Krakatau Steel: Perlindungan Baja Nasional adalah Praktik Global dan Fondasi Kedaulatan Industri

- Editor

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta , 2 Januari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menyambut pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengenai pentingnya keberanian Indonesia melindungi industri dalam negeri sebagai sinyal kebijakan yang konstruktif dan strategis. Pernyataan tersebut diungkapkan saat membuka Business Matching Produk Dalam Negeri di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (15/12).

Di tengah dinamika
perdagangan global yang semakin kompleks dan tidak sepenuhnya simetris, sikap
tersebut mencerminkan kesadaran negara dalam menjaga keberlanjutan industri
nasional yang bersifat fundamental, termasuk industri baja. Sebagai industri
hulu yang menopang berbagai sektor strategis, baja memiliki peran sentral dalam
pembangunan nasional.

Proteksi Baja Sebagai Arus Utama Global 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, menegaskan bahwa
perlindungan industri baja bukanlah praktik eksklusif atau menyimpang,
melainkan bagian dari arus utama kebijakan perdagangan internasional.

“Pengalaman
Korea Selatan menunjukkan bahwa bahkan kampiun baja dunia sekalipun tetap
membutuhkan instrumen perlindungan perdagangan. Proteksi baja bukan tanda
kelemahan industri, tetapi bagian dari tata kelola untuk menjaga keberlanjutan
di tengah distorsi pasar global,” ujar Widodo.

Baca Juga :  Tantangan dan Kesalahan Umum Investor Reksa Dana Pemula

Ia
menjelaskan bahwa Korea Selatan secara konsisten menggunakan instrumen trade
remedies
, termasuk bea anti dumping, untuk menjaga pasar domestik
dari tekanan impor yang merugikan produsen nasional. Pendekatan serupa juga
dilakukan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga negara-negara ASEAN seperti
Thailand dan Malaysia.

Mewujudkan Persaingan yang Adil

Bagi
Krakatau Steel Group, sinyal kebijakan tersebut memiliki arti penting dalam
menciptakan level playing field yang adil bagi industri baja nasional. Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menegaskan bahwa industri
baja nasional membutuhkan proteksi dalam negeri agar transformasi yang tengah
dilakukan dapat berjalan optimal.

“Industri
baja adalah fondasi industrialisasi. Tanpa kebijakan yang adil dan berimbang,
industri strategis nasional akan terus tertekan oleh praktik perdagangan global
yang tidak simetris,” jelas
Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel
Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Baca Juga :  School of Information Systems: Why Information Systems is the Real MVP Behind the AI Hype

Ia
menambahkan bahwa Krakatau Steel terus melakukan pembenahan internal melalui
peningkatan efisiensi, kualitas produk, serta penguatan struktur bisnis, namun
upaya tersebut perlu ditopang oleh kebijakan industri yang berpihak pada
kepentingan nasional.

“Proteksi
yang terukur memastikan industri baja nasional tumbuh sehat, berkelanjutan, dan
mampu menopang pembangunan jangka panjang,” tambahnya. 

Seperti diketahui, industri baja merupakan tulang
punggung pembangunan infrastruktur, energi, transportasi, manufaktur, hingga
pertahanan. Dengan demikian, menjaga keberlanjutan industri baja nasional
berarti memastikan Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan
ekonomi dan ketahanan nasional dalam jangka panjang. Dalam hal ini Danantara
menjadi faktor yang kuat mendukung Krakatau Steel Group. Dan program ini
menjadi bagian penting bagi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk kemakmuran
bangsa.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz
BINUS University Bersama BCA Berbagi Ilmu untuk Kesiapan Karier Binusian
Bagaimana Konflik Internasional Mempengaruhi Pair Forex Utama: Analisis Ketegangan Iran-AS terhadap EUR/USD
Layanan Lost and Found KAI Divre III Palembang Jaga Keamanan Barang Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 22 Persen di Triwulan I 2026
Bagaimana Supplier X Banner Menjamin Ketahanan Warna Banner
Syarat Lolos Bea Cukai: Panduan Aman Kirim Paket Ke Luar Negeri Tanpa Tertahan
Kinerja Positif Triwulan I 2026, KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang di Yogyakarta
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 17:01 WIB

Momentum Penguatan Industri Baja Nasional di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Rabu, 8 April 2026 - 16:01 WIB

BINUS University Bersama BCA Berbagi Ilmu untuk Kesiapan Karier Binusian

Rabu, 8 April 2026 - 16:01 WIB

Bagaimana Konflik Internasional Mempengaruhi Pair Forex Utama: Analisis Ketegangan Iran-AS terhadap EUR/USD

Rabu, 8 April 2026 - 14:00 WIB

Layanan Lost and Found KAI Divre III Palembang Jaga Keamanan Barang Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

Rabu, 8 April 2026 - 13:00 WIB

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 22 Persen di Triwulan I 2026

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

Syarat Lolos Bea Cukai: Panduan Aman Kirim Paket Ke Luar Negeri Tanpa Tertahan

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

Kinerja Positif Triwulan I 2026, KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang di Yogyakarta

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

Lintasarta Jaga Lonjakan Trafik Idulfitri 2026: Pemulihan Jaringan Makin Cepat 60% di Periode Puncak, Gangguan Turun 20%

Berita Terbaru