Kementerian PU Susun Rencana Rehabilitasi 23 Muara Sungai Terdampak Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

- Editor

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 21 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan rencana strategis penanganan 23 muara sungai yang tersebar di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tahapan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana guna memulihkan kapasitas pengendalian air dan memperlancar aliran sedimen ke laut.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan muara
sungai di wilayah terdampak bencana di Sumatera memerlukan pendekatan teknis
yang cermat dan spesifik. Metode penanganannya tidak dapat disamaratakan antara
satu sungai dengan sungai lainnya.

Menurut Menteri Dody, berdasarkan survei lapangan, sebagian besar
muara sungai besar yang mengalami pendangkalan berat akibat sedimentasi bencana
memerlukan penanganan menggunakan kapal keruk (dredger).

“Sebagian besar pembersihan muara itu membutuhkan dredger.
Tidak bisa cukup hanya menggunakan alat berat biasa seperti ekskavator atau
metode percepatan lainnya. Memang ada muara tertentu yang bisa ditangani
tanpa dredger, contohnya di Krueng Meureudu, tetapi dari total 23
muara, mungkin hanya sekitar satu sampai tiga lokasi yang bisa menggunakan pola
yang sama,” ujar Menteri Dody.

Berdasarkan hasil inventarisasi dan survei teknis yang dilakukan
Kementerian PU, tercatat ada 23 muara sungai terdampak bencana di tiga provinsi
tersebut. Di Provinsi Aceh, terdapat 8 muara terdampak. Rinciannya: 1 muara
sedang ditangani, 2 muara masuk dalam rencana penanganan, dan 5 muara belum
tertangani.

Baca Juga :  Rayakan Kemerdekaan ke-80 RI dengan Pesona Budaya di “Indonesian Heritage” Mall @ Alam Sutera

Sementara itu di Provinsi Sumatera Utara, terdapat 11 muara
terdampak. Rinciannya: 8 muara dalam rencana penanganan dan 3 muara belum
ditangani. Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat, terdapat 4 muara terdampak.
Rinciannya: 3 muara telah ditangani dan 1 muara dalam rencana penanganan.

Menteri Dody menjelaskan bahwa penggunaan kapal keruk (dredger)
juga tidak dapat dilakukan serta-merta tanpa perencanaan yang matang. Tahapan
desain mutlak diperlukan untuk menentukan lokasi pembuangan material hasil
pengerukan (disposal area), apakah akan dimanfaatkan untuk memperkuat
tanggul, ditempatkan menjauh ke laut, atau untuk kebutuhan teknis lainnya.

“Kalau materialnya mau dijadikan tanggul, desainnya juga harus
benar. Jangan sampai saat terjadi banjir berikutnya, tanggulnya tidak cukup
kuat. Karena itu, untuk muara-muara besar, prosesnya masuk ke tahap
rehabilitasi dan rekonstruksi, bukan lagi sekadar tanggap darurat,” jelas
Menteri Dody.

Sembari menyusun rencana
strategis rekonstruksi muara sungai, Kementerian PU saat ini juga masih
memprioritaskan penanganan cepat pada infrastruktur air yang bersentuhan
langsung dengan kehidupan masyarakat. Fokus utama saat ini adalah perkuatan
tanggul eksisting, khususnya pada sungai yang melintasi kawasan perkotaan,
serta normalisasi sungai pada titik-titik kritis untuk melancarkan aliran air.

Baca Juga :  Hari Kanker Paru Sedunia: LindungiHutan Tegaskan Pentingnya Tutupan Hijau untuk Udara Bersih dan Kesehatan Paru

“Untuk muara-muara yang relatif kecil dan bisa ditangani
tanpa dredger, itu akan kita kerjakan dalam beberapa hari ke depan.
Namun untuk muara yang besar, pengerjaannya harus menunggu desain selesai agar
penanganannya tepat dan berkelanjutan,” jelas Menteri Dody.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera
II Medan, Feriyanto Pawenrusi, menyatakan bahwa kondisi muara memegang peranan
vital dalam sistem pengendalian banjir dari hulu ke hilir. Penyempitan dan
pendangkalan muara berpotensi memperlambat aliran sungai, sehingga berpotensi
menyebabkan air sungai meluap ke permukiman, dan meningkatkan risiko banjir
berulang.

“Kondisi muara ini sangat menentukan. Kalau muara tersumbat,
sebaik apapun normalisasi sungai di hulu, air tetap sulit keluar ke laut.
Karena itu penanganan muara harus menjadi bagian penting dari sistem
pengendalian banjir secara menyeluruh,” jelas Feriyanto.

Kementerian PU memastikan penanganan muara ini akan diintegrasikan
secara penuh ke dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Hal
ini bertujuan agar fungsi hidrologi sungai dan muara dapat pulih optimal serta
mampu memitigasi risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi
Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?
KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa
Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi
Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya
Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan
Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum
Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:00 WIB

Long Weekend 1–3 Mei, LRT Jabodebek Operasikan 270 Perjalanan per Hari, Jadi Solusi Mobilitas Liburan yang Efisien, Tepat Waktu, dan Terintegrasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:00 WIB

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:00 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:00 WIB

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:00 WIB

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi ESG, PalmCo Catat Penurunan Emisi 28,88 Persen

Berita Terbaru

Bisnis

Mei Banyak Libur, Dompet Bisa Ikut “Libur”?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB