Harga Emas Perpanjang Reli, Ketegangan Timur Tengah Picu Permintaan Safe Haven

- Editor

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan hari ini, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan data inflasi Amerika Serikat yang masih berada di level tinggi. Kombinasi faktor tersebut memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven, sehingga mendorong peningkatan permintaan dari investor global yang mencari perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik.

Pada awal pekan, emas dibuka dengan gap bullish dan langsung melanjutkan kenaikan hingga mendekati level 5.400. Pergerakan ini mencerminkan respons cepat pasar terhadap eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi global, terutama setelah Iran dilaporkan menghentikan sementara pengiriman minyak melalui jalur strategis Selat Hormuz. Kondisi ini menyebabkan lonjakan harga minyak dan meningkatkan ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya memberikan sentimen positif bagi harga emas.

Selain faktor geopolitik, tekanan inflasi dari Amerika Serikat juga menjadi pendorong utama penguatan emas. Data Indeks Harga Produsen (PPI) menunjukkan kenaikan tahunan yang melebihi ekspektasi pasar, sementara inflasi inti juga mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi masih akan bertahan, sehingga meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan nilai mata uang.

Baca Juga :  Setahun KA Ijen Ekspres, Angkut 271 Ribu Penumpang dan Adaptif Terhadap Kebutuhan Pelanggan

Sejalan dengan kondisi tersebut, analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, memproyeksikan bahwa harga emas masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis teknikal pada timeframe H1, Andy Nugraha menjelaskan bahwa kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan dominasi tren bullish yang semakin kuat.

“Selama tekanan beli tetap terjaga, XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di kisaran 5.441,” ujar Andy Nugraha dalam riset hariannya. Menurutnya, momentum kenaikan saat ini didukung oleh sentimen safe haven yang kuat serta kondisi fundamental global yang masih dipenuhi ketidakpastian.

Ia menambahkan bahwa tren bullish ini juga tercermin dari keberhasilan emas menembus level psikologis penting di atas 5.260, sekaligus mencatatkan level tertinggi dalam satu bulan terakhir. Pencapaian ini memperpanjang tren kenaikan emas yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, menunjukkan bahwa minat beli investor masih cukup solid.

Baca Juga :  Apresiasi Hari Ibu, BRI Hadirkan Solusi Mobilitas bagi Keluarga Indonesia

Meski demikian, Andy Nugraha juga mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap perlu diantisipasi sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar. Jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan, maka emas berpotensi mengalami koreksi menuju area support terdekat di sekitar level 5.222. Level tersebut dinilai sebagai area teknikal penting yang dapat menjadi titik penopang sebelum harga kembali melanjutkan tren kenaikan.

Secara keseluruhan, prospek harga emas masih didukung oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang kuat. Ketidakpastian geopolitik, meningkatnya tekanan inflasi, serta tingginya permintaan terhadap aset safe haven menjadi faktor utama yang menopang tren kenaikan emas saat ini. Selain itu, volatilitas pasar global dan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi turut mendorong investor untuk mempertahankan eksposur mereka pada logam mulia.

Dengan kondisi tersebut, emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk mempertahankan tren bullish dalam jangka pendek, terutama jika sentimen risiko global tetap tinggi. Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi terbaru yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga secara signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Sistem Pembayaran Non Tunai
SUCOFINDO Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi, Sertifikasi UNPAR dengan ISO 9001 & ISO 21001
Holding Perkebunan Nusantara Terus Perkuat Daya Saing Global, Ekspor Kopi Ijen PalmCo Tembus AS dan Inggris
Unitree Diluncurkan di Indonesia, Bermitra dengan Halo Robotics untuk Membuka Pasar Terbesar Asia Tenggara bagi Robot Humanoid dan Quadruped
Grand Opening Kalyce Aesthetic Clinic
Pembiayaan Mobil Baru BRI Finance Melaju Kencang, Tumbuh Signifikan di Kuartal I-2026
Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026
Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional, Presiden RI Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Nasional Fase 2
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:00 WIB

Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Sistem Pembayaran Non Tunai

Kamis, 30 April 2026 - 12:00 WIB

SUCOFINDO Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi, Sertifikasi UNPAR dengan ISO 9001 & ISO 21001

Kamis, 30 April 2026 - 11:01 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Terus Perkuat Daya Saing Global, Ekspor Kopi Ijen PalmCo Tembus AS dan Inggris

Kamis, 30 April 2026 - 11:01 WIB

Unitree Diluncurkan di Indonesia, Bermitra dengan Halo Robotics untuk Membuka Pasar Terbesar Asia Tenggara bagi Robot Humanoid dan Quadruped

Kamis, 30 April 2026 - 11:01 WIB

Grand Opening Kalyce Aesthetic Clinic

Kamis, 30 April 2026 - 11:01 WIB

Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional, Presiden RI Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Nasional Fase 2

Kamis, 30 April 2026 - 09:00 WIB

WIKA Beton Tunjuk Sekretaris Perusahaan Baru, Catat Kinerja Solid di Kuartal I 2026

Berita Terbaru

Bisnis

Grand Opening Kalyce Aesthetic Clinic

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:01 WIB