Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan, Green Skilling 18 Bahas Peran Sertifikasi PEFC/IFCC

- Editor

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 13 Mei 2025 — Menjawab tren gaya hidup ramah lingkungan dan kesadaran konsumen akan pentingnya keberlanjutan, LindungiHutan kembali menggelar Green Skilling edisi ke-18 dengan tema “Trend Gaya Hidup Sustainable dengan Menggunakan Produk Berlogo PEFC/IFCC” pada Selasa, 13 Mei 2025, pukul 15.00 WIB secara daring.

Mengusung semangat edukasi publik dan peningkatan kesadaran industri terhadap keberlanjutan, acara ini menjadi ajang strategis untuk mengenalkan pentingnya memilih produk-produk bersertifikasi PEFC (Programme for the Endorsement of Forest Certification) dan IFCC (Indonesian Forestry Certification Cooperation). Kedua sertifikasi tersebut menjamin bahwa bahan baku kayu dan kertas berasal dari hutan yang dikelola secara lestari.

“Perubahan gaya hidup masyarakat menuju keberlanjutan terus berkembang, tapi kita masih menghadapi tantangan besar dalam percepatannya. Green Skilling 18 hadir untuk menjawab kebutuhan edukasi, sekaligus membuka ruang diskusi multipihak,” ujar Dara, Event Officer dari LindungiHutan.

Menurut laporan Healthy & Sustainable Living Report 2023 oleh GlobeScan, keinginan masyarakat global untuk hidup lebih berkelanjutan meningkat, tetapi adopsinya belum signifikan. Senada, laporan dari Kantar’s Creator Digest mengungkapkan bahwa 93% konsumen ingin menjalani gaya hidup lebih ramah lingkungan.

Baca Juga :  Optimalkan Kampanye Iklan dengan AI:, Maxy Academy Gelar Free Class Digital Marketing + AI

Di sisi lain, CEO Hypefast juga memprediksi bahwa tahun 2025 akan menjadi momentum penting meningkatnya regulasi keberlanjutan secara global, mendorong perusahaan untuk lebih adaptif terhadap agenda ESG (Environmental, Social, and Governance).

Dalam Green Skilling 18, peserta akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang peran penting sertifikasi PEFC/IFCC dalam mendorong industri yang lebih hijau dan bertanggung jawab. Selain itu, peserta juga akan memperoleh wawasan tentang bagaimana sebuah brand dapat mengintegrasikan bahan bersertifikasi ke dalam operasional serta strategi komunikasinya.

Tak hanya itu, acara ini juga menghadirkan tips praktis dari mitra bisnis yang telah menerapkan prinsip procurement berkelanjutan dalam proses mereka, memberikan inspirasi nyata untuk diterapkan di berbagai sektor usaha.

Rangkaian acara mencakup talkshow interaktif, pemaparan dari PEFC, serta cerita praktik langsung dari brand mitra yang telah menerapkan standar keberlanjutan melalui sertifikasi IFCC/PEFC.

Baca Juga :  Bersama Railfans, KAI Daop 1 Jakarta Tegaskan “Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, Jalan” di JPL 14 Manggarai

Di sesi ini, LindungiHutan juga menghadirkan narasumber Ragita Wirastri dari IFCC, Ahmad Rizalmi dari PT Lami Packaging Indonesia, dan Debbi Andalia dari PT Andalan Riau Pulp and Paper.

Perusahaan ini diketahui telah mengimplementasikan praktik bisnis berkelanjutan dalam lini produksi mereka, serta aktif mendukung penggunaan bahan baku bersertifikasi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang.

Acara akan diakhiri dengan sesi diskusi terbuka yang mempertemukan pelaku industri, penggiat lingkungan, dan konsumen.

“Sertifikasi bukan tren sesaat, tapi sebuah langkah yang dapat diambil untuk investasi jangka panjang bagi perusahaan pemilik brand yang ingin memulai journey sustainability-nya,” ujar Ragita, narasumber mitra dalam sesi pemaparan yang direncanakan.

Green Skilling 18 juga menjadi bagian dari kontribusi LindungiHutan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memberikan edukasi tematik yang aplikatif kepada peserta dari berbagai latar belakang, termasuk UMKM, startup, dan korporasi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:00 WIB

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB