diperdagangkan di dekat $1,55.

Baca Juga :  Awal yang Mudah untuk Kreativitas Digital — Wacom Memperkenalkan Wacom One 14 Pen Display Baru

Sekarang, data CPI Februari diperkirakan akan mencapai 2,5%, sedikit lebih tinggi dari angka Januari sebesar 2,4%. Karena itu, para trader mengamati dengan cermat bagaimana pasar akan bereaksi kali ini.

Consumer Price Index (CPI) merilis Meskipun inflasi menunjukkan tren yang mulai mereda secara perlahan, angka tersebut masih berada di atas target ideal Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed sebesar 2%. 

Lebih lanjut, situasi ini menciptakan dilema kebijakan moneter, di mana The Fed kemungkinan besar akan menunda pemotongan suku bunga demi menjaga stabilitas ekonomi. Berdasarkan data pasar, terdapat probabilitas yang sangat tinggi bahwa suku bunga akan dipertahankan pada level 3,5% hingga 3,75%, sebuah kondisi yang biasanya membatasi aliran likuiditas ke pasar aset spekulatif seperti aset kripto.

Namun, investor juga perlu mewaspadai risiko koreksi jika inflasi melonjak melampaui prediksi, karena hal tersebut dapat memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Fluktuasi ini menuntut kedewasaan dalam berinvestasi agar tidak terjebak dalam pengambilan keputusan yang bersifat emosional saat pasar mengalami volatilitas tinggi.

Baca Juga :  Dominasi Skintific & Skin1004 : Analisa Performa Toner & Mist di Marketplace Indonesia

Di tengah situasi pasar yang penuh tantangan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi dan strategi investasi jangka panjang. Sebab, kehadiran aset kripto sebagai salah satu diversifikasi aset investasi juga dapat dilirik sebagai investasi jangka panjang. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Namun, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB