Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Dorong Tren Bullish Emas

- Editor

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) kembali mencatat kenaikan pada perdagangan Selasa (25/11), menguat lebih dari 0,14% setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat memperbesar peluang bahwa Federal Reserve (Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga pada pertemuan 9–10 Desember. Pada perdagangan Rabu (26/11), emas bergerak stabil di sekitar $4.141 setelah sebelumnya menyentuh titik terendah harian di $4.109. Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah menjadi pendorong utama kenaikan ini, membuat investor kembali mengalihkan minat ke aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa formasi candlestick dan pergerakan indikator Moving Average mengindikasikan bahwa tren bullish pada XAU/USD semakin kuat. Menurutnya, momentum yang terbentuk di pasar menunjukkan meningkatnya optimisme investor bahwa harga emas memiliki peluang naik dalam jangka pendek. Penguatan teknikal tersebut juga dinilai sejalan dengan kondisi fundamental global yang mendukung sentimen ke arah bullish.

Secara teknikal, Andy memaparkan dua potensi arah gerak emas untuk hari ini. Jika tekanan beli terus berlanjut, XAU/USD berpotensi menargetkan kenaikan menuju area resistance di $4.208. Namun, jika tekanan naik melemah dan terjadi koreksi harga, emas bisa turun menuju level support terdekat di $4.116, yang akan menjadi penentu apakah tren bullish mampu bertahan.

Baca Juga :  KAI Divre III Palembang Amankan Barang Tertinggal Penumpang Selama 2025 Senilai Rp174 Juta

Sentimen penguatan emas juga diperkuat oleh data makro ekonomi AS terbaru. Setelah laporan inflasi menunjukkan pelemahan, pasar semakin yakin The Fed memiliki ruang yang lebih luas untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Beberapa pejabat The Fed bahkan mendukung pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini di bulan Desember. Hal ini membuat dolar AS melemah ke posisi terendah dalam satu minggu, sehingga memberikan dorongan tambahan bagi harga emas, mengingat hubungan terbalik antara keduanya.

Meski demikian, kenaikan harga emas tidak serta-merta berlangsung tanpa hambatan. Turunnya ekspektasi suku bunga juga mendorong peningkatan minat terhadap aset berisiko, tercermin dari menguatnya pasar saham global, sehingga membatasi penguatan emas sebagai aset safe haven. Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina juga menjadi faktor yang menekan potensi reli emas.

Baca Juga :  Pengabdian Tahun Ketiga, MIND ID Perluas Peran Indonesia dan kontribusi Global

Di sisi lain, kondisi fundamental keseluruhan tetap mendukung pergerakan emas ke arah naik. Stabilnya Indeks Harga Produsen (IHP) AS di 2,7% YoY, turunnya IHP inti menjadi 2,6%, serta melemahnya penjualan ritel dan tingkat kepercayaan konsumen, menunjukkan adanya perlambatan ekonomi yang dapat membuat The Fed semakin condong kepada kebijakan pelonggaran. Sikap dovish Gubernur Stephen Miran yang menilai perlunya penurunan suku bunga besar untuk menyeimbangkan kebijakan, semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa Fed berpeluang besar memangkas suku bunga 25 basis poin pada Desember, dengan probabilitas sekitar 85%.

Dengan dukungan teknikal yang bullish serta fundamental yang mengarah pada penurunan suku bunga, prospek pergerakan emas hari ini cenderung positif. Meski demikian, potensi koreksi tetap perlu diperhatikan oleh pelaku pasar yang memantau dinamika harga emas dalam jangka pendek. 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Satu-satunya di Indonesia, MMAJ Jakarta Bawa Konten Original Jepang ke Gandaria City Mei Mendatang
Bukan Sekadar Potongan: Ini Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) Buat Karyawan
Dolar Naik, Apa Dampaknya ke Keuangan Sehari-hari?
KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global
Seluruh Perjalanan KA dari Daop 2 Bandung Kembali Normal Pasca Insiden Bekasi Timur
KAI Bandara Perkuat Konektivitas Masyarakat Wates melalui Layanan KA Bandara YIA
PT KAI Daop 2 Bandung Siapkan 27 Perjalanan KA Selama Periode Libur Panjang Hari Buruh Internasional
Tokocrypto Andalkan Referral dan Derivatif untuk Dorong Aktivitas Investor
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 19:00 WIB

Satu-satunya di Indonesia, MMAJ Jakarta Bawa Konten Original Jepang ke Gandaria City Mei Mendatang

Kamis, 30 April 2026 - 19:00 WIB

Bukan Sekadar Potongan: Ini Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) Buat Karyawan

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

Dolar Naik, Apa Dampaknya ke Keuangan Sehari-hari?

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

KEK Gresik Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Berdaya Saing Global

Kamis, 30 April 2026 - 17:00 WIB

Seluruh Perjalanan KA dari Daop 2 Bandung Kembali Normal Pasca Insiden Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 - 17:00 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung Siapkan 27 Perjalanan KA Selama Periode Libur Panjang Hari Buruh Internasional

Kamis, 30 April 2026 - 16:00 WIB

Tokocrypto Andalkan Referral dan Derivatif untuk Dorong Aktivitas Investor

Kamis, 30 April 2026 - 16:00 WIB

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan Terintegrasi dan Terjangkau

Berita Terbaru

Bisnis

Dolar Naik, Apa Dampaknya ke Keuangan Sehari-hari?

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:00 WIB