PTPP Dorong Efisiensi dan Inovasi Hijau dalam Konstruksi Nasional: Pionir Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

- Editor

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 27 Oktober 2025 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong praktik konstruksi berkelanjutan melalui penerapan inovasi konstruksi hijau (Green Construction) dan efisiensi energi di berbagai proyek strategis nasional. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi korporasi untuk memperkuat reputasi baru sebagai pelopor pembangunan ramah lingkungan di Indonesia.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan bahwa PTPP kini memandang pembangunan tidak hanya dari sisi infrastruktur fisik, tetapi juga dari tanggung jawab ekologis dan sosial. “PTPP tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga masa depan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen menjadikan setiap proyek sebagai perwujudan dari pembangunan berkelanjutan yang berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Joko.

Sebagai pelaku utama di sektor konstruksi nasional, PTPP telah menerapkan konsep green building dan efisiensi energi di sejumlah proyek ikonik, di antaranya Gedung IT Mandiri, Gedung BRI Tower, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo, JSI Sunter, Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, Gedung Kementerian PUPR, serta berbagai proyek ramah lingkungan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga :  Terlihat Cuan, Ternyata Tipuan: Ini Ciri-Ciri Modus Honeypot Crypto

Setiap proyek tersebut dirancang dengan prinsip environmental efficiency, mencakup penggunaan material daur ulang, sistem pencahayaan hemat energi, water recycling system, serta penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi jejak karbon. “Transformasi hijau bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Kami ingin memastikan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan oleh PTPP memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga bagi lingkungan dan generasi mendatang,” tambah Joko.

Selain menerapkan praktik hijau di lapangan, PTPP juga aktif berkolaborasi dengan startup teknologi konstruksi dan perguruan tinggi nasional untuk mengembangkan riset terkait efisiensi energi, smart building management, dan teknologi ramah lingkungan. Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen PTPP dalam mempercepat adopsi teknologi hijau di sektor konstruksi Indonesia.

Baca Juga :  KAI Daop 2 Bandung Tanggapi Viral Jembatan Cirahong, Tekankan Prioritas Keselamatan Perjalanan KA

Langkah-langkah ini selaras dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya pilar Memperkuat Ketahanan Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan, serta mendukung target nasional Net Zero Emission 2060. Melalui inovasi hijau dan efisiensi energi, PTPP berperan aktif dalam memperkuat daya saing ekonomi hijau sekaligus mewujudkan ekosistem pembangunan yang rendah emisi dan berkeadilan.

Dengan semangat keberlanjutan, PTPP terus menegaskan dirinya sebagai pionir green construction nasional yang berfokus pada efisiensi energi, pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, serta keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi PTPP sebagai perusahaan konstruksi unggulan, tetapi juga mempertegas peran strategisnya dalam membangun infrastruktur Indonesia yang modern, inklusif, dan berkelanjutan—menjadi fondasi bagi masa depan ekonomi hijau yang tangguh dan berdaya saing global.

–SELESAI– 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web
Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha
“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”
Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University
Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia–India
Harga Emas Mulai Pulih, Peluang Naik ke 4.767 Terbuka
Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan
Lewat Program Ikonik, Pertamina Foundation Nyalakan Semangat Menjaga Bumi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 15:01 WIB

AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

Senin, 27 April 2026 - 14:00 WIB

Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Senin, 27 April 2026 - 13:00 WIB

Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia–India

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Mengenal Fase Akumulasi dalam Siklus Pasar Keuangan

Senin, 27 April 2026 - 12:00 WIB

Lewat Program Ikonik, Pertamina Foundation Nyalakan Semangat Menjaga Bumi

Senin, 27 April 2026 - 11:00 WIB

Hindari “Sarjana Salah Jurusan,” BINUS @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya & Karir 2026

Berita Terbaru

Bisnis

Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Senin, 27 Apr 2026 - 14:00 WIB

Bisnis

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Senin, 27 Apr 2026 - 13:00 WIB