Harga Bitcoin Berpotensi Cetak Rekor Baru Rp1,2 Miliar di Tengah Sentimen Positif Pasar

- Editor

Jumat, 1 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 1 November 2024 – Harga Bitcoin terus menunjukkan tren positif, mendekati all-time high (ATH) sebelumnya di level US$73.750 atau sekitar Rp1,15 miliar. Menurut analisis dari Tokocrypto, peluang untuk mencetak rekor baru semakin terbuka, didukung oleh berbagai sinyal bullish yang memperkuat tren kenaikan harga Bitcoin saat ini.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengungkapkan bahwa tren Uptober memang terlihat kembali terjadi di tahun ini, didukung oleh sentimen positif dan katalis makroekonomi yang kuat. Momentum bullish pada Bitcoin selama Oktober ini sejalan dengan fenomena Uptober, di mana harga Bitcoin biasanya mengalami kenaikan signifikan pada bulan ini. 

“Selain faktor teknis seperti pola cup and handle, antusiasme terhadap ETF Bitcoin Spot yang diantisipasi menyumbang pada tren ini. Ketertarikan investor institusional yang tinggi memperkuat keyakinan akan potensi bullish jangka panjang bagi Bitcoin, sehingga tren Uptober kembali mencuat di pasar,” kata Fyqieh.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur. Sumber: Tokocrypto.

Harga Bitcoin sempat mencapai US$73.400 sebelum terkoreksi ke US$72.274 pada Rabu, 30 Oktober. Namun, dengan dominasi Bitcoin yang kuat di pasar serta lonjakan volume transaksi harian hingga 14,86%, minat investor semakin terlihat jelas.

“Dominasi BTC yang mencapai 58,7% serta arus masuk ETF BTC yang mencatatkan angka sebesar US$870,02 juta pada tanggal 29 Oktober memperkuat potensi untuk masuk ke fase price discovery sebelum penutupan bulan ini,” ujar Fyqieh.

Baca Juga :  GANI.AI dan Reli Dakar: Di Mana Kompleksitas Bertemu Daya Tahan

Fyqieh juga menambahkan bahwa formasi pola teknikal “cup and handle” yang sudah terbentuk merupakan sinyal bullish klasik yang mendukung kenaikan harga. “Jika momentum ini terus berlanjut, target ATH di atas US$75.000 sangat realistis untuk tercapai sebelum akhir bulan ini,” tambahnya.

Katalis Pemilu AS dan FOMC Dorong Potensi ATH Baru

Menjelang pemilihan presiden AS dan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 7 November, Fyqieh melihat adanya beberapa katalis kuat yang dapat mendorong harga Bitcoin lebih tinggi.

“Faktor makroekonomi, seperti laporan pengangguran AS yang menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja, bisa berpengaruh besar terhadap kebijakan suku bunga,” jelasnya. Menurutnya, pelemahan data tenaga kerja dapat mendorong permintaan aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Sentimen pasar terhadap Bitcoin juga semakin didorong oleh antusiasme investor terhadap ETF Bitcoin spot. QCP Capital melaporkan bahwa lonjakan open interest Bitcoin mencapai US$44,44 miliar, yang diiringi oleh kinerja pasar ekuitas yang kuat, menunjukkan potensi bullish yang berkelanjutan. Meski begitu, Fyqieh mengingatkan akan risiko koreksi jika pasar mengalami pembalikan secara tiba-tiba.

Dampak Kebijakan Suku Bunga dan Pilpres AS Terhadap Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin periode 29-31 Oktober 2024. Sumber: Tokocrypto.

Fyqieh menyebutkan bahwa pemilu AS dan keputusan FOMC akan berdampak signifikan terhadap harga aset kripto, terutama Bitcoin. Ia mengungkapkan, “Pemilu AS sering kali memicu volatilitas di pasar, dan jika kandidat pro-kripto terpilih, ekspektasi regulasi yang mendukung bisa memperkuat permintaan aset digital ini.”

Baca Juga :  Jalur KA di Daop 2 Bandung dan Daop 4 Semarang Kembali Normal, KAI Mohon Maaf Atas Keterlambatannya

Keputusan FOMC terkait suku bunga juga diantisipasi oleh investor kripto. Jika suku bunga dipangkas atau dipertahankan, ini akan menjadi sinyal positif bagi Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, jika FOMC menaikkan suku bunga secara agresif, tekanan pada aset kripto bisa meningkat karena investor mungkin beralih ke aset yang lebih aman.

Menyoal prediksi pasca-pilpres AS, Fyqieh menambahkan bahwa kemenangan Trump dapat membawa kebijakan yang lebih ramah terhadap pasar kripto, termasuk dukungan terhadap ETF Bitcoin Spot.

“Jika suku bunga juga kembali dipangkas, investor kemungkinan akan lebih banyak beralih ke aset kripto sebagai pelindung nilai,” ungkap Fyqieh. Ia menyebut bahwa kombinasi dari kemenangan Trump dan penurunan suku bunga bisa membawa harga Bitcoin ke kisaran US$75.000–US$80.000 atau sekitar Rp1,17 miliar-Rp1,25 miliar dalam beberapa bulan mendatang.

Fyqieh menyimpulkan bahwa potensi Bitcoin untuk mencapai ATH baru cukup besar, namun tetap menyarankan investor untuk waspada terhadap kemungkinan koreksi yang bisa mengganggu momentum ini.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:00 WIB

Robot Quadruped Unitree: Dari Riset AI hingga Operasi Industri Berat

Berita Terbaru