Kementerian PU Percepat Normalisasi Sungai Batang Malalo dan Perbaikan Sabo Dam Pascabanjir Tanah Datar

- Editor

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, 20 Desember 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih melakukan penanganan darurat pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Barat. Salah satu penanganan yang sedang dikerjakan adalah normalisasi Sungai Batang Malalo dan pemulihan fungsi Sabo Dam di Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar. Perbaikan ini dilakukan untuk memulihkan kondisi sungai dan Sabo Dam yang terdampak, sekaligus untuk memitigasi risiko bencana di masa depan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa kesiapsiagaan
infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam
mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. Pemanfaatan Sabo Dam merupakan
salah satu strategi Kementerian PU dalam memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur
air dan keamanan wilayah di sekitarnya.

Sekretaris Nagari Guguak Malalo Rizal Ramli mengakui bahwa Sabo
Dam di Sungai Batang Malalo memiliki peran penting bagi keselamatan warga saat
bencana banjir dan longsor yang telah lalu. Banjir bandang yang terjadi akhir
November 2025 lalu, yang dinilai lebih besar dibandingkan kejadian serupa pada
tahun 2012, dapat diredam oleh keberadaan Sabo Dam ini.

Saat banjir terjadi, Sabo Dam membantu menahan sebagian besar
material banjir dan longsoran dari hulu sungai, sehingga banyak rumah warga
dapat terselamatkan. Walaupun mengalami kerusakan akibat hantaman material
besar, Sabo Dam terbukti berhasil menahan sedimen berupa pasir dan batu dari
bagian hulu sungai.

“Menurut kami Sabo Dam ini sangat penting karena beberapa kali
runtuhan dari arah aliran sungai, Alhamdulillah karena ada
Sabo Dam ini material banyak tertahan di atas, sehingga banyak rumah yang
terselamatkan,” ungkap Rizal, seraya menambahkan bahwa keberadaan Sabo Dam
memberikan waktu bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  Merayakan 15 Tahun, Program Studi Film BINUS UNIVERSITY Gelar Roadshow Kreatif di Makassar

“Bencana ini terasa lebih besar dari bencana tahun 2012, tapi
karena adanya Sabo Dam jadi terasa manfaatnya bagi kami. Dengan adanya Sabo Dam
ini kami bisa memantau keadaan air dan mengimbau warga untuk mengungsi,” ujar
Rizal.

Rizal berharap upaya normalisasi Sungai Batang Malalo yang sedang
dikerjakan Kementerian PU terus dipercepat penyelesaiannya karena kalau tidak
segera diatasi masyarakat khawatir akan datang banjir bandang susulan.

Saat ini, bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Kementerian PU
melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V tengah melakukan upaya penanganan
darurat dan pemulihan Sungai Batang Malalo berikut Sabo Dam-nya.

“Salah satu fokus utama adalah normalisasi Sungai Batang Malalo
sekitar 1,5 Km guna mengembalikan kapasitas alur sungai dan mengurangi potensi
banjir susulan,” ujar Kepala BWS Sumatera V Naryo Widodo.

Naryo juga menambahkan bahwa fungsi strategis Sabo Dam dalam
menahan energi banjir bandang harus segera dipulihkan. Sabo Dam memiliki fungsi
dalam menahan sedimen dan mengurangi energi banjir bandang. Meski terdampak dan
mengalami kerusakan, keberadaannya telah membantu mengurangi risiko yang lebih
besar.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Kabupaten Tanah
Datar, John Kenedy, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kementerian PU dan
berharap perbaikan permanen segera terealisasi.

Baca Juga :  Kabar Gembira, KAI Buka Kesempatan Putra Putri Terbaik Untuk Berkarir di KAI

“Kondisi sekarang Sabo Dam ada kerusakan dengan ketinggian
sedimentasi lebih dari 20 meter. Tanggulnya rusak sepanjang kurang lebih 350
meter,” papar John.

Sabo Dam di Sungai Batang Malalo berfungsi untuk menampung aliran
sedimen atau debris sungai. Sedikit berbeda dengan fungsi bendungan, Sabo Dam
tidak hanya menahan debit aliran air tetapi juga menahan limpasan pasir dan
batu yang terbawa arus air sungai. Konstruksi Sabo Dam biasanya bertingkat,
dengan ukuran terbesar di bagian atas untuk menahan batu-batu besar, dan yang
lebih kecil di bawah untuk menahan pasir.

Bagi masyarakat Tanah Datar, Sabo Dam di Sungai Batang Malalo juga
memiliki manfaat lain, yakni sebagai pendukung sistem irigasi pertanian.
Bencana banjir yang terjadi di Tanah Datar telah merusak fungsi Sabo Dam,
sehingga menyebabkan jaringan irigasi di enam daerah irigasi yang melayani 100
hektare lahan pertanian terputus.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat,
pemerintah daerah, dan masyarakat, Kementerian PU berharap penanganan Sabo Dam
dan normalisasi Sungai Batang Malalo dapat segera tuntas sehingga risiko
bencana dapat ditekan, dan aktivitas sosial serta ekonomi warga dapat kembali
berjalan dengan aman dan berkelanjutan.

 

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja,
Bergerak, Berdampak” dalam menjalankan ASTACITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global
Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%
Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur
Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:00 WIB

Stablecoin Jadi Lapisan Proteksi Portofolio di Tengah Tekanan Rupiah dan Ketidakpastian Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:00 WIB

Dorong Akses Motor Premium, BRI Finance Tawarkan Skema Pembiayaan Mulai 0,7%

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:00 WIB

Dari Nol ke First Trade: Strategi Trading untuk Pemula dan 5 Aset Kripto untuk Memulai Secara Lebih Terukur

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:00 WIB

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB