India Luncurkan Operasi Sindoor: Tanggapan Tegas terhadap Serangan Teroris Brutal di Pahalgam

- Editor

Rabu, 7 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

New Delhi, 7 Mei 2025 — Pemerintah India, pada pagi hari ini, telah meluncurkan Operasi Sindoor, sebuah operasi militer terbatas dan terukur yang bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur teroris dan mencegah serangan lintas batas lebih lanjut dari wilayah Pakistan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap serangan teroris brutal pada 22 April 2025 yang menargetkan wisatawan India di Pahalgam, Jammu & Kashmir, menewaskan 26 orang, termasuk satu warga negara Nepal.

Dalam konferensi pers resmi di New Delhi, Sekretaris Luar Negeri India, Shri Vikram Misri, menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh militan dari kelompok Lashkar-e-Taiba (LeT) yang berbasis di Pakistan, serta yang telah dilatih di sana. Serangan itu menjadi insiden teroris paling mematikan terhadap warga sipil di India sejak tragedi Mumbai 26/11 pada tahun 2008.

Kekejaman yang Terencana dan Mengincar Trauma

Misri menggambarkan serangan di Pahalgam sebagai tindakan “kebiadaban luar biasa”, di mana para pelaku membunuh korban dengan tembakan ke kepala dari jarak dekat, disaksikan oleh anggota keluarga mereka. Para pelaku secara sengaja menciptakan trauma psikologis dan menyampaikan pesan ancaman yang harus diteruskan oleh para saksi kepada publik — bukti bahwa serangan ini dirancang untuk menyebarkan ketakutan secara luas.

Sasaran Ekonomi dan Kerukunan Sosial

Menurut Sekretaris Luar Negeri, motif utama di balik serangan ini adalah menghancurkan upaya normalisasi dan pemulihan ekonomi di Jammu & Kashmir, khususnya sektor pariwisata, yang tahun lalu berhasil menarik 23 juta wisatawan ke wilayah tersebut. Dengan menargetkan pariwisata, para pelaku berharap mencegah pembangunan dan menciptakan ketidakstabilan yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan teror lintas batas dari Pakistan.

Baca Juga :  Dolar AS Melemah, Emas Kembali Naik Didukung Sinyal Kebijakan The Fed

Selain itu, pola serangan juga menunjukkan niat untuk memprovokasi konflik komunal, tidak hanya di Jammu & Kashmir tetapi juga di seluruh India. Namun, Misri memuji pemerintah dan rakyat India karena berhasil menggagalkan skenario tersebut dan menjaga persatuan nasional.

Bukti dan Keterlibatan Langsung Pakistan

Kelompok The Resistance Front (TRF), yang merupakan kedok dari Lashkar-e-Taiba dan telah dilarang oleh PBB, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. India telah memberikan data intelijen mengenai TRF dalam laporan setengah tahunan kepada Komite Sanksi 1267 PBB pada Mei dan November 2024. Bahkan pada Desember 2023, India telah memberikan bukti tentang cara LeT dan Jaish-e-Mohammad beroperasi menggunakan kelompok-kelompok kecil seperti TRF.

India juga mencatat tekanan aktif dari Pakistan untuk menghapus referensi mengenai TRF dalam pernyataan Dewan Keamanan PBB tertanggal 25 April 2025 — sebuah indikasi jelas adanya perlindungan negara terhadap jaringan teroris.

Penyelidikan oleh aparat India telah mengungkap jaringan komunikasi para pelaku yang berhubungan langsung dengan Pakistan, dan klaim TRF yang disebarluaskan oleh akun-akun media sosial yang terkait dengan Lashkar-e-Taiba semakin memperkuat bukti tersebut. Identifikasi para pelaku telah berkembang pesat berdasarkan kesaksian dan data intelijen.

Rekam Jejak Pakistan dan Contoh Kasus Sajid Mir

Misri menyoroti bahwa pola serangan ini konsisten dengan sejarah panjang Pakistan dalam mendukung teror lintas batas, serta reputasi internasionalnya sebagai tempat berlindung bagi teroris. Ia juga menyebut kasus Sajid Mir — seorang teroris yang sebelumnya diklaim telah meninggal oleh Pakistan namun kemudian ditemukan hidup dan ditangkap setelah adanya tekanan internasional — sebagai contoh paling nyata dari upaya penyesatan sistemik.

Baca Juga :  Dua Tahun Marianna Resort: Pesta Gemerlap di Tepi Danau Toba, Daya Tarik Baru Wisata Samosir

Tindakan Tegas: Operasi Sindoor

Setelah dua minggu tanpa adanya tindakan nyata dari Pakistan terhadap jaringan teroris di wilayahnya, dan dengan bukti rencana serangan lebih lanjut terhadap India, pemerintah India mengambil tindakan dengan melaksanakan Operasi Sindoor pada pagi hari 7 Mei.

Operasi ini:

Bersifat terukur, proporsional, dan bertanggung jawab

Tidak dimaksudkan untuk memicu eskalasi

Fokus pada penghancuran infrastruktur teroris dan penetralan elemen yang akan dikirim ke India

Dukungan Internasional dan Kerangka Hukum

Tindakan ini sepenuhnya sejalan dengan pernyataan Dewan Keamanan PBB tertanggal 25 April 2025, yang menekankan, “perlunya membawa pelaku, penyelenggara, pendana dan sponsor dari tindakan terorisme keji ini ke pengadilan dan mempertanggungjawabkan mereka.”

Pernyataan Penutup

Operasi Sindoor merupakan bentuk penegasan bahwa India tidak akan diam dalam menghadapi terorisme lintas batas, dan memiliki hak untuk bertindak guna menjaga keselamatan warganya. Pemerintah India tetap terbuka untuk kerja sama internasional dalam memerangi terorisme dan menyerukan kepada komunitas global untuk tidak bersikap netral terhadap negara yang menjadi pelindung teror.

Sekretaris Luar Negeri Vikram Misri didampingi oleh Kolonel Sofia Quareshi dan Komandan Udara Vyomika Singh, yang akan memberikan rincian teknis tambahan mengenai pelaksanaan Operasi Sindoor kepada media.

Untuk informasi lebih lanjut, lihat pernyataan resmi dari Kementrian Urusan Luar Negeri India dan Kedutaan Besar India di Jakarta di bawah:

https://www.mea.gov.in/Speeches-Statements.htm?dtl/39473https://www.indianembassyjakarta.gov.in/users/assets/pdf/press/press__448847190.pdfhttps://www.indianembassyjakarta.gov.in/users/assets/pdf/press/press__801063696.pdf

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB