Merayakan Hari Buruh, LindungiHutan Hargai Petani Pohon Sebagai Pahlawan Hijau

- Editor

Rabu, 30 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 1 Mei 2025 – Dalam momentum Hari Buruh Internasional, LindungiHutan memberikan penghormatan khusus kepada para petani pohon yang selama ini menjadi garda terdepan dalam upaya pelestarian lingkungan. Bukan hanya pekerja industri, peringatan Hari Buruh kali ini juga dirayakan bersama mereka yang bekerja diam-diam menjaga Bumi tetap hijau.

“Petani pohon adalah buruh lingkungan yang sering luput dari sorotan. Padahal mereka berperan besar dalam menjaga ekosistem dan menghadapi krisis iklim. Sudah sepatutnya kita menyebut mereka sebagai Pahlawan Hijau,” ujar Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan.

Salah satu tokoh inspiratif yang pantas menerima apresiasi ini adalah Suswanto (32), atau akrab dipanggil Antok, petani pohon dari Trimulyo, Semarang. Ia telah bergabung bersama LindungiHutan sejak tahun 2017 dan aktif dalam penanaman mangrove untuk mencegah abrasi di wilayah pesisir.

Berkat komunitas Tripari yang dipimpin oleh Antok, semangat menjaga kelestarian lingkungan di wilayah pesisir terus menyala. Sebelum bergiat dalam konservasi bersama LindungiHutan, Antok bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan. Namun, sejak tahun 2015, ia mulai memimpin kelompok Tripari yang berfokus pada kegiatan penghijauan di wilayahnya.

Baca Juga :  Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional 4 Kembali Turun ke Lapangan Bantu Korban Bencana Sumbar

Kolaborasi LindungiHutan bersama Komunitas Tripari (Foto: Tim LindungiHutan)

Kolaborasi dengan LindungiHutan berawal ketika Antok dihubungi oleh perwakilan LindungiHutan, Rio, dan diajak berdiskusi langsung dengan pendiri LindungiHutan. Pertemuan ini membahas upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya melalui penanaman mangrove di kawasan Trimulyo. Sejak saat itu, Antok dan kelompoknya aktif berkolaborasi dalam berbagai kegiatan konservasi.

“Kelompok kami memang penggerak penghijauan, sehingga kami sangat antusias ketika diajak bekerja sama,” ungkap Antok. Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan harapan kelompok untuk menghijaukan kembali area tempat tinggal mereka.

Namun, upaya penghijauan tidak selalu berjalan mulus. Beberapa proyek pembangunan, seperti normalisasi sungai pada tahun 2019 dan pembangunan jalan tol Semarang-Demak, menyebabkan sejumlah pohon mangrove harus ditebang. Meski ada kekecewaan, Antok dan kelompoknya tetap berkomitmen melanjutkan upaya konservasi. “Kami hanya berharap adanya penggantian bibit agar dapat terus melakukan penanaman di lokasi yang memungkinkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Keunggulan Kuliah di SATU University yang Bikin Mahasiswa Lebih Siap ke Dunia Profesional

Selama bermitra dengan LindungiHutan, Antok menilai tingkat keberhasilan penanaman di lokasi Trimulyo sangat baik. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya.

“Memang bergerak dalam melestarikan lingkungan itu berat, tapi dengan dukungan dari LindungiHutan, kami jadi semakin semangat dalam menjaga lingkungan. Salam lestari!” tutup Antok.

Hari Buruh ini bukan sekadar perayaan, tapi pengingat bahwa setiap tangan yang bekerja untuk kebaikan lingkungan layak diapresiasi. Melalui kampanye ini, LindungiHutan juga mengajak masyarakat dan perusahaan untuk ikut ambil bagian dalam gerakan penanaman pohon dan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan. Menjaga alam adalah kerja kolektif, dan setiap dukungan adalah langkah menuju Bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi
KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang
Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya
Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang
Data Ekonomi Penting yang Perlu Dipantau Pelaku Pasar Setiap Pekan
Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana
Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan
Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 22:00 WIB

Satu Tahun Melayani: KA Madiun Jaya Catatkan 43.387 Penumpang dan Terus Bertransformasi

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:00 WIB

KAI Daop 1 Jakarta dan Komunitas Sadulur Spoor Ajak Warga Bekasi Berbudaya Disiplin di Perlintasan Sebidang

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Normalisasi Sungai Air Dingin Padang, Menteri PU Instruksikan Percepatan Penanganan dan Keterlibatan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:01 WIB

Dari Ikan Pesmol ke Tabulla Rasa: Evolusi Resto Bandung yang Diam-Diam Ditiru Banyak Orang

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Tinjau Proses Normalisasi Sungai Kuranji di Sumatera Barat, Menteri PU Pastikan Progres Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sesuai Rencana

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Pemesanan Tiket KA Angkutan Lebaran 1447 H, Hingga H-4 Sudah Dapat Dipesan, Daop 7 Madiun Tembus 19.110 Pelanggan

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:00 WIB

Sambut Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal dan Bagikan Tips “War” Tiket

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:01 WIB

Sinergi KAI Daop 4 Semarang dan Pemkab Pemalang Bahas Rencana Pemberhentian KA di Stasiun Comal untuk Dukung Mobilitas dan Pariwisata Daerah

Berita Terbaru