Musim Dividen 2025 Usai, Berikut Pilihan Saham Dividen Jumbo 2026

- Editor

Senin, 2 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juni menjadi periode terakhir pembagian dividen final tahun buku tahun sebelumnya. Setelah Juni berakhir, investor harus mulai bergerak mencari saham-saham dividen menarik yang bakal dibagikan di semester II/2025 hingga semester I/2026. Lalu, apa saham dividen terbesar yang menarik saat ini?

Jakarta, 2 Juni 2025 — Musim dividen tahun 2025 (untuk tahun buku 2024) akan berakhir pada Juni 2025. Salah satu sorotan tahun ini adalah tren dividen jumbo dari saham-saham bank BUMN yang sejalan dengan pembentukan sovereign wealth fund baru, Danantara. Kini, perhatian investor mulai beralih: saham mana yang berpotensi memberikan dividen terbesar untuk tahun 2026 (tahun buku 2025)? Dan bagaimana strategi terbaik untuk memanfaatkannya?

Secara siklus, banyak investor dan trader memburu saham dividen menjelang RUPS tahunan atau cum date, dengan harapan mendapat keuntungan dari pembagian dividen. Sayangnya, tak sedikit yang melupakan risiko koreksi harga saat ex-date — saat harga saham umumnya turun sebesar nilai dividen (dividend yield) setelah periode cum-date berakhir.

Cum-date Dividend adalah periode investor yang membeli saham masih berhak mendapatkan dividen, sedangkan yang menjual tidak berhak atas dividen.

Ex-date Dividend adalah periode investor yang membeli saham sudah tidak berhak dapat dividen, sedangkan yang jual masih berhak atas dividen.

Baca Juga :  Solusi Efektif Lindungi Perairan dari Sampah dengan Floater Trash Boom

Surya Rianto, Founder Mikirduit, mengingatkan bahwa strategi dividend investing sebaiknya tidak dijadikan alat untuk mencari untung cepat.

“Dividend investing bukan strategi jangka pendek. Harga saham biasanya terkoreksi saat ex-date. Justru, waktu beli terbaik adalah setelah harga terkoreksi serta kondisi valuasi yang lebih murah, yaitu saat atau setelah ex-date. Dengan begitu, investor berpeluang meraih dividen sekaligus capital gain di tahun selanjutnya,” jelas Surya dalam keterangannya.

Strategi Memilih Saham Dividen Jumbo

Investor yang ingin serius menjalankan dividend investing perlu memperhatikan fundamental dan proyeksi kinerja keuangan emiten, bukan sekadar melihat histori dividen.

Beberapa indikator penting yang perlu dianalisis antara lain, Proyeksi Laba Bersih Tahun Buku 2025, Rata-rata Dividend Payout Ratio (DPR) dalam 5 tahun terakhir, Kesehatan Neraca: rasio utang, tren margin laba, arus kas operasional, Model Bisnis & Sumber Pendapatan, hinggaLikuiditas dan tren kinerja saham

Setelah menemukan emiten dengan fundamental kuat dan prospek dividen besar, investor bisa menyusun strategi jual-beli dan rencana waktu investasi (holding period) sesuai tujuan finansialnya.

26 Saham Dividen Terbaik Versi Mikirsaham

Tak semua investor memiliki waktu dan kemampuan untuk menganalisis 900+ emiten di BEI. Untuk itu, Mikirduit merilis “Laporan Saham Dividend Investing Mikirsaham Edisi Full Year 2025” yang berisi 26 saham pilihan dengan potensi dividend yield terbesar dan fundamental solid.

Baca Juga :  Great Eastern Life Indonesia dan OCBC Luncurkan GREAT Prestige Optima Protector untuk Bantu Nasabah Wujudkan Aspirasi Finansial Lebih Cepat

Saham-saham ini dipilih menggunakan Mikirduit Score, metode pemeringkatan yang menilai berbagai aspek, seperti, Kesehatan, Neraca & Risiko Utang, Tren Kinerja Pendapatan & Laba, Margin Keuntungan dan Arus Kas, Likuiditas Saham dan Prospek Industri

Lalu, ada Indikator Khusus Sektor Perbankan: LDR (Loan to Deposit Ratio), CASA Ratio atau Dana Murah, NIM (Net Interest Margin), NPL (Non-Performing Loan), CIR (Cost to Income Ratio) hingga tren pencadangan

Hasilnya, 26 saham tersebut dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Large Caps (Market cap > Rp10 triliun), Mid Caps (Rp1–9,99 triliun), Small Caps (< Rp1 triliun).

“Melalui laporan ini, kami ingin mempermudah investor menemukan saham dividen potensial tanpa harus repot mengumpulkan dan menganalisis data sendiri. Proyeksi kami memiliki tingkat akurasi lebih dari 75%,” tambah Surya.

Sebagai gambaran, Mikirduit juga membagikan analisis 3 saham yang diproyeksikan memberikan dividen terbesar tahun depan yang bisa dibaca dengan klik link di sini.

Jika ingin mendapatkan laporan 26 saham dividen yang lebih lengkap, serta mendapatkan update saham value investing, growth investing, hingga contrarian investing setiap bulan, kamu bisa klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet
Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui
LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas
FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee
PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Dupoin Futures Lanjutkan Aktivasi CFD, Dorong Literasi Trading di Ruang Publik
Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula
Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:00 WIB

Butuh Besi Cepat untuk Proyek April Ini? Ini Solusi Tanpa Ribet

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

Besi AS untuk Industri: Jenis dan Kegunaan yang Jarang Diketahui

Minggu, 26 April 2026 - 20:00 WIB

LRT Jabodebek Dukung Festival IWE 2026, Perkuat Peran Transportasi Publik dalam Aktivitas Komunitas

Minggu, 26 April 2026 - 19:00 WIB

FLOQ Luncurkan Limit Order dan Kampanye Trading Interaktif Bertema Pokémon, Dorong Pengguna Trading Lebih Strategis dengan Zero Fee

Minggu, 26 April 2026 - 15:00 WIB

PTPP Tunjukkan Kinerja Unggul dalam Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu

Minggu, 26 April 2026 - 08:00 WIB

Tren Social Trading yang Semakin Populer di Kalangan Trader Pemula

Sabtu, 25 April 2026 - 18:00 WIB

Analisa Pasar dari FLOQ: Bitcoin Sempat Tembus US$79.000 di Tengah Sinyal Perubahan Kebijakan The Fed

Sabtu, 25 April 2026 - 15:01 WIB

Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran

Berita Terbaru