Kementerian PU Percepat Pemulihan dan Peningkatan Kualitas Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan di Aceh

- Editor

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG, 22 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak menangani infrastruktur sanitasi yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Penanganan dilakukan guna mencegah risiko gangguan kesehatan lingkungan serta memastikan layanan dasar masyarakat dapat segera pulih. Kementerian PU merencanakan tidak hanya sekadar pemulihan, tetapi juga peningkatan kualitas infrastruktur sanitasi agar sistem pengelolaan sampah dan air limbah domestik dapat berfungsi kembali secara normal dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menteri PU, Dody
Hanggodo, saat meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rantau dan Instalasi
Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Rantau sebagai bagian dari upaya pemulihan
pascabencana di Aceh Tamiang, Selasa (20/1/2026).

“Sanitasi yang berfungsi dengan baik adalah kebutuhan dasar
masyarakat. Karena itu, penanganan TPA dan IPLT harus dilakukan cepat,
bertahap, dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan di kemudian
hari,” kata Menteri Dody.

TPA Rantau menjadi prioritas penanganan karena sistem open
dumping
 yang beroperasi saat ini berpotensi menimbulkan pencemaran
lingkungan. Dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU telah
menyiapkan skema penanganan komprehensif. Rencana tersebut mencakup perbaikan
sel landfill eksisting, pembangunan sel landfill baru,
perbaikan jalan akses, serta pengadaan alat berat pendukung operasional.

Baca Juga :  Waktu Transit Lebih Produktif, Manfaatkan Fasilitas Co-Working Space di Stasiun Cawang

Selama 10 hari terakhir, Kementerian PU melalui Balai Penataan
Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh telah melakukan pembersihan
intensif pada kawasan TPA yang tertimbun material pascabencana. Kegiatan ini
melibatkan program padat karya yang memberikan manfaat ekonomi langsung bagi
masyarakat setempat. Fokus pekerjaan saat ini diarahkan pada pembersihan jalan
akses dan penanganan material yang menghambat mobilitas operasional.

Selain TPA, pemulihan fungsi layanan juga difokuskan pada IPLT
Rantau. Langkah awal berupa pembersihan kawasan dan pengangkatan lumpur pada
bak pengolahan telah dilaksanakan. Selanjutnya, penanganan akan mencakup
rehabilitasi unit pengolahan, mulai dari bak anaerobik, fakultatif, maturasi,
hingga wetland.

Untuk mendukung keberlanjutan sistem pengelolaan air limbah
domestik, Kementerian PU juga memfasilitasi pengadaan truk tinja, tangki septik
beserta bioaktivator, serta memberikan pendampingan tata kelola dan penyusunan
studi teknis. Ke depan, Kementerian PU mengusulkan penerapan inovasi teknologi
sanitasi ramah lingkungan melalui pengadaan Net-Zero Toilet 5.0 di
wilayah terdampak.

Baca Juga :  Prioritas K3, Pelindo Multi Terminal Terapkan Program “Fit to Work”

Upaya pemulihan di Aceh Tamiang merupakan bagian dari strategi
besar Kementerian PU dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saat ini, Kementerian
PU tengah melaksanakan peningkatan pelayanan pada 11 TPA sampah dan 10 IPLT di
berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Peningkatan layanan serupa juga dilakukan di Provinsi Sumatera
Utara yang mencakup dua TPA sampah dan satu IPLT, serta di Provinsi Sumatera
Barat dengan peningkatan pelayanan satu TPA sampah. Seluruh pekerjaan tersebut
kini dalam tahap pelaksanaan sebagai wujud nyata pemerintah dalam memitigasi
risiko kesehatan masyarakat dan mempercepat pemulihan layanan dasar
pascabencana.

 

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:00 WIB

Barantum Bantu Bisnis Respon Pelanggan Lebih Cepat dengan AI Agent

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB