Indonesia Peringkat 5 Asia dalam Publikasi Ilmiah 2024, Konsistensi Publikasi Bereputasi Jadi Tantangan

- Editor

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia menempati peringkat ke-19 dunia dan peringkat ke-5 di Asia dalam jumlah publikasi ilmiah tahun 2024 berdasarkan data SCImago Journal Rank yang bersumber dari Scopus.

Indonesia mencatatkan capaian penting dalam peta riset global tahun 2024. Berdasarkan data terbaru, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-19 dunia dalam jumlah publikasi ilmiah serta peringkat ke-5 di kawasan Asia. Pencapaian ini menunjukkan bahwa produktivitas riset nasional terus berkembang dan semakin diperhitungkan di tingkat internasional.

Peringkat Publikasi Ilmiah Indonesia di Tingkat Dunia

Data tahun 2024 dari SCImago Journal Rank yang bersumber dari basis data Scopus mencatat bahwa Indonesia menghasilkan 64.596 dokumen ilmiah sepanjang tahun tersebut. Jumlah ini menempatkan Indonesia di atas beberapa negara Eropa seperti Polandia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan publikasi ilmiah yang cukup pesat.

Peringkat Publikasi Ilmiah Indonesia di Tingkat Asia

Di tingkat Asia, Indonesia berada pada posisi kelima, berada di bawah Jepang dan Korea Selatan, serta di atas Malaysia dan Taiwan. Posisi ini menunjukkan bahwa kontribusi riset Indonesia di kawasan Asia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, pemeringkatan global tidak hanya ditentukan oleh
jumlah dokumen yang dipublikasikan. Indikator lain seperti jumlah sitasi,
h-index, serta dampak ilmiah dari penelitian juga menjadi faktor penting dalam
menilai kualitas riset suatu negara.

Jika dilihat dari indikator tersebut, tantangan Indonesia
saat ini tidak lagi sekadar meningkatkan jumlah publikasi
jurnal
, tetapi juga memperkuat kualitas dan pengaruh ilmiah dari penelitian
yang dihasilkan. Artinya, fokus pengembangan riset tidak hanya pada kuantitas
karya ilmiah, tetapi juga pada kontribusi nyata penelitian terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Baca Juga :  Pin Prioritas LRT Jabodebek Jadi Instrumen Atur Hak Pengguna Rentan di Ruang Publik

Salah satu indikator yang sering digunakan untuk melihat
dampak ilmiah adalah rasio sitasi per dokumen. Pada tahun 2024, rasio sitasi
publikasi Indonesia tercatat berada di angka 0,52, yang masih relatif lebih
rendah dibandingkan beberapa negara lain di Asia. Kondisi ini menunjukkan bahwa
meskipun jumlah publikasi terus meningkat, pengaruh ilmiah dari penelitian
Indonesia masih perlu ditingkatkan agar lebih sering dirujuk oleh peneliti
internasional.

Dalam konteks ini, publikasi jurnal pada jurnal bereputasi
internasional menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas
dan visibilitas riset. Jurnal bereputasi umumnya memiliki standar seleksi yang
ketat, proses peer review yang kredibel, serta jangkauan pembaca internasional
yang luas. Dengan standar tersebut, penelitian yang diterbitkan memiliki
peluang lebih besar untuk mendapatkan sitasi dan memberikan dampak ilmiah yang
lebih signifikan.

Selain itu, publikasi pada jurnal bereputasi juga berperan
penting dalam memperluas akses terhadap hasil penelitian Indonesia. Ketika
karya ilmiah dipublikasikan pada jurnal yang memiliki reputasi kuat, penelitian
tersebut akan lebih mudah ditemukan oleh komunitas akademik global sehingga
potensi kolaborasi riset dan pertukaran pengetahuan juga semakin terbuka.

Baca Juga :  AnyAI milik AnyMind Group kini tersedia di Google Cloud Marketplace

Ke depan, peningkatan kualitas publikasi menjadi agenda
strategis bagi ekosistem riset nasional. Hal ini dapat dilakukan melalui
berbagai pendekatan, seperti penguatan metodologi penelitian, peningkatan
kolaborasi internasional, serta kemampuan peneliti dalam memilih jurnal yang
sesuai dengan bidang keilmuannya.

Pendekatan yang lebih terencana dalam proses publikasi
jurnal juga menjadi faktor penting. Peneliti perlu memahami standar penulisan
ilmiah global, memastikan kebaruan penelitian yang dilakukan, serta
menyesuaikan naskah dengan kriteria jurnal yang dituju agar peluang publikasi
semakin besar.

Dalam praktiknya, sebagian peneliti juga memanfaatkan jasa publikasi
jurnal
sebagai bentuk pendampingan dalam proses persiapan naskah, mulai
dari penyuntingan akademik, penyesuaian format jurnal, hingga proses submit dan
komunikasi dengan editor. Pendampingan semacam ini dapat membantu memastikan
bahwa naskah penelitian telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh jurnal
internasional.

Capaian Indonesia sebagai peringkat ke-5 Asia dalam output
riset tahun 2024 menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia pendidikan
tinggi dan penelitian nasional. Namun, menjaga konsistensi publikasi pada
jurnal bereputasi tetap menjadi kunci agar posisi Indonesia dalam pemeringkatan
global tidak hanya bertahan, tetapi juga terus meningkat.

Di tengah kompetisi akademik global yang semakin ketat,
kualitas publikasi ilmiah akan menjadi faktor utama yang menentukan seberapa
besar kontribusi riset Indonesia terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di
dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global
Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:00 WIB

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:00 WIB

Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:00 WIB

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB